Penyusunan RPJMDes, Pemerintah Desa Lenda Gelar Musyawarah Dusun

Dari Kiri ke Kanan, PLD Desa Lenda, Genoveva Emerensi, Sekdes Lenda, Rafael Pape, Kades Lenda, Laurens Ombur dan sejumlah anggota BPD (Foto: Alfan Manah-NTT.baranews.co)

Oleh: Alfan Manah-NTT.baranews.co

RUTENG, Baranews.co – Sehubungan dengan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Pemerintah Desa Lenda, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT menggelar Musyawarah Dusun (Musdus) di Dusun Teni pada Minggu, 8/1/2017. Sehari sebelumnya Pemerintah Desa Lenda menyelenggarakan Musdus di Dusun Malib.

Rangkaian kegiatan Musdus tersebut dilakukan untuk menggali gagasan masyarakat desa tersebut sebagai bahan dalam penyusunan RPJMDes Desa Lenda periode 2017-2023.

Kepala Desa Lenda, Laurens Ombur mengatakan di awal kepemimpinannya ia ingin meletakkan dasar yang kuat di dalam membangun desa dengan membuat RPJMDes yang benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Ini awal masa kepemimpinan saya, saya ingin meletakkan dasar perencanaan yang kuat dengan membuat RPJMDes yang benar sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat Desa Lenda,” ujar Ombur.

Dikatakan Ombur, kegiatan tersebut merupakan kewajiban desa agar perencanaan pembangunan dapat dirancang dengan melibatkan seluruh komponen yang ada di desa.

Sementara, Sekretaris Desa Lenda Rafael Pape menegaskan bahwa kesempatan Musdus adalah waktu yang tampan bagi warga mengusulkan sebanyak mungkin rencana pembangunan desa. Karena itu, ujar Pape, warga Dusun Teni diharapkan mengajukan sebanyak mungkin usulan rencana pembangunan baik fisik, pelayanan maupun di bidang pemberdayaan masyarakat.

Dari usulan yang disampaikan pada Musdus ini, tim khusus yang di SK kan oleh Kepala Desa pada saatnya akan memberi perangkingan agar ditemukan usulan mana yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat di Dusun tersebut.

Tentu saja, ujar Pape, pihak lnya tetap mengharapkan dukungan Pendamping Lokal Desa dan Pendamping Desa yang mengabdi di wilayah itu.

Lebih lanjut, Pape mengatakan setelah Musdus dilaksanakan, tim tersebut yang akan melakukan penyusunan rancangan untuk diangkat pada saat Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Sementara, di Tahun 2017, total pagu anggaran yang dialokasikan ke Desa Lenda sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

Selain itu, Pendamping Lokal Desa, Genoveva Emerensi mengatakan Musdus sebagai bagian yang tak terpisahkan dalam proses Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang merupakan metode pengumpulan data dan informasi dari tingkat basis dusun atau RW.

Menurut Genoveva, musyawarah ini dijadikan ajang penyampaian masukan penyusunan rencana program atau kegiatan pembangunan desa.

Ia mengharapkan usulan yang disampaikan warga didasari oleh data dan informasi yang lengkap dan akurat sehingga memudahkan pemerintah dan menentukan prioritas.

“Sedangkan, Pemerintah Desa,” ujarnya, “wajib menginventarisir perkembangan kebutuhan masyarakat.”

Hanya, Ia mengharapkan masyarakat dapat bersabar karena tidak semua usulan dapat direalisasikan secara serempak tetapi direalisasikan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan.

Menurutnya, Musdus dilakukan untuk mendorong partisipasi warga mulai dari perencanaan, sehingga diharapkan warga dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan pembangunan dan pengawasannya.

Pantauan Baranews.co, warga Dusun Teni tampak antusias mengikuti Musdus tersebut. Begitu banyak usulan yang disampaikan, diantaranya di bidang pembangunan fisik, warga mengusulkan pembangunan Gedung PAUD, rabat jalan, listrik tenaga surya, air minum bersih, dapur rumah adat, bantuan rumah bagi warga miskin, pembangunan rabat beton dan pembangunan jalan tani.

Sedangkan dibidang pemberdayaan, warga mengajukan usulan program pemberdayaan kelompok tani dan kelompok ekonomi produktif lainnya seperti kelompok penenun Kain Khas Songket Manggarai dan juga bantuan benih serta pupuk dan penggemukan ternak.

Selain itu, dibidang pelayanan administrasi kependudukan, warga meminta perhatian Pemerintah Desa agar turut membantu masyarakat desa dalam mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Warga Dusun Teni, melalui Tua Adat Gendang Teni, Daniel Jemaga mengharapkan agar Pemerintah Desa Lenda dapat memenuhi usulan-usul warga dusun itu, sekalipun direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas. *

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*