Susu Unta, ‘Emas Putih’ dari Dubai

Repro: dw.com

Uni Emirat Arab terkenal dengan ekspor minyaknya. Hanya sedikit orang yang tahu bahwa Dubai adalah eksportir besar coklat halal yang terbuat dari susu unta.

Kuat dalam kondisi ekstrim

Unta memiliki kemampuan khusus dalam mengatasi sulitnya kondisi padang pasir dan perubahan suhu yang ekstrim, terutama pada musim panas dimana air dan pakan ternak berkurang. Makhluk ini dalam evolusinya beradaptasi untuk kondisi ekstrim itu.

Symbolbild Karawane Kamel

Kapal padang pasir

Berabad lamanya negara-negara Arab mengandalkan unta, terutama sebagai sarana transportasi. Hewan domestik ini dijuluki “kapal padang pasir” Unta amat berharga dan memiliki status khusus di antara orang-orang di kawasan Timur Tengah.

Dubai Marina Manhattan des Mittleren Ostens

Mengandalkan minyak bumi?

Cadangan minyak berlimpah menghasilkan pemasukan miliaran dolar dalam beberapa dekade terakhir mengubah situasi di Teluk Persia. Dalam beberapa tahun terakhir Uni Emirat Arab dikenal sebagai simbol kemakmuran. Berkat ekspor minyak, di kawasan ini muncul banyak syekh kaya gedung pencakar langit super megah.

Kamelmilch aus Dubai

Minyak makin langka

Namun “cadangan minyak ada batasnya” Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kekayaan yang berasal dari pendapatan minyak diinvestasikan di berbagai sektor. Salah satu proyeknya berada di Umm Nahad yang dapat ditempuh setengah jam dengan naik mobil dari Dubai. Pintu masuknya tertulis: “Industri susu unta dan produk susu Uni Emirat Arab”.

Kamelmilch aus Dubai

Beternak unta

Di peternakan yang beroperasi sejak tahun 2006 ini dibudiyakan ribuan unta. Peternakan merupakanb kawasan tertutup yang dipagari. Lebih 4.200 unta berkeliaran di padang pengangonan seluas 210 lapangan sepak bola.

Kamelmilch aus Dubai

Hidup beregerombol

Unta adalah hewan yang hidup dalam”kawanan”. Satu kawanan biasanya terdiri maksimal 25 unta yang hidup bersama-sama.

Kamelmilch aus Dubai

Makan wortel

Ternak unta terutama diberi pakan jerami. Tapi hewan ini juga diberi makan suplemen berupa wortel organik.

Kamelmilch aus Dubai

Hewan amat peka

Unta tergolong makhluk sensitif dan keras kepala. Induk baru bisa diperah susunya, hanya jika sudah menyusui anaknya sebelumnya, dan selama proses pemerahan, si kecil juga harus ada dekat induknya.

Kamelmilch aus Dubai

Produksi 7 liter per hari

Produktifitas susu unta relatif rendah. Di peternakan, hanya bisa diperah tujuh liter susu per hari dari seekor unta. Sebagai perbandingan dengan sapi di Eropa: produktifitasnya antara 25 hingga 40 liter susu per hari per sapi.

Kamelmilch aus Dubai

Diperah dua kali sehari

Susu unta diperah dua kali sehari. Unta merupakan hewan yang harus bergerak.Jika tidak sedang diperah, mereka dibiarkan berkeliaran. Peternakan unta harus menyediakan lahan yang cukup luas dan memungkinkan mereka bergerak bebas.

Symbolbild Wüste Kamel

Bergizi tinggi

Susu unta memiliki 50% lebih sedikit lemak dibandingkan susu sapi. Namun susu unta memiliki tiga sampai lima kali lebih banyak vitamin C dibanding susu sapi. Dari susu unta, bisa diperoleh kalsium dan vitamin B yang memadai. Susu unta mampu menyediakan sejumlah besar protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kamelmilch aus Dubai

Lebih tahan lama

Enam ribuan liter susu unta dipasteurisasi di peternakan ini setiap hari. Menariknya, bahan berharga ini diolah tanpa perlu menggunakan perangkat modern. Kualitas susunya bisa tahan selama 12 hari pada suhu 4 derajat C, dan pada suhu kamar selama 48 jam, atau bahkan bisa lebih. Sementara susu sapi, pada suhu kamar yang normal dalam waktu 12 jam sudah menjadi masam.

Kamelmilch aus Dubai

Dijual langsung, sisanya jadi susu bubuk

Dua pertiga dari susu unta yang diproduksi di peternakan ini dijual langsung, sisanya dijadikan susuk bubuk.

Kamelmilch aus Dubai

Coklat pertama dari susu unta

Sejak tahun 2008, cokelat susu unta pertama di dunia diproduksi dari bahan dasar susu bubuk dan produksinya kini sudah mencapai 100 ton per tahun. Karena teknologinya kurang memadai, meski susunya dari Emirat, coklatnya tidak diproduksi di Dubai, melainkan di Austria. Di Austria, ‘emas putih’ diolah jadi penganan manis.

Kamelmilch aus Dubai

Satu coklat dari bahan berbagai negara

Susu untanya dari Dubai, kakaonya dari Pantai Gading, sementara vanilinya dari Madagaskar. Semua diolah dengan teknologi Austria. Coklat dipak dan dikirim kembalik ke Dubai, lalu diekspor ke berbagai belahan dunia. Satu kemasan 70 gram cokelat dibanderol seharga 6 Euro.

Kamelmilch aus Dubai

Coklat kemitraan

Coklat halal “Al Nassma” : 51 persen sahamnya dimiliki oleh Uni Emirat Arab dan 49 persen untuk perusahaan Austria. [Michael Marek/ap/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*