Solusi Jokowi Atasi Banyaknya Lulusan SMK yang Nganggur

Repro: detiknews/Bagus Prihantoro Nugroho

JAKARTA, Baranews.co – Salah satu masalah pelik Indonesia mempercepat industrialisasi adalah kurangnya tenaga kerja terlatih. Sebagai solusinya, yakni memperbaiki kualitas lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, perlu adanya perubahan radikal dalam proses pembelajaran di sekolah vokasi tersebut. Selama ini banyak lulusan SMK yang menganggur karena lantaran kurikulum yang dirancang tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

“Saya dorong terus vocational training, tapi yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan industri. SMK sudah hampir 50% (dibandingkan SMA), tapi keluarannya itu yang harus digarap dengan baik,” kata Jokowi dalam acara 100 CEO Forum di JCC, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

“Problemnya adalah, SMK kita ini gurunya banyak yang normatif. Guru normatif ya guru Kimia, guru Fisika, guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila),” imbuhnya.

Kurikulum yang keliru di SMK tersebut, menurut Jokowi, yang akhirnya berhilir pada kurangnya kompetensi keahlian lulusan SMK yang dibutuhkan pelaku industri.

“Padahal yang dibutuhkan di SMK adalah guru-guru yang memiliki skill. Keterampilan membimbing anak didiknya misalnya masalah merakit mesin, komponen otomotif, membuat jendela, pintu yang dibutuhkan seperti itu. Itu yang saya lihat di Jerman dan Korsel. Mereka bisa maju karena vocational training dan vocational school,” jelasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berujar, pemerintah memang segera perlu menduplikasi proses belajar mengajar SMK seperti negara lain yang industrinya lumayan maju.

“Bekerja itu betul-betul detail, jangan sampai diberi angka, keluaran SMK sudah banyak tapi kok nggak bisa terserap pasar. Pasti ada masalahnya,” pungkas Jokowi. (dna/dna)/Muhammad Idris – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*