Fortnite World Cup: Piala Dunia Video Gim Terbesar dengan Hadiah Puluhan Miliar Rupiah

Panggung final Piala Dunia di New York. (Sumber: BBC News Indonesia)

Final Fortnite World Cup atau Piala Dunia para pemain video gim Fortnite diadakan di sebuah stadion di New York dengan hadiah mencapai 3 juta dolar AS atau sekitar Rp 42 miliar.

New York, Baranews.co – Pemenangnya akan mendapatkan hadiah uang lebih dari yang diterima Simona Halep dan Novak Djokovic saat memenangkan kejuaraan Wimbledon di Inggris.

Empat puluh juta pemain akan berusaha lolos dalam kompetisi online selama lebih 10 minggu tapi hanya 100 finalis perseorangan yang berpeluang mendapatkan hadiah besar di Flushing Meadows, dengan babak final berlangsung dari Jumat (26/07) sampai Minggu (28/07).

Dengan hadiah total sebesar US$30 juta atau Rp420 miliar, jumlah hadiah akan menjadi yang terbesar yang pernah diberikan dalam acara e-sports sejauh ini.

Semua finalis akan membawa pulang sedikitnya US$50 ribu atau Rp699 juta, sementara juara kedua, ketiga dan keempat bakal menjadi miliarder.

Benjyfishy                         GETTY IMAGES
                         Benjyfishy di panggung New York.

Benjy, 15 tahun – nama julukan: Benjyfishy – dari Sunbury adalah salah satu pemain gim asal Inggris yang berhasil mencapai final.

Berbicara di hotelnya di New York, dia mengatakan ini adalah puncak dari latihan delapan jam setiap hari selama lima bulan terakhir. Jika menjadi pemenang, Benjy berencana membelikan keluarganya rumah. Tetapi dia mengaku merasa gugup.

“Akan menjadi agak berbeda ketika saya di panggung karena saya tidak pernah ada di panggung sebesar itu sebelumnya,” katanya.

“Saya hanya bermain di kamar tidur saya, pastinya akan berbeda, tetapi saat ini saya sangat percaya diri karena saya sudah berlatih begitu lama. Dalam dua minggu terakhir, saya berlatih 12 jam setiap hari.”

Kyle,
Kyle, dikenal di Fortnite sebagai Mongraal, yakin bahwa dirinya akan bermain dengan baik.

Pemain dari Inggris adalah Kyle, 14 tahun. Dikenal dengan nama Mongraal, ia telah menjadi pemain pro sejak umur 13 tahun.

“Ini lebih serius dari pada yang dipikirkan orang,” katanya.

“Diperlukan kerja keras untuk masuk kualifikasi, jadi bukannya bermain gim untuk senang-senang. Saya bermain paling tidak 8-10 jam per hari selama berbulan-bulan agar dapat berada disini.”

Kejuaraan ini akan diikuti pemain yang berasal lebih dari 30 negara, 70 orang di antaranya dari AS, 14 dari Prancis dan 11 orang dari Inggris.

Pada hari Kamis, para pemain diberikan tur di arena tempat kompetisi akan diadakan.

Panggung dua tingkat didirikan dan dikelililingi oleh komputer. Setiap pemain dapat bertanding di tempat yang persis sama dengan yang ada di rumahnya. Mouse, keyboard dan pengontrol gim sama dengan yang mereka biasa pakai. Layar raksasa akan menunjukkan aksi para gamers untuk penonton.

Puluhan ribu penggemar akan memadati Arthur Ashe Stadium – yang biasanya dipakai untuk turnamen tenis AS Terbuka – jutaan lainnya diperkirakan akan menonton lewat internet untuk memberikan semangat kepada para bintang gim tembak-tembakan yang sangat populer ini.

Acara ini juga menandai peringatan dua tahun sejak peluncuran gim ini.

Fortnite menerapkan sistem battle royale, yang berarti semua pemain di dalamnya adalah musuh. Ia melibatkan 100 pemain yang dijatuhkan di sebuah pulau tempat mereka harus menemukan senjata, mendirikan bangunan, dan membinasakan yang lain, sampai akhirnya hanya satu pemain yang ada di posisi teratas.

Fortnite di TwitchCon 2018.                         GETTY IMAGES
                         Kerumunan penggemar menonton kompetisi Fortnite di TwitchCon 2018.

Klimaks dari babak final akan melahirkan Juara Dunia pertama untuk gim ini, dan kesempatannya terbuka lebar dengan 30 pemain dipandang berpeluang untuk menang.

Turner Tenney, 22 tahun, bakal menarik perhatian. Dikenal di dunia maya dengan nama Tfue, ia diikuti lebih dari 11 juta orang di YouTube dan 6,6 juta orang di situs streaming game Twitch.

Namun demikian, persaingan untuk mencapai final sangatlah ketat. Pemain selebriti Fortnite terpopuler, Ninja, tidak lolos. Juga tidak terdapat finalis perempuan, dengan mayoritasnya adalah anak laki-laki di bawah umur 16 tahun.

Selain menentukan juara perseorangan, pada akhir pekan ini juga akan digelar kompetisi pasangan yang tak kalah ketatnya. Lima puluh tim beranggotakan dua orang akan berjuang untuk mengalahkan yang lainnya, dan sang pemenang akan mendapatkan US$3 juta atau Rp41 miliar untuk dibagi dua.

Benjy Fish adalah satu dari 18 pemain yang berkompetisi di kejuaraan solo dan duet.

Pasangan duetnya, Martin Foss Anderson, dengan nama main MrSavage, akan menjadi saingannya pada hari Minggu karena keduanya ikut dalam nomor perseorangan. Anak berumur 14 tahun dari Norwegia ini memilki tim pribadi yang tediri dari koordinator media sosial, manajer, dan pelatih fisik dan mental.

Dia mengatakan dirinya tidak gugup karena sudah terbiasa melakukan streamingpertandingannya di depan penonton dalam jumlah besar.

“Menjadi Juara Dunia akan sangat menggembirakan. Karena itulah saya bermain secara kompetitif, untuk menang,” imbuh remaja itu.

Turnamen ini adalah bagian dari usaha Epic Games, perusahaan di belakang Fortnite, untuk masuk ke industri e-sports yang sedang tumbuh pesat.

Menurut laporan terbaru analis Newzoo, 2019 menandai tonggak pasar e-sportsdunia, yang pemasukannya untuk pertama kali akan melewati angka triliunan Rupiah, sebagian besar berasal dari sponsor dan hak media.

Peneliti memperkirakan pemirsa e-sports di seluruh dunia akan tumbuh sampai 453,8 juta tahun ini .

Epic membuat geger dunia e-sports ketika pada tahun 2018 lalu mengumumkan bahwa mereka akan memberikan total hadiah sebesar US$100 juta atau Rp1,3 triliun pada kejuaraan tahunannya, jauh lebih besar daripada kejuaraan video gim lainnya.

Mereka mencapai angka yang sama pada tahun 2019, dan memecahkan rekor pada satu acara dengan memberikan hadiah keseluruhan US$30 juta atau Rp419 miliar.

gaming                         LIONEL BONAVENTURE/AFP/GETTY IMAGES

Semua itu terjadi sementara beberapa orang di industri gim berpendapat Fortnite sudah mencapai puncaknya. Meskipun demikian, gim ini ternyata masih digemari para pemain dan penonton. Gim-gim battle royale lain seperti Apex Legends juga menarik perhatian para pemain.

Fortnite bisa dimainkan secara cuma-cuma namun gim itu menjual berbagai benda yang diperkirakan memberi pemasukan ratusan juta dolar per bulan.

Status Fortnite World Cup sebagai pemberi hadiah keseluruhan terbesar kemungkinan tidak akan berlangsung lama.

Turnamen tahunan DOTA 2 yang ke sembilan, The International, akan diadakan di Shanghai bulan depan. Kejuaraan ini sepertinya akan memberikan hadiah senilai 30,2 juta  dolar AS atau Rp 422 miliar karena para penggemar mengadakan kampanye untuk mengumpulkan lebih banyak uang. (BBC News Indonesia)/swh