SEPAK BOLA: Pelajaran dari Ronaldo dan Neymar

Penyerang Juventus asal Portugal, Cristiano Ronaldo. Foto diambil pada 22 Januari 2019. (Sumber: Kompas/AFP/OSCAR DEL POZO)

Las Vegas, AS, Baranews.co – Popularitas dan harta yang melimpah menjadi kelebihan pemain sepak bola untuk memikat lawan jenis. Namun, tak jarang mereka lupa diri sehingga harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Ini seperti dialami megabintang lapangan hijau, Cristiano Ronaldo dan Neymar Junior.

Pada Senin (22/7/2019), Ronaldo memang sudah divonis tidak bersalah atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap mantan model dan guru bernama Kathryn Mayorga di Las Vegas, Amerika Serikat, yang terjadi 10 tahun lalu.

Jaksa wilayah di Nevada, Steve Wolfson, mengatakan, Ronaldo bebas karena klaim Mayorga tidak dapat dibuktikan dalam persidangan.

”Detektif tidak dapat mencari dan menyita bukti forensik vital. Selain itu, bukti video yang menunjukkan interaksi antara korban dan pelaku sebelum serta setelah dugaan kejahatan hilang,” kata Wolfson.

Meski demikian, mencuatnya kasus itu sempat menjatuhkan reputasi Ronaldo.

Kasus ini berawal ketika Mayorga menelepon polisi Las Vegas pada 13 Juni 2009. Ia melaporkan bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual dan polisi pun membawanya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Akan tetapi, Mayorga menolak memberikan identitas orang yang telah menyerangnya.

AFP/ROSLAN RAHMAN

Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo (kanan), berusaha menendang bola dengan penjagaan bek Tottenham Hotspur, Kyle Walker-Peters, pada turnamen International Champions Cup di Singapura, Minggu (21/7/2019). Spurs mengalahkan Juventus, 3-2.

Setelah menjalani proses hukum, Mayorga dan Ronaldo mencapai kesepakatan untuk menutup kasus ini secara damai pada 2010. Pada 28 Agustus 2018, Mayorga membuka kembali kasus ini dan mengatakan bahwa Ronaldo adalah orang yang melakukan pelecehan seksual kepadanya.

Pengacara Ronaldo, Peter Christiansen, mengakui bahwa keduanya telah melakukan hubungan seks pada Juni 2009. Namun, dia membantah peristiwa tersebut adalah pemerkosaan.

Sementara pengacara Mayorga, Leslie Mark Stovall, mengatakan, Mayorga bertemu Ronaldo di sebuah kelab malam di Las Vegas. Setelah pertemuan itu, Ronaldo memerkosa Mayorga di Palms Hotel and Casino.

Dalam gugatannya di pengadilan Nevada, Mayorga mengaku dirinya ditekan untuk menandatangani perjanjian agar tetap diam dengan imbalan 375.000 dollar AS (Rp 5,2 miliar) demi melindungi reputasi Ronaldo. Jumlah uang tersebut sangat mudah diberikan Ronaldo mengingat ketika masih bermain di Real Madrid, ia memperoleh gaji 365.000 euro yang nilainya setara dengan Rp 5,7 miliar per minggu.

Stovall mengaku, Mayorga tidak pernah ingin namanya dipublikasikan. Namun, sebuah media membongkar kasus pertemuan Mayorga dengan Ronaldo pada 2017 sehingga ia cemas dan membuka kasus ini kembali setelah mendapat dukungan dari gerakan untuk melawan pelecehan seksual #MeToo.

Terkait dengan imbalan yang telah diberikan Ronaldo, Mayorga mengaku bahwa trauma emosionalnya pada saat itu tidak memungkinkan dirinya dapat berpartisipasi dalam proses mediasi.

Setelah Mayorga membuka kasus ini kembali, Ronaldo mengecam orang yang telah mengkritik dan mengekspos kehidupan pribadinya. Dia mengatakan, orang yang menuduhnya akan mendapatkan balasan yang setimpal.

”Saya tahu siapa saya dan apa yang saya lakukan. Kebenaran akan keluar,” kata Ronaldo kepada majalah France Football.

Neymar

Kasus yang dialami Ronaldo juga tengah dialami bintang sepak bola asal Brasil, Neymar Junior. Pada Juni 2019, polisi Brasil menginterogasi Neymar selama lima jam setelah ada laporan pemerkosaan dari model asal Brasil, Najila Trindade.

AFP/MIGUEL SCHINCARIOL

Bintang Brasil, Neymar Junior, merayakan gol pada pertandingan amal untuk kegiatan Neymar Junior Institute di Praia Grande, Sao Paulo, Brasil, 13 Juli 2019. Neymar harus berurusan dengan polisi karena dituduh memerkosa model asal Brasil di Paris, Perancis.

Kasus ini diketahui publik karena Trindade mengungkapkan kasus tersebut di sebuah saluran televisi. Ia juga mengungkapkan bahwa polisi berusaha menghilangkan barang bukti berupa sebuah video pendek yang ada di gawainya. Ia pun menyebarkan hasil percakapan dirinya dengan Neymar dan foto-foto ketika bersama Neymar di media sosial serta televisi.

Trindade mengaku diperkosa oleh Neymar di sebuah hotel di Paris, Perancis, pada Mei setelah berkenalan melalui media sosial.

Namun, Neymar membantah tuduhan tersebut dan berbalik menuduh Trindade telah berusaha memeras dengan menjebaknya.

Hingga kini polisi masih menginvestigasinya. Yang jelas, akibat kejadian itu, Neymar terancam ditinggalkan sponsornya.

Sebelum kasus kedua bintang tersebut, sejumlah bintang sepak bola, seperti bintang Perancis, Franck Ribery dan Karim Benzema, terjerat kasus yang mirip.

Mereka harus berurusan dengan hukum karena membayar gadis di bawah umur untuk berhubungan seksual. Akan tetapi, mereka dinyatakan tidak bersalah pada 2014 karena tidak mengetahui bahwa umur model busana yang dibayarnya untuk berhubungan seksual masih di bawah umur.

Kehancuran karier

Beberapa kasus pelecehan seksual menguap begitu saja seperti kasus yang terjadi pada keempat bintang tersebut. Namun, ada juga kasus yang membuat karier pesepak bola hancur. Ini seperti dialami gelandang Inggris, Adam Johnson.

BBC.COM

Mantan gelandang Sunderland asal Inggris, Adam Johnson.

Johnson berhadapan dengan hukum karena melakukan pelecehan seksual terhadap penggemarnya yang masih berusia 15 tahun pada 2015. Ia dijatuhi hukuman penjara enam tahun pada 2016. Setelah mendapatkan keringanan hukuman, ia bebas dari penjara pada 22 Maret 2019.

Karier pemain yang pernah membela tim nasional Inggris sebanyak 12 kali tersebut hancur. Padahal, ia dipandang sebagai salah satu gelandang Inggris yang dapat menjadi pemain bintang karena memiliki kemampuan menggiring bola yang hebat. Karena kemampuannya tersebut, Manchester City membelinya dari Middlesbrough pada 2010.

Ada pula Ched Evans, pesepak bola asal Wales, yang dinyatakan bersalah pada April 2012 karena memerkosa wanita berumur 19 tahun di sebuah hotel pada Mei 2011 meskipun bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah.

MIRROR.CO.UK

Striker Sheffield United asal Wales, Ched Evans.

Evans sempat menjalani setengah dari hukuman penjara selama lima tahun. Dia dibebaskan pada Oktober 2016 setelah pengadilan membatalkan putusan tersebut dan Evans dinyatakan tidak bersalah.

Setelah bebas, Evans yang ingin kembali ke lapangan hijau mendapatkan penolakan dari pendukung Sheffield United yang ingin merekrutnya kembali.

Dia pun bergabung dengan Chesterfield. Pada 2017, Sheffield merekrut kembali Evans dan musim lalu dipinjamkan ke Fleetwood. Kesempatan Evans memperbaiki kariernya kembali terbuka setelah Sheffield promosi ke Liga Premier Inggris musim lalu. (AFP/REUTERS/AP)/PRAYOGI DWI SULISTYO/Kompas Cetak