Dana untuk Ahli Waris Korban Kecelakaan Boeing 737 MAX Dibagikan Oktober

Anggota keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dengan menumpang kapal Angkatan Laut mengunjungi lokasi kecelakaan di lepas pantai Karawang, Jawa Barat, 6 November 2018. (Sumber: VOA Indonesia/AFP)

Washington DC, Baranews.co – KBRI Washington, D.C. telah mengadakan klarifikasi dan konfirmasi kepada manajemen Boeing Company dan pengacara yang ditunjuk oleh Boeing tentang rencana pendistribusian dana 50 juta dolar AS untuk korban kecelakaan Boeing 737-8MAX di Indonesia dan Etiopia.

Kata Duta Besar RI untuk Amerika Mahendra Siregar, dalam siaran pers KBRI (12/8), langkah tersebut diambil untuk memperoleh informasi yang akurat, tepat dan dari sumber langsung.

Berdasarkan komunikasi dan pertemuan yang dilakukan oleh Atase Perhubungan, Kenneth Feinberg dan Camille Biros, telah ditunjuk oleh Boeing untuk mendistribusikan 50 juta dolar AS kepada 346 ahli waris korban akibat kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-8 MAX secara merata, 189 dari Indonesia dan 157 dari Ethiopia.

Duta Besar Indonesia untuk AS, Mahendra Siregar, berbicara di seminar “ASEAN Matters for America and America Matters for ASEAN” di Washington, Juli 2019. (Foto: Sok Khemara/VOA)
Duta Besar Indonesia untuk AS, Mahendra Siregar, berbicara di seminar “ASEAN Matters for America and America Matters for ASEAN” di Washington, Juli 2019. (Foto: Sok Khemara/VOA)

Dana AS$50 juta ini merupakan bantuan keuangan jangka pendek kepada ahli waris. Setiap ahli waris diperkirakan akan menerima AS$145.000, dan hal ini di luar proses litigasi yang sedang berjalan. Ahli waris harus membuktikan Surat Keterangan ahli waris yang sah sesuai hukum nasional masing-masing negara (Indonesia dan Etiopia).

Kata KBRI selanjutnya, ahli waris dapat secara langsung menerima dari pengacara Boeing Company (Kenneth Feinberg dan Camille Biros), atau dapat diwakilkan kepada pengacara yang dipilih oleh ahli waris.

Rencana pendistribusian akan dimulai pada sekitar pertengahan Oktober 2019, tergantung kepada kecepatan penyiapan Surat Keterangan Ahli Waris. [ii/pp]/Isa Ismail/VOA Indonesia/swh