Trump: “Jerman Tidak Melakukan Apa-Apa untuk Ukraina”, Pemerintah Jerman Membantah

Sumber: dw.com

Dalam percakapan telepon Donald Trump mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Jerman “hampir tidak melakukan apa-apa untuk Ukraina”. Kementerian Luar Negeri Jerman menolak klaim itu.

Baranews.co – Presiden Donald Trump saat ini menghadapi ancaman impeachment yang diajukan kubu demokrat di parlemen AS. Pemicunya adalah bocornya percakapan telepon pejabat tertinggi AS itu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Dalam percakapan telepon yang dibocorkan seorang “whistleblower” di kalangan dinas rahasia, Trump antara lain meminta Presiden Zelenskiy untuk membantunya dalam pemilu 2020, dengan cara mencari informasi buruk tentang bisnis anak pesaing kuatnya dari kubu Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden. Hal inilah yang membuatnya harus menghadapi kecaman dan tuduhan telah menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadinya.

Namun untuk para politisi di Jerman, yang menarik adalah bagian lain dari percakapan itu. Yaitu ketika Donald Trump mengatakan kepada Zelenskiy, bahwa “Jerman hampir tidak melakukan apa-apa untuk Anda. Yang mereka lakukan hanyalah berbicara.”

Donald TrumpPresiden AS Donald Trump menghadapi proses pemakzulan setelah percakapan telponnya dengan Presiden Ukraina dibocorkan seorang whistleblower

“Ketika saya berbicara dengan Angela Merkel, dia berbicara soal Ukraina, tetapi dia tidak melakukan apa-apa,” tambah Trump.

Trump dan Zelenskiy sedang membahas seputar kemungkinan bantuan AS ke Ukraina di masa depan. Zelenskiy setuju dengan apa yang dikatakan Presiden AS itu tentang Jerman, dan menjawab bahwa Trump “benar sekali. Tidak hanya 100%, tetapi 1000%.”

Jerman: € 1,4 miliar ke Ukraina

Kementerian Luar Negeri Jerman segera bereaksi menanggapi berita-berita seputar percakapan telepon yang bocor itu. Kepada DW Kemenlu di Berlin mengatakan bahwa “Jerman sangat terlibat di Ukraina.”

Sejak Semenanjung Crimea diinvasi dan diduduki oleh Rusia tahun 2014 dan pecahnya pertempuran antara separatis pro-Rusia dan pasukan pemerintah di Ukraina Timur, banyak dukungan Jerman yang mengalir ke Ukraina. Selain itu, Jerman memberlakukan sanksi terhadap Rusia yang dituding melakukan aneksasi.

Protokol percakapan telepon, Trump, ZelenskiyTranskrip percakapan telpon antara Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymir Zelenskiy yang dibocorkan

Menurut statistik terbaru OECD, Jerman adalah donor ketiga terbesar di Ukraina setelah Uni Eropa secara keseluruhan dan Amerika Serikat. Data-data dari Kementerian Luar Negeri Jerman yang diteruskan kepada DW menunjukkan bahwa sejak 2014, Jerman telah menyalurkan hampir 1,2 miliar euro sebagai bantuan keuangan kepada Ukraina sebagai bantuan bilateral. Dana ini antara lain terdiri dari 544 juta euro kerja sama pembangunan, 110 juta euro bantuan kemanusiaan, pinjaman lunak sebesar 500 juta euro dan 25 juta euro untuk langkah-langkah stabilisasi, seperti pemantauan konflik dan penguatan sektor hukum. Di luar dana itu, Jerman juga menyalurkan 200 juta euro ke Ukraina lewat kontribusi bantuan Uni Eropa.

Dalam percakapan teleponnya dengan Trump, Presiden Ukraina Zelenskiy juga mengeluhkan bahwa Jerman dan Prancis “tidak menegakkan sanksi” terhadap Rusia yang diberlakukan setelah aneksasi Crimea. “Mereka tidak bekerja sebanyak mereka seharusnya bekerja untuk Ukraina,” kata Zelenskiy.

Tetapi di kalangan pemerintah Jerman, Kanselir Angela Merkel dipandang sebagai pendukung kuat pemberlakuan sanksi Uni Eropa terhadap Rusia, yang sudah diperpanjang awal bulan ini hingga Januari 2020.

Beberapa politisi, terutama di Jerman timur, menyerukan pemerintah untuk mengurangi sanksi sebelum pemilihan umum Jerman berikutnya pada tahun 2021. Oposisi mereka sebagian besar disebabkan oleh efek dari tindakan timbal balik yang diperkenalkan oleh Moskow yang telah memukul sektor pertanian Jerman. [hp/ts/Kate Brady]/dw.com/swh