Kaum Yahudi Amona Setuju Tinggalkan Kawasan Luar Tepi Barat

Mahkamah Agung Israel menetapkan pemukiman Amona tidak sah. (Repro: BBC Indonesia/AP/ODED BALILTY).

Para pemukim Yahudi di sebelah luar pendudukan Tepi Barat sudah setuju untuk meninggalkan kawasan itu sepekan sebelum batas waktu pengusiran.

 

Baranews.co – Masyarakat Amona sudah menerima usulan pemerintah untuk direlokasi dengan suara 45 mendukung dan 29 menentang,

Mahkamah Agung Israel sebelumnya memutuskan bahwa pemukiman mereka dibangun di atas tanah pribadi warga Palestina.

Para keluarga yang tinggal di kawasan yang tidak mendapat persetujuan pemerintah atau di sebelah luar pendudukan diminta meninggalkan tempat itu sampai batas waktu Minggu 25 Desember.

Pesan yang diterbitkan di Twitter oleh perwakilan masyarakat Amona menyebutkan keputusan untuk menerima rencana pemerintah merupakan hal yang ‘tidak mudah’.

Amona, Yahudi, Tepi Barat AP/ODED BALILTY
Jika tidak meninggalkan Amona sampai batas waktu Minggu 25 Desember, maka mereka akan diusir.

“Kami bisa mengatakan bahwa keputusan ini merupakan yang paling sulit yang pernah kami ambil,” tulis salah satu pesan.

Keputusan diambil Minggu (18/12) setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang mengatakan pemerintah sudah melakukan ‘hal maksimal’ untuk menemukan jalan keluar bagi Amona setelah usulan sebelumnya ditolak pekan lalu.

Usulan terbaru mencakup pemindahan 24 dari 40 keluarga ke kawasan baru yang tidak termasuk dalam keputusan Mahkamah Agung, seperti dilaporkan media setempat.

Berdasarkan data gerakan antipemukiman, Peace Now, saat ini terdapat 97 pemukiman di sebelah luar pendudukan Tepi Barat dan 130 pemukiman di Tepi Barat serta Jerusalem Timur.

Tidak seperti pemukiman di kawasan-kawasan pendudukan yang diakui pemerintah, maka pemukiman di sebelah luar dianggap tidak sah. (BBC Indonesia/swh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*