Bangun Kembali Sekolah yang Roboh Akibat Gempa, Presiden Jokowi: Pendidikan Jangan Sampai Terhenti

Presiden Jokowi mengunjungi Lembaga Pendidikan Islam Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah Masjid Raya Samalanga, Bireun (9/12). (Repro: setkab.go.id/BPMI/Kris)

Seusai mengunjungi Pidie Jaya, Jumat (9/12) siang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanannya mengunjungi Lembaga Pendidikan Islam Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Masjid Raya Samalanga, Kabupaten Bireun, yang merupakan salah satu pesantren tertua di kabupaten tersebut.

 

BANDA ACEH, Baranews.co – Dalam kunjungan itu, Presiden melihat langsung bangunan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aziziyah, Samalanga, Kabupaten Bireun yang roboh akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, pada Rabu (7/12) sekitar pukul 05.36 WIB.

Mengingat bangunan tersebut amat diperlukan oleh sekitar 3.000-an mahasiswa dan santri dalam kegiatan belajar mengajar, Presiden Jokowi  menginstruksikan agar proses pembangunan sekolah tinggi tersebut langsung dikerjakan.

“Ini sudah kita lihat dan gedung Sekolah Tinggi Al-Aziziyah ini mulai besok akan segera dibersihkan dan akan dikerjakan oleh pemerintah. Setelah bersih langsung dibangun kembali,” kata Presiden kepada para wartawan.

Pengerjaan pembangunan kembali gedung tersebut rencananya akan ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara untuk proses pembersihan puing reruntuhan sendiri akan ditangani oleh TNI.

“Jangan sampai pendidikan ini berhenti. Harus tetap berjalan. Insya Allah besok sudah dikerjakan dari TNI pembersihannya. Setelah itu langsung dimulai oleh PUPR,” tegas Presiden.

Sebelumnya dalam perjalanan menuju Bireun, Presiden Jokowi juga sempat mendatangi lokasi pengungsi di Masjid Al Munawwarah, Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peninjauan tersebut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Plt. Gubernur Aceh Soedarmo. (BPMI/ES)/setkab.go.id/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*