Jepang Akan Selidiki Bisnis ‘Prostitusi Siswi SMA’

Anak-anak remaja mencoba layanan rias wajah di sebuah toko di Tokyo. Parapengamat mengatakan Jepang perlu memperketat undang-undang perlindungan anak. (Repro: BBC Indonesia/TORU YAMANAKA/AFP).

Kepolisian nasional Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk menyelidiki praktik prostitusi yang disebut bisnis anak-anak sekolah SMA di sejumlah kota negara itu tahun 2017.

 

TOKYO, Baranews.co – Bisnis itu biasanya menawarkan kencan atau layanan lain dengan objek anak-anak remaja yang mengenakan seragam sekolah atau baju renang.

Diyakini, banyak di antara usaha itu yang sebetulnya merupakan jaringan prostitusi.

Menurut kepolisian Jepang, sebanyak 400 bisnis seperti itu kini beroperasi, tetapi sering kali tak terjamah oleh hukum resmi karena mereka mengubah operasi secara terus menerus.

Para pengamat mengatakan Jepang perlu memperketat undang-undang perlindungan anak.

Banyak kota di Jepang belum memberlakukan undang-undang yang melarang anak-anak di bawah usia 18 tahun bekerja di bisnis ini.

Baru-baru ini pemerintah Jepang mengeluarkan hasil penelitian yang mengungkapkan tingkat kekerasan, termasuk kekerasan fisik dan seksual, terhadap anak. Tahun 2016 mencatat tingkat yang tertinggi sejak dilakukan pencatatan di Jepang.

Pada pertengahan 2016, asosiasi yang mewadahi industri pornografi di Jepang meminta maaf setelah muncul tuduhan bahwa sejumlah perempuan dipaksa melakukan adegan seks tanpa persetujuan mereka. Anak-anak di bawah umur dilaporkan menjadi sasaran usaha pornografi itu. (BBC Indonesia/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*