SBY Sebut Persaudaraan Melemah, Kebencian Identitas Menguat

Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyebut rasa persaudaraan melemah, permusuhan meningkat beberapa tahun terakhir (Sumber: CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta, Baranews.co – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut saat ini rasa persaudaraan rakyat Indonesia melemah, sementara permusuhan antar lapisan masyarakat yang berbeda identitas menguat. Menurutnya, kondisi demikian identik dengan lampu kuning.

“Terus terang, tahun-tahun terakhir ini kasih sayang dan rasa persaudaraan ini melemah, sementara kebencian, jarak dan permusuhan di antara komponen bangsa yang berbeda identitas menguat. Ini lampu kuning,” tutur SBY saat menyampaikan Pidato Kontemplasi di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9).

SBY mengatakan bahwa semua pihak tentu mendambakan tatanan masyarakat yang baik (good society) serta negara atau negara yang baik (good country).

Indonesia, lanjutnya, merupakan negara majemuk. Masyarakatnya memiliki berbagai perbedaan. Dari mulai agama, suku, dan etnis.

Perbedaan juga mencakup sisi paham dan aliran politi mau pun ideologi. Pula, dari segi strata sosial ekonomi masyarakat.

Di satu sisi, kata SBY, kemajemukan merupakan suatu anugerah. Namun di sisi yang lain, merupakan suatu kerawanan dan sumber konflik.

Merujuk dari kondisi tersebut, SBY menyebut tidak ada resep ajaib untuk menjaga persatuan dan kerukunan. “Kecuali secara sadar kita memperkuat dua nilai fundamental dan kemudian menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Apa itu?” kata SBY

Pertama adalah kasih sayang (love), dan bukan kebencian (hatred), Kedua adalah rasa persaudaraan (brotherhood) yang kuat di antara kita, sesama bangsa Indonesia,dan bukan membangun jarak dan permusuhan (hostility) diantara masyarakat yang berbeda identitas.

Menurut SBY, semua pihak harus turut bertanggung jawab untuk melunturkan rasa permusuhan yang menguat beberapa tahun terakhir.

“Untuk menghentikan dan membalikkan fenomena dan arus yang salah ini untuk selanjutnya kembali ke arah yang benar,” kata SBY.

Selanjutnya, SBY meminta masyarakat Indonesia mendukung pemerintahan hasil Pemilu 2019. Dia berharap pidato kontemplasinya dapat melengkapi agenda pemerintahan selanjutnya dalam menjaga persatuan dan kerukunan.

“Tak ada perjalanan dan pembangunan bangsa yang bebas dari rintangan, termasuk dinamika dan pasang surutnya,” kata SBY.

“Saya mengajak saudara-saudara kami rakyat Indonesia untuk memberikan kesempatan dan dukungan kepada pemimpin dan pemerintahan yang baru agar sukses dalam mengemban amanah rakyat,” lanjutnya. (tst/bmw)/cnnindonesia/if