Penentu Kemenangan Man United, Mason Greenwood Dipuji Solskajer

Mason Greenwood, 17 tahun, menjadi penentu saat Manchester United mengalahkan tim asal Kazakhstan, Astana, dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan pertama Liga Europa, Jumat dinihari WIB, 20 September 2019.

Jakarta, Baranews.co – Mason Greenwood, 17 tahun, menjadi penentu saat Manchester United mengalahkan tim asal Kazakhstan, Astana, dengan skor 1-0 dalam pertandingan pekan pertama Liga Europa, Jumat dinihari WIB, 20 September 2019.

Greenwood, yang tampil sebagai starter untuk kedua kalinya di musim ini, mencetak tunggal dalam laga di Old Trafford itu, pada menit ke-73. Ia sekaligus menjadi penyelamat MU yang malam ini tampil tak terlalu meyakinkan.

Dengan golnya, Greenwood sekaligus menorehkan rekor. Ia menjadi pemain pertama yang lahir di era 2000-an yang mampu mencetak gol buat MU di kompetisi Eropa. Pemain ini lahir di Wibsey, Bradford, Inggris, pada 1 Oktober 2001.

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memuji pemain remaja ini seusai laga. “Dia seorang pencetak gol alami, pemain sepak bola alami,” kata Solskjaer kepada BT Sport.

Solskjaer juga senang melihat pemain muda ini bisa berlaga di banyak posisi. “Dia menikmati bermain sepakbola dan bisa bermain sebagai nomor 10 atau melebar jadi saya senang dia mendapatkan gol pertamanya.”

Pelatih asal Norwegia ini melanjutkan, “Kami selalu tahu di dalam dan di sekitar kotak penalti dia adalah salah satu pencetak gol terbaik kami. Saya senang dia mendapatkan golnya dan dia akan pulang dengan bahagia malam ini.”

Dua pemain remaja lain, Tahith Chong dan Angel Gomes, juga menjadi starter di laga itu. Solskjaer mengindikasikan beberapa bintang mudanya dapat jadi andalan untuk perjalanan Liga Inggris ke kandang West Ham, akhir pekan ini.

“Mereka menunjukkannya setiap hari dalam latihan, ini sebabnya mereka ada di sini dan siap untuk berperan,” kata Solskajer. “Kami pikir hari ini adalah kesempatan besar bagi mereka. Kami tidak akan melempaskan mereka jika mereka tidak siap tetapi mereka membutuhkan waktu pertandingan sehingga mereka bisa mendapatkan ritme.” (tempo.co/hp)