Kurang Tidur Buat Ekonomi AS Rugi 411 Miliar Dolar AS

Kurang tidur telah berdampak besar pada perekonomian AS, menurut sebuah studi baru (Repro: VOA Indonesia)

Kurang tidur berdampak besar pada ekonomi nasional, menurunkan tingkat produktivitas dan meningkatkan risiko kematian di kalangan pekerja.

 

Baranews.co – Kurang tidur telah membuat ekonomi AS kehilangan sampai 411 miliar dolar AS, menurut sebuah laporan baru.

Menurut studi RAND Corporation yang diberi judul “Mengapa Tidur Penting,” kurang tidur juga meningkatkan risiko kematian 13 persen dan mengakibatkan hilangnya 1,2 juta hari kerja setiap tahun.

Memastikan tidur setidaknya enam atau tujuh jam setiap malam dapat menambah 226,4 miliar dolar AS dalam perekonomian.

“Studi kami menunjukkan bahwa pengaruh kurang tidur sangat besar,” kata Marco Hafner, pemimpin penelitian di RAND Eropa dan penulis utama laporan tersebut.

“Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan perorangan, tetapi berdampak besar pada ekonomi nasional, menurunkan tingkat produktivitas dan meningkatkan risiko kematian di kalangan pekerja.”

Penelitian ini juga mengamati bagaimana tidur atau kurang tidur berpengaruh pada perekonomian Inggris, Kanada, Jerman dan Jepang.

Amerika mengalami kerugian terbesar, disusul oleh Jepang, yang mengalami kerugian sekitar 138 miliar dolar AS, dan kehilangan 600.000 hari kerja.

Kanada adalah negara yang paling sedikit terkena dampak kurang tidur, hanya kehilangan 21,4 miliar dolar AS dan 80.000 hari kerja.

Para peneliti menyarankan agar mengatur waktu tidur, menghindari penggunaan barang-barang elektronik sebelum tidur, dan melakukan gerak badan setiap hari. [sp/isa]/VOA Indonesia/swh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*