Warisan Budaya Non Materi UNESCO Paling Menarik

Yoga (Repro: dw.com)

Yoga, perburuan dengan elang, Capoeire, Mariachi. Semua tradisi ini juga warisan budaya manusia. Tepatnya warisan budaya yang non materi. DW menampilkan beberapa yang paling menarik.

 

Yoga di India

Di Barat Yoga hanya dianggap sebagai latihan jasmani. Tapi di India, Yoga maknanya lebih besar, yaitu salah satu dari enam cabang filsafat India. Bentuknya juga paling beragam. Kadang lebih banyak meditasi dan konsentrasi, tapi juga posisi tubuh dan latihan pernapasan. Ada juga yang menekankan elemen matiraga. Sekarang Yoga termasuk warisan budaya dunia.

Falknerei Burg Hohenaschau (Hannes Lenhart)

Perburuan dengan Elang di Jerman

Perburuan dengan memanfaatkan elang tetap diakui seni berburu yang istimewa. Dengan terbang menukik tajam, elang menangkap mangsa di atas tanah. Walaupun namanya Falconry (falcon = elang), burung jenis lain juga digunakan. Sejak 2010 seni berburu ini sudah termasuk warisan budaya UNESCO. Kini yang di Jerman juga termasuk di dalamnya.

Belgisches Bier im Tragepack (picture-alliance/W. Roth)

Warisan Hidup Budaya Bir Belgia

Produksi dan nilai tinggi bir di Belgia termasuk warisan budaya masyarakatnya, demikian keputusan komisi UNESCO. Minuman memegang peranan penting dalam hidup sehari-hari, seperti saat pesta. Ini juga dipakai dalam produksi bahan pangan. Di pasaran ada sekitar 1.500 macam bir Belgia. Sejarah bir Belgia dimulai sejak Abad Pertengahan.

Symbolbild Genossenschaft (Fotolia/pilatoida)

“Genossenschaft” Jerman

Ide paguyuban ini juga termasuk dalam daftar warisan budaya manusia. Ini adalah warisan budaya non material pertama yang berasal dari Jerman. “Genossenschaft adalah persatuan sukarela orang-orang berminat sama, yang mendorong keikutsertaan pribadi dan keyakinan diri”, demikian dinyatakan UNESCO. Paguyuban ini mendorong partisipasi sosial, kebudayaan dan ekonomi.

Galerie - Haft Sin (DW/S. Amini)

Perayaan Tahun Baru Persia

UNESCO juga mencantumkan perayaan Tahun Baru tradisional di negara-negara seperti Iran, Afghanistan dan India. Perayaan ini istimewa karena makanan dan ritual tradisionalnya. Di Jerman, perayaan ini terkenal dengan sebutan Nouruz, dan juga disebut pesta musim semi. Dirayakannya tanggal 20 atau 21 Maret.

Szene einer Peking-Oper (Foto: Getty Images)

Opera Beijing

Jenis opera ini sangat disukai di Cina. Inilah Estetika ideal yang memadukan nyanyian, deklamasi, sandiwara dan unsur bela diri. Opera berisi cerita-cerita dari dunia politik, masyarakat dan sejarah. Para pemain yang memakai kostum mewah menggerakkan tangan, mata dan kaki menurut koreografi tradisional. Sementara latar belakangnya sangat sederhana.

Ein Mann hält eine Schale mit Kimchi (Foto: picture-alliance/dpa/S. Trumpf)

Kimchi dari Korea

Sayuran yang diawetkan lewat proses fermentasi jadi makanan paling sering disajikan di Korea. Setiap keluarga punya resep sendiri yang dijaga ketat, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Di bulan panen, seluruh warga desa berkumpul dan mempersiapkan Kimchi untuk musim dingin. Proses pembuatannya disebut Kimjang, dan jadi pendorong terciptanya hubungan erat antar warga.

Fado-Sängerin Deolinda bei einem Auftritt (Foto: Adriao/GNU)

Fado, Musik Jiwa dari Portugal

Dalam Fado bisa ditemukan seluruh warisan multi kultural Portugal. Awalnya dari abad ke-19. Syairnya kerap bercerita tentang cinta yang tak dibalas, atau ketidakadilan sosial. Pemusiknya merindukan masa yang telah lampau dan mengharapkan perbaikan situasi. Penyanyinya biasanya diiringi gitar bersenar 12 dan sebuah gitar bas.

Drei Männer während eines Capoeira-Kampfes (Foto: Felipe Dana/AP/dapd)

Capoeira Ingatan Sejarah Brasil

Tradisi Afrika-Brasil ini adalah seni bela diri, atau semacam tarian bela diri. Seni ini jadi penghargaan bagi perlawanan budak dan eksploitasinya di Brasil abad ke-18. Pemain membentuk sebuah lingkaran di sekitar dua pemain, yang berdansa sekaligus saling menyerang. Kelompok capoeira bernyanyi, bertepuktangan dan memukul genderang sesuai ritme tertentu, yang disebut “Toque”.

Teilnehmer beim Schemenlaufen (Foto: Melitta Abber/UNESCO)

 

Schemenlaufen dari Imst

Ini tradisi dari Imst, Tirol di Austria. Perayaan ini diadakan sebelum masa puasa sesuai kebiasaan gereja Katolik. Tapi hanya empat tahun sekali, yaitu pada hari Minggu sebelum dimulainya masa puasa. Sejumlah pria yang memakai kostum dan topeng menari dan melompat-lompat di jalanan, serta membunyikan bel. Secara tradisional yang boleh ikut hanya pria. Tapi juga memainkan karakter perempuan.

Mariachi-Band mit Streichern auf der Bühne (Foto: 2006 by Cámara de Comercio de Guadalajara, by permission of UNESCO)

Mariachi Meksiko

Musik Mariachi jadi bagian penting kebudayaan Meksiko. Dengan lagu-lagu berbahasa Spanyol dan bahasa Indian asli, kesenian ini jadi warisan budaya Meksiko. Syairnya berisi cerita tentang perang dan cinta. Musisinya memakai baju tradisional dan topi tradisional Sombrero.

Drachenboote beim Festival in Whenzhou (Foto: picture-alliance/dpa/ChinaPhotoPress)

Pesta Perahu Naga Cina

Ini bukan satu-satunya festival yang masuk daftar warisan budaya dunia. Upacara ini biasanya diramaikan dengan lomba adu cepat perahu, disertai konsumsi bola-bola beras dan anggur diiringi tarian. Pesertanya mandi di dalam air wangi, dan mengenakan baju sutera untuk menghalau setan selama festival. [Courtney Tenz (ml/as)/dw.com/swh].

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*