Ahok Diperkirakan Jadi Petinggi BUMN: ‘Selama Bisa Menghemat Uang Negara, Itu Pasti Passion Saya’

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan dia tidak keberatan apabila ditunjuk memegang posisi strategis di salah-satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Sumber: BBC News Indonesia/PACIFIC PRESS/GETTY IMAGES)

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan dirinya tidak keberatan apabila ditunjuk memegang posisi strategis di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Jakarta, Baranews.co – “Bagi aku selama bisa menghemat duit negara, menghemat devisa, memperbesar kekayaan negara, dan kepentingan rakyat, itu pasti passion (semangat) akulah,” kata Ahok kepada wartawan BBC News Indonesia, Olivia Rosalia dan Heyder Affan (14/11)  di Jakarta.

Pernyataan Ahok ini menanggapi sejumlah pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya ditawari untuk duduk di posisi strategis salah satu perusahaan pelat merah.

Pemberitaan itu mengungkapkan bahwa mantan gubernur DKI Jakarta itu memenuhi undangan Menteri BUMN, Erick Thohir (13/11) di kantornya.

Dalam pertemuan itu selama satu setengah jam itu, Ahok mengaku banyak berdiskusi dengan Erick tentang perusahaan BUMN.

Usai pertemuan, Ahok mengutarakan bahwa dia diminta terlibat di salah satu BUMN.

Disebutkan dia tidak keberatan menerima tawaran tersebut. “Bisa membantu negara adalah anugerah Tuhan,” katanya.

Presiden Jokowi: ‘Kita tahu kinerjanya Ahok’

Di tempat terpisah, Kamis (14/11), Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa dia mengetahui kinerja Basuki Ahok Tjahaja Purnama, yang pernah menjadi wakilnya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta.

“Kita tahu kinerjanya Pak Ahok,” kata Presiden di komplek Istana Merdeka, Jakarta, saat ditanya wartawan tentang pemberitaan yang menyebut bahwa Ahok telah ditawari untuk menduduki posisi di salah-satu BUMN.

Ditanya apakah dia yang merekomendasikan kepada Menteri BUMN, Erick Thohir, agar Ahok menduduki jabatan di salah satu BUMN, Presiden mengatakan: “Ini kan masih proses seleksi.”

Apakah dia akan ditempatkan di Pertamina? Tanya wartawan. “Tanyakan ke menteri BUMN,” kata Presiden.

Joko Widodo PUSPA PERWITASARI/ANTARA FOTO
“Bisa dua-duanya,” jawab Presiden Joko Widodo saat ditanya wartawan apakah Ahok akan ditunjuk menjadi komisaris atau direksi salah-satu BUMN.

Kemudian wartawan bertanya, di mana posisi Ahok yang cocok? Presiden menjawab: “Ya, nanti coba dilihat.”

Apakah Ahok akan ditunjuk menjadi komisaris atau direksi? “Bisa dua-duanya,” jawab Presiden seraya menambahkan bahwa semuanya dalam proses seleksi.

Apakah peluang Ahok besar untuk lolos seleksi, wartawan kembali bertanya. “Ya, kita tahu kinerjanya. Nanti penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN.”

Erick Thohir: ‘Ahok adalah tokoh konsisten’

Sementara, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Kamis (14/11) mengatakan, sosok Ahok merupakan “tokoh konsisten” dan “jelas track recordnya“.

“Saya rasa beliau tokoh yang konsisten, yang sudah jelas track recordnya bisa terus membangun,” kata Erick Thohir saat ditanya wartawan tentang pertimbangan di balik rencana penunjukan Ahok sebagai pimpinnan di salah-satu BUMN.

Dia menambahkan, “BUMN membutuhkan banyak figur untuk membantu BUMN…”

Menteri BUMN Erick Thohir WAHYU PUTRO A/ANTARA FOTO
“Saya rasa beliau tokoh yang konsisten, yang sudah jelas track recordnya bisa terus membangun,” kata Erick Thohir saat ditanya wartawan tentang pertimbangan di balik rencana penunjukan Ahok sebagai pimpinnan di salah-satu BUMN.

Ditanya tentang posisi persis yang akan diduduki Ahok, Erick mengatakan: “Nanti kita lihat. Semua ada TPA (Tim Penilai Akhir)-nya. Nanti kita lihat,” katanya di Istana Negara, Jakarta.

TPA adalah Tim Penilai Akhir yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo . Erick memilih mengelak menjawab saat ditanya apakah Ahok bakal menduduki jabatan komisaris atau direktur utama.

“Saya tak bisa komentar,” katanya singkat.

Menjawab pertanyaan kapan persisnya Ahok akan ditetapkan sebagai petinggi salah-satu BUMN, Erick mengatakan “segera, mungkin awal Desember”. (BBC News Indonesia)/swh