Banyak Pengacara Belum Ikut Tax Amnesty, Sri Mulyani Minta Bantuan Hotman Paris

Repro: detiknews/Ari Saputra

JAKARTA, Baranews.co – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta bantuan pengacara Hotman Paris untuk mengajak rekan-rekan pengacara se-Indonesia mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty. Hal ini dikarenakan baru 110 pengacara yang meminta pengampunan pajak.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani saat sosialisasi tax amnesty kepada pengacara, notaris, dan kurator di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu malam (23/11/2016).

“Saya ingin Pak Hotman nangis. Habis nangis marah, terus bantuin saya. Begitu saja,” kata Sri Mulyani.

Hotman yang juga hadir dalam pertemuan itu langsung menerima permintaan Sri Mulyani. Ia akan mendukung kebijakan yang sudah dimulai oleh pemerintah sejak beberapa bulan lalu hingga Maret 2017 mendatang.

Hotman menjadi salah satu pengacara yang sudah mendaftar tax amnesty. Ia bahkan berani untuk mempublikasikan keikutsertaannya bersama keluarga kepada publik lewat media massa.

“Saya pasti mendukung Bu. Saya dari mana saja, mau ada acara apa, kalau diminta membantu, saya pasti datang,” jawab Hotman.

Dalam diskusi dengan Sri Mulyani, Hotman juga menyampaikan kekecewaan atas data pengacara yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan menjadi peserta tax amnesty. Ia sempat meragukan data yang dikeluarkan oleh Ditjen Pajak.

Jumlah pengacara di Indonesia mencapai 16.789 orang, namun yang baru memiliki NPWP baru 1.976 pengacara. Untuk wilayah Jakarta, cuma 572 pengacara yang memiliki NPWP.

“Di gedung bursa saja ada satu kantor pengacara yang lawyer-nya 200 orang . Di daerah Sudirman-Thamrin itu saya yakin pengacara ada 1.500 orang,” terang Hotman.

Padahal untuk menjadi pengacara, NPWP menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi. Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan perbedaan data itu begitu signifikan.

“Setiap ujian Peradi Advokat itu 1000 orang dan NPWP itu syarat mutlak. Setiap mau pelantikan itu harus ada NPWP. Saya nggak ngerti,” paparnya.

Sri Mulyani langsung menjawab kegelisahan Hotman. Menurut Sri Mulyani perbedaan data itu akan menjadi landasan bagi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk mengejar lebih banyak.

“Saya akan tetap menagih, karena masih banyak belum ikut tax amnesty,” tegas Sri Mulyani. (mkl/wdl)/Maikel Jefriando – detikFinance/bh

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*