BISNIS: Upaya Raup Untung Besar, Asia Gelontorkan 65 Miliar Dolar AS Bangun Kasino Baru

Sumber: dw.com

Negara-negara di Asia mendapat miliaran pendapatan pajak dari puluhan resor kasino mewah. Namun untuk mendatangkan turis Cina yang kaya raya, di tengah kemerosotan ekonomi, beresiko menjadi pertaruhan yang gagal.

Baranews.co – Bentuk judi paling disukai di Jepang adalah bermain Pachinko, mesin slot mirip pinball. Ada sekitar 11.000 tempat hiburan yang menyediakan mesin Pachinko di negara sakura ini, yang mampu menghasilkan pendapatan lebih banyak  daripada gabugan kasino yang ada di Las Vegas, Makau dan Singapura.

Puncaknya pada tahun 2018 lalu, menurut Pusat Produktivitas Jepang, tempat-tempat hiburan mendapatkan penghasilan sebanyak 20 triliun Yen atau 180 miliar US Dollar, sepertiganya dari 10 tahun lalu. Pada tahun lalu, pemerintah Jepang telah menerapkan Undang-Undang perjudian negara menjadi lebih ketat, yang untuk pertama kalinya memperbolehkan pembangunan tiga resor kasino mewah.

Jepang berencana untuk mengganti pajak yang hilang dari penurunan pengadaan Pachinko dengan memikat wisatawan Cina yang kaya, serta wisatawan kelas menengah ke tempat perjudian baru. Pekan lalu, pemerintah mengatakan bahwa delapan kota dan prefektur di Jepang terlibat dalam pertempuran sengit, untuk mendapatkan hak menjadi tuan rumah salah satu resor.

“Jepang adalah salah satu negara dengan ekonomi paling maju di dunia, sehingga pemasukan akan sangat besar,” ujar Glenn McCartney, seorang associate professor di International Resort Resort Management di University of Macau, kepada DW. “Beberapa pemilik game raksasa internasional, termasuk keenam pemain di Makau, berlomba untuk menjalankan salah satu resor ini.”

Resor mewah bermunculan di Asia

Beberapa negara Asia lainnya, termasuk Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia mendapat keuntungan besar di Jepang dengan membuka resor kasino mewah selama satu dekade terakhir. Sebagai resor yang terpadu, tempat perjudian seharusnya hanya menjadi sebagian kecil dari keseluruhan tempat berbelanja, hiburan, dan rekreasi.

Macau | MGM Cotai Resort Casino (picture-alliance/AP Photo/V. Yu)

Tahun lalu, kasino terbesar di kawasan ini, salah satunya milik Australia, mendapatkan keuntungan 49,23 miliar USD. Dipimpin oleh Makau, pusat perjudian paling terkenal di Asia sejak tahun 1850-an, yang ketika itu adalah koloni Portugal, telah menggantungkan masa depannya pada pajak penghasilan kasino, pada saat dikembalikan ke pemerintahan Cina pada tahun 1999.

Pebisnis Monte Carlo dari Timur, sekarang memiliki 38 perusahaan judi yang membawa sekitar 40% dari produk domestik bruto (PDB) wilayah itu. Satu-satunya tempat di Cina, yang memperbolehkan perjudian.

Asia, memang menjadi target wilayah pembangunan kasino potensial. Lebih dari 30 proyek direncanakan selama lima tahun ke depan, termasuk tiga resor Jepang, dengan total biaya  65 miliar US Dollar. Rumah penelitian Amerika Serikat, Union Gaming telah mengatakan bahwa pemerintah dan operator kasino terlalu ambisius karena pertumbuhan PDB di Asia tidak mungkin mengimbangi pasokan kasino baru dalam jangka pendek.

Pemasukkan yang lebih rendah.

“Akibatnya, pemasukkan akan tertekan dan banyak proyek (atau bahkan perusahaan) akan dianggap gagal,” sebut analis Union Gaming, Grant Govertson dan John DeCree dalam catatan penelitiannya baru-baru ini. Keduanya menyarankan bahwa operator harus menyebar investasi mereka “Diatas 15 tahun daripada hanya 5 tahun kedepan.” Namun, mereka memperkirakan, karena kasino baru Jepang akan melayani “pasar yang sangat lokal”, sektor perjudian negara akan terisolasi dari penurunan ekonomi regional.

Lembaga ratingFitch telah memperingatkan bahwa perlambatan ekonomi Cina sudah dirasakan di seluruh sektor game Asia. “Segmen premium telah naik di pasar seperti Singapura dan Australia tetapi investasi terus berlanjut di seluruh kawasan, bahkan ketika ekonomi Cina mengalami perlambatan struktural,” katanya dalam sebuah catatan penelitian baru-baru ini.

Fitch meramalkan bahwa Makau, setidaknya akan mengalami pertumbuhan digital tunggal yang rendah dalam beberapa tahun mendatang, dibandingkan dengan kenaikan 18% pada 2018. Sebaliknya, perusahaan ini mengatakan kepada DW, bahwa kasino yang menargetkan turis di pasar yang lebih luas akan menikmati pendapatan yang lebih baik karena adanya “pertumbuhan kelas menengah Cina dan infrastruktur [di seluruh Asia].”

“[Pasar yang lebih luas] adalah margin yang lebih tinggi, tidak bergantung pada ketersediaan kredit dan kurang siklus,” kata Alex Bumazhny, direktur senior di Fitch Ratings.

Meskipun ekonomi Cina melambat, ada 120 juta wisatawan yang keluar-masuk tahun lalu. Jadi masih ada pendapatan dari warga negara Cina yang ingin berpergian ke seluruh Asia serta bermain judi secara legal.

Masih kedatangan wisatawan baru

“Pertumbuhan ekonomi sekarang datang tidak hanya dari orang-orang di Beijing, di Shanghai tetapi dari kota-kota Cina tingkat kedua atau ketiga di mana ada juga banyak keuntungan yang dihasilkan,” kata McCartney kepada DW. “Jadi, saya pikir masih ada jalan panjang dalam hal pertumbuhan ekonomi.”

Rusia, Korea Selatan, dan Vietnam juga berencana untuk membuka kasino baru dalam beberapa tahun mendatang. Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, juga akan mengizinkan kembali kegiatan kasino, menyusul larangan sementara atas izin baru sejumlah perusahaan perjudian. Korea Selatan sudah memiliki 20 kasino di Seoul, Incheon dan Busan, yang memang dikhususkan untuk orang asing.

Awal tahun ini, Korea Selatan juga merencanakan membuat resor kasino baru di Pulau Jeju, yang akan mencakup hotel bintang lima, toko, rumah, teater, taman hiburan dan lapangan golf. Sebuah strategi yang menurut McCartney dapat ditiru oleh operator kasino Asia lainnya, untuk meningkatkan pendapatan mereka, bukan hanya dari perjudian.

“90% dari semua [resor] ​​pendapatan Macau saat ini berasal dari tempat perjudian, sedangkan di Vegas, 65% adalah dari sektor lainnya,” katanya, menambahkan bahwa kehadiran resor kasino juga membantu meningkatkan MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Events).

Menurut Bumazhny, bagaimanpun pasar Asia akan sulit mencapai tingkat diversifikasi itu, jika dibandingkan capaian tempat-tempat di Las Vegas, yang beraneka ragam, karena ciri penjudi di Cina yang khas.

“Pendapatan bermain judi sangat tinggi di pasar-pasar [Asia], sehingga menyulitkan pendapatan sektor lainnya untuk menghasilkan kontribusi yang cukup besar untuk secara keseluruhan,” katanya kepada DW, menambahkan bahwa permainan judi di Makau dan Singapura menghasilkan dua-tiga kali lipat jumlah pendapatan per hari seperti di Las Vegas. (pkp/vlz)/Nik Martin/dw.com/swh