AS-IRAN: Washington Klaim Tembak Drone di Selat Hormuz, Iran Bantah Kehilangan

Sumber: dw.com

Ketegangan di Kawasan Teluk meningkat lagi Jumat (19/7) setelah AS mengatakan telah menghancurkan sebuah drone Iran yang mengancam kapal perangnya. Iran membantah ada drone yang hilang.

Baranews.co – Kapal serbu amfibi USS Boxer “mengambil tindakan defensif” terhadap pesawat tak berawak Iran hari Kamis (18/7) untuk “memastikan keamanan kapal dan awaknya,” kata juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan, drone itu “segera dihancurkan” setelah mendekati sekitar 1000 yards (914 meter) ke USS Boxer. “Ini adalah tindakan provokatif yang terbaru dari banyak tindakan bermusuhan oleh Iran, terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional,” tambahnya.

Namun Iran membantah kehilangan pesawat tanpa awak. Juru bicara angkatan bersenjata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi menggambarkan pernyataan Trump sebagai “klaim yang tidak berdasar dan delusi,” demikian dikutip kantor berita Tasnim.

Wakil menteri luar negeri Abbas Araghchi lewat Tweeter mengatakan: “Saya khawatir USS Boxer telah menembak jatuh (drone) mereka sendiri karena kesalahan!”

Donald J. Trump

@realDonaldTrump
I want to apprise everyone of an incident in the Strait of Hormuz today, involving #USSBoxer, a U.S. Navy amphibious assault ship. The BOXER took defensive action against an Iranian drone….

Embedded video

3:13 AM – Jul 19, 2019

Provokasi sana-sini

Konfrontasi itu muncul setelah Iran menahan sebuah “kapal tanker asing” yang diyakini sebagai kapal berbendera Panama Riah dengan 12 awaknya dengan tuduhan menyelundupkan bahan bakar.

“Kapal itu dalam perjalanan membawa bahan bakar selundupan yang diterima dari kapal-kapal Iran di daerah yang lebih jauh ketika dicegat,” kata Garda Revolusi Iran di situs web Sepah News.

Iran bulan Juni menembak jatuh drone pengintai Amerika yang disebutnya melanggar wilayah udara mereka, hal yang dibantah militer AS. Presiden Donald Trump dilaporkan sempat memerintahkan serangan balasan ke beberapa target di iran. namun membatalkannya pada menit-menit terakhir karena pertimbangan akan jatuhnya korban sipil terlalu tinggi.

Awal Juli lalu, Inggris menahan sebuah tanker minyak Iran di dekat Gibraltar, yang diduga sedang membawa minyak dari iran menuju Suriah, kegiatan yang melanggar sanksi ekonomi AS terhadap negara itu.

Iran mengecam penahanan itu sebagai “pembajakan”. Seminggu kemudian, kapal-kapal Angkatan Laut Iran sempat mengancam sebuah kapal tanker Inggris di kawasan Teluk dan bermaksud menggiringnya ke perairan Iran untuk ditahan, namun kapal perang Angkatan Laut Inggris mengintervensi dan menghadang kapal-kapal Iran yang kemudian berbalik.

AS kemudian menyerukan kepada aliansinya untuk membentuk armada internasional mengawal kapal-kapal komersial yang mengangkut minyak dari Kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.

Selat HormuzSelat Hormuz

Iran siap berdialog

Kepala Komando Sentral AS Kenneth McKenzie hari Kamis mengatakan akan bekerja “secara agresif” dengan para mitra untuk memastikan kebebasan navigasi di perairan Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif hari Rabu (17/7) di PBB menuduh Washington telah mengobarkan “terorisme ekonomi” dan menuntut AS mencabut sanksi-sanksi ekonominya. Namun Iran menyatakan tetap siap melakukan pembicaraan dengan AS untuk menyelesaikan sengketa.

Presiden AS Donald Trump tahun lalu mengumumkan penarikan diri secara sepihak dari Kesepakatan Atom Iran dari tahun 2015. Trump setelah itu memberlakukan kembali sanksi-sanksi ekonomi yang sebelumnya dicabut setelah kesepakatan ditandatangani. Prancis, Inggris dan Jerman selama ini mendesak agar Kesepakatan Atom tetap dipertahankan, namun AS tidak mengindahkan seruan itu. [hp/vlz (afp, rtr, ap)]/dw.com/swh