Menyiapkan Generasi Muda di Kawasan Danau Toba Menghadapi Pasar Bebas ASEAN

kelak generasi muda di kampung halamannya terlibat dalam kegiatan-kegiatan pembangunan tidak sekedar sebagai penonton

JAKARTA, Baranews.co – Garda Muda Bara JP mengajak generasi muda khususnya di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, untuk menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal itu disampaikan Ketua Garda Muda Bara JP, Ivan Roy Hutapea, di Jakarta, Minggu (15/5).

 

“Kita harus libatkan pemuda untuk menghadapi MEA, karena MEA akan dibentuk sebagai kawasan ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang merlukan suatu kebijakan yang meliputi competition policy, consumer protection, Intelectual Property Rights (IPR), Taxation dan E-comerce,” ujar Ivan .

 

Peluang, tantangan dan resiko bagi Indonesia dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean, lanjut Ivan, perlu disampaikan di kalangan generasi muda Indonesia dimulai dari acara-acara kecil bersifat komunitas, di lingkungan organisasi dan lain-lain.

 

“Rencana pemerintah membentuk Otorita Danau Toba dan ‘Monaco of Asia’ tentu saja ada kaitannya dengan MEA,” kata Ivan. Generasi muda, khususnya yang berasal dari Sumatera Utara dan berada di kawasan Danau Toba, perlu mengetahui bahwa sekarang banyak pekerja asing yang bekerja di perusahaan sekitar Danau Toba.  Misalnya, di PT Sarulla Operation Limited (SOL) di Pahae, Taput. “Ini tantangan baru bagi generasi muda,” kata Ivan mengingatkan.

 

Ivan berharap kelak generasi muda di kampung halamannya terlibat dalam kegiatan-kegiatan pembangunan tidak sekedar sebagai penonton. Untuk itu, menurut Ivan, pemerintah daerah menyediakan sarana pembangunan dan pengembangan karakter, keterampilan dan penyaluran untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap pakai berupa fasilitas seperti work shop, pelatihan bahasa asing dan lainnya.

 

“Kita lihat saja sekarang pembangunan infrastruktur yang digencarkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK ke arah Danau Toba yang menjadi target pariwisata dunia,” kata Ivan memberi contoh. Sebagai warga Danau Toba tentunya generasi muda di sana juga berharap pembangunan tidak sekedar infrastruktur saja tapi juga berbasis community development untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.

 

Untuk hal itu tidak bisa berharap ke pemerintah pusat saja, sehingga peranan pemerintah daerah dan masyarakat serta komunitas-komunitas adat harus terlibat langsung. Juga perlu diperhatikan agar pembangunan tidak merusak tatanan adat dan lingkungan hidup. “Semoga kami, generasi muda, bisa dilibatkan langsung sebagai motor penggerak pembangunan,” kata Ivan dengan penuh harap. (swh)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*