PIALA AFF U-18: Misi “Garuda Muda” Menghindari Bahaya

Sejumlah pemain Indonesia U-18 melakukan latihan di Lapangan Becamex Binh Duong, Vietnam, Selasa (13/8/2019). Indonesia akan menghadapi Myanmar pada laga terakhir penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. (Sumber: Kompas/ANTARA/YUSRAN UCCANG)

Ho Chi Minh, Baranews.co – Laga terakhir fase penyisihan grup yang akan dijalani tim nasional Indonesia U-18 di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam, Rabu (14/8/2019), sangat krusial. Tim “Garuda Muda” wajib mengalahkan Myanmar pada laga tersebut agar keluar sebagai juara Grup A dan tidak berjumpa dengan tim terkuat Grup B pada babak semifinal.

Indonesia dan Myanmar sudah dipastikan lolos ke semifinal sehingga laga terakhir nanti hanya untuk menentukan posisi juara grup. Kedua tim masing-masing sudah mengantongi 12 poin sedangkan tim-tim lainnya seperti Timor Leste dan Laos tidak bisa lagi mengejar karena baru mengumpulkan enam poin. Adapun Filipina dan Brunei Darussalam bahkan belum mengantongi poin.

DOKUMENTASI PSSI

Para pemain tim nasional Indonesia U-18 menjalani pemulihan kebugaran dengan berenang saat jeda pertandingan Piala AFF U-18 di Vietnam, Selasa (13/8/2019). Tim asuhan pelatih Fakhri Husaini tersebut akan melawan Myanmar pada laga terakhir grup A, Rabu (14/8), untuk perebutan juara grup.

Tim yang tampil sebagai juara Grup A bakal mendapat keuntungan karena akan menghadapi tim peringkat kedua Grup B. Sebaliknya, jalan bagi tim peringkat kedua Grup A bakal lebih terjal karena bertemu tim juara Grup B. Malaysia untuk sementara berada di puncak Grup B dengan 9 poin setelah melibas Australia 3-0 di Stadion Thanh Long, Ho Chi Minh, Selasa (13/8/2019).

Malaysia menebar ancaman kepada tim-tim lain saat meraih kemenangan tersebut. Mereka memiliki serangan-serangan mematikan dari tendangan bola mati dan umpan dari sektor sayap. Lini pertahanan mereka yang sangat rapat cukup menyulitkan Australia untuk mendapatkan ruang tembak.

Selain itu, para pemain Malaysia mampu memprovokasi para pemain Australia. Beberapa kali pemain Australia tidak mampu menahan emosi dan keributan kecil terjadi. Apabila sudah kebobolan terlebih dulu ketika menghadapi Malaysia, maka akan sulit untuk mengatasi ketertinggalan itu.

Pelatih timnas Malaysia, Brad Maloney, mengatakan bahwa kedisplinan menjadi faktor penentu kemenangan timnya. “Kami bisa tetap menjalankan strategi yang kami rancang dan para pemain bisa menerapkannya dengan baik,” ujar Maloney seperti dilansir AFF melalui laman Twitter-nya.

DOKUMENTASI PSSI

Para pemain tim nasional Indonesia U-18 menjalani pemulihan kebugaran dengan berenang saat jeda pertandingan Piala AFF U-18 di Vietnam, Selasa (13/8/2019). Tim asuhan pelatih Fakhri Husaini tersebut akan melawan Myanmar pada laga terakhir grup A, Rabu (14/8), untuk perebutan juara grup.

Namun, posisi Malaysia di puncak klasemen belum aman. Australia saat ini juga mengumpulkan 9 poin dan bisa menggusur posisi Malaysia jika mengalahkan Singapura pada laga terakhir, Kamis (15/8/2019). Sementara Malaysia juga masih berpeluang mempertahankan posisi juara grup jika mengalahkan tim yang baru mendapat satu poin, yaitu Thailand, pada laga terakhirnya. Malaysia tinggal mempertahankan keunggulan jumlah selisih gol atas Australia yang kini terpaut satu gol.

Namun, Vietnam bisa menjadi kejutan jika mereka menang atas Kamboja di laga terakhir. Tim tuan rumah itu kini mengumpulkan tujuh poin setelah kemarin bermain 0-0 dengan Thailand. Posisi Vietnam ini, memaksa Malaysia dan Australia memburu kemenangan di laga terakhir.

Bagaimanapun juga, Malaysia sudah membuktikan bahwa mereka tim yang lebih kuat dibandingkan Australia dan saat ini merupakan kandidat terkuat juara Grup B. Wajar apabila Indonesia maupun Myanmar berusaha menghindari Malaysia pada semifinal.

Adapun Australia juga tidak bisa diremehkan karena selama empat laga terakhir mereka sudah mencetak 12 gol. Namun, mereka juga memiliki kelemahan di lini pertahanan. Kamboja, Vietnam, dan Thailand tetap bisa membobol gawang Australia pada laga-laga sebelumnya.

Skuad Australia kali ini juga berbeda dengan skuad yang pernah menyingkirkan Garuda Muda pada babak perempat final Piala Asia U-16 2018 lalu. Skuad Australia yang bermain untuk Piala Asia itu kini tengah fokus menghadapi Piala Dunia U-17 di Brasil pada Oktober mendatang.

Mirip Laos

Pelatih timnas U-18 Indonesia, Fakhri Husaini, optimistis timnya bisa mengalahkan Myanmar yang memiliki karakter seperti Laos yang sudah kalah dari Indonesia 1-2, Senin (12/8/2019). Myanmar diprediksi akan bermain menekan, keras kepala, dan berani duel. “Saya harap anak-anak bisa memetik pelajaran dari laga sebelumnya (kontra Laos). Pemain harus bisa beradaptasi dan merespon dengan cepat karakteristik permainan lawan,” ujar Fakhri seperti dilansir PSSI.

Pada Selasa kemarin, Fakhri berupaya memulihkan kondisi fisik pemain dengan kegiatan berenang. Saat menghadapi Myanmar, Fakhri juga berencana untuk merotasi pemain sesuai kondisi fisik pemain dan kebutuhan strategi.

Hanya ada satu pemain, yaitu Mochamad Supriadi, yang sedang mengalami cedera engkel kanan ketika menghadapi Laos. “Kami lihat perkembangan. Kalau cedera ini merupakan cedera ulangan, kemungkinan (Supriadi) tidak dapat bermain melawan Myanmar,” ujar dokter timnas U-18 Syarif Alwi. (HERPIN DEWANTO PUTRO)/Kompas Cetak