DUNIA: Pesan Damai dari Seluruh Dunia

Sumber: dw.com

Di tengah meningkatnya ketegangan global, beberapa perwakilan dari berbagai agama dan kepercayaan di seluruh dunia menyebarkan pesan perdamaian.

Kiran Kaur, Sikh, Inggris

“Pengampunan atau pemaafan mengarah pada rekonsiliasi. Rekonsiliasi mengarah pada perdamaian.”

 Deutschland Religions for Peace Konferenz in Lindau | Raoni Metuktire (DW/A. Purwaningsih )

Raoni Metuktire, Ancestrais dari Kayapo Amazon, Brasil

“Untuk menghindari konflik, manusia harus berteman satu sama lain. Manusia tidak bisa menjadi musuh satu sama lain. Tuhan menciptakan gunung untuk setiap orang. Tuhan memikirkan semua hal baik untuk anak-anak-Nya, kita juga harus memikirkan hal-hal baik tentang satu sama lain.”

Paskarakurukkal, Hindu, Germany
Paskarakurukkal, Hindu, Germany (DW/A. Purwaningsih)

Paskarakurukkal, Hindu, Jerman

“Perdamaian sangat penting bagi semua orang di dunia. Kedamaian adalah keinginan setiap orang. Jika setiap orang berpikir tentang perdamaian, maka langkah demi langkah seluruh dunia akan membawa kedamaian.”

Lindau Religions for Peace Alhaj Ishaq Kunle (DW/A. Purwaningsih)
Alhaj Ishaq Kunle, Islam, Nigeria

“Saya ingin mengajak orang-orang beragama di dunia untuk menghindari ucapan kebencian, yang biasanya menjadi bola salju menuju krisis dan bahkan dapat menyebabkan perang. Sebaliknya, mereka harus mengkhotbahkan perdamaian dan hidup berdampingan secara damai setiap saat.”

Haile Fudu Bahai Südafrika (DW/A. Purwaningsih)
Haile Fudu, Baha’i, Afrika Selatan

“Perdamaian tidak hanya mungkin, tetapi dapat dihindari- Ini adalah tahap selanjutnya dalam evolusi planet ini. Bumi hanyalah ‘satu negara’ dan umat manusia adalah warga negaranya. Terserah kita untuk menentukan berapa lama untuk mencapai perdamaian. Dengan upaya kolektif dan komitmen terhadap nilai-nilai spiritual, kita dapat mempercepat proses kritis ini.”

Deutschland Religions for Peace Konferenz in Lindau | Rev’s Jaques Boston (DW/A. Purwaningsih )

Rf.Rev’s Jaques Boston, Anglikan, Guinea-Conakry

“Jika tdak ada kedamaian, maka tidak ada perkembangan. Jika tidak ada perkembangan, tidak ada manusia.”

Deutschland Religions for Peace Konferenz in Lindau | Paskarakurukkal (DW/A. Purwaningsih )

Imam Essan Secundar, Islam, Belgia

“Damai berarti mencintai, menghormati, dan menerima perbedaan-perbedaan kita. Mari mengesampingkan perbedaan-perbedaan ini dan lebih menonjolkan kesamaan kita.”

Tansania Kishor Thakrar, Hindu (DW/A. Purwaningsih)

Kishor Thakrar, Hindu, Tanzania

“Kita harus saling memahami dan tetap bersama dalam damai untuk kemajuan masyarakat pada umumnya.”

Deutschland Religions for Peace Konferenz in Lindau | Saiful (DW/A. Purwaningsih )

Mohamad Saiful, Islam, Singapura

“Kedamaian seharusnya tidak menjadi kemewahan, tetapi kenyataan bagi semua orang, hidup saat ini dan di masa depan.”

Deutschland Religions for Peace Konferenz in Lindau | Rabbi Marcelo Bater (DW/A. Purwaningsih )

Rabi Marcelo Bater, Yahudi, Argentina

“Kerja sama dan dialog di antara orang-orang adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian.”

Ayatollah Ahmad Moballeghi Religions for Peace Lindau (DW/A. Purwaningsih)

Ayatollah Ahmad Moballeghi, Syiah, Iran

“Allah menyebutkan dalam Kitab Suci atau Al-Qur’an bahwa perdamaian itu benar-benar baik.”

Lindau Religions for Peace Kosho Niwano (DW/A. Purwaningsih)

Kosho Niwano, Buddha, Jepang

“Dunia kita kaya karena keberagaman. Kita harus membagikan kekayaan kita melalui keberagaman. Begitulah cara kita membangun perdamaian di dunia.”

Lindau Religions for Peace Antonymy Thomai (DW/A. Purwaningsih)

Antonysamy Thomai, Katolik, India

“Damai adalah suatu kerinduan bagi setiap manusia, yang dapat memberikan keamanan dan dapat membuat hidup menjadi bermakna. Begitulah cara kita membangun dunia yang damai.”

Lindau Religions for Peace Dominique Rankin (DW/A. Purwaningsih)

Grand-Father Dominique Rankin, Algonquin, Kanada

“Kedamaian adalah sesuatu yang harus kamu kerjakan sebelumnya di dalam dirimu. Kenali siapa diri Anda, bicaralah pada diri sendiri terlebih dahulu jika Anda membutuhkan kedamaian dan kemudian Anda dapat membantu orang lain untuk membangun perdamaian. Kami menyebutnya untuk menemukan cinta.” (Ayu Purwaningsih)/dw.com/swh