Melihat Kondisi Warga Pidie Jaya yang Mengungsi akibat Gempa dalam Kegelapan

Kondisi Pengungsi di Pidie Jaya malam ini. (ReproL Agus Setyadi/detikcom)

PIDIE JAYA, Baranews.co – Warga dari beberapa desa di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, Aceh, memilih mengungsi di Meunasah ataupun tempat yang dianggap aman. Kondisi di lokasi masih gelap gulita. Sebagian warga tidak menggunakan alat penerang apa-apa.

Pantauan detikcom, Rabu (7/12/2016) malam di Desa Meue Dusun Lampuh Kawat, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, puluhan warga mulai anak-anak hingga orang tua memilih mengungsi di sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Beberapa ayunan untuk anak kecil diikat di sana.

Warga Desa Deue yang perempuan dan anak tidur-tiduran di posko pengungsian. Sementara warga laki-laki berjaga. Mereka memberi petunjuk arah jika ada kendaraan yang melintas. Kondisi gelap gulita karena listrik mati usai gempa melanda pagi tadi.

Seorang warga setempat, Siti Hawa (36) mengatakan dirinya memilih mengungsi karena takut terjadinya gempa susulan. Saat gempa mengguncang, dia sempat terjepit lemari sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

“Malam ini kami nginap di sini hingga besok. Nggak berani pulang ke rumah,” kata Hawa kepada detikcom.

Menurutnya, sejumlah rumah di desa tersebut mengalami retak-retak dan ada juga yang mengalami kerusakan. Namun tidak terlalu parah.

“Gempa kali ini beda sekali. Hentakannya beda,” jelasnya.

Selain di Desa Meue, warga Desa Dayah Pangwa juga ikut mengungsi di sebuah Meunasah. Di sana, perempuan sudah mulai beristirahat sedangkan kaum pria sibuk mempersiapkan masakan untuk besok.

“Kami sudah ngungsi sejak sore tadi. Ada perintah dari kepala desa untuk mengungsi,” kata Haris (52), seorang warga Dayah Pangwa.

Saat ini, listrik di sebagian wilayah Pidie Jaya sudah kembali hidup. Meski demikian, warga malam ini lebih banyak memilih mengungsi di tempat yang dianggap aman. (Agus Setyadi – detikNews/bh).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*