Gempa di Manado dan Ternate: Magnitudo 7, Warga Panik dan Lakukan Evakuasi

Sumber: BBC Indonesia/GOOGLE

Gempa dengan magnitudo 7 yang berpusat di Laut Maluku pada Minggu (07/07) malam menyebabkan kepanikan warga di Ternate, Maluku Utara.

Ternate, Baranews.co – “Sebagian besar warga panik, mereka langsung melakukan evakuasi mandiri ke arah ketinggian, yang dianggap aman,” kata Mansur P. Hali, kepada Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kota Ternate, kepada “BBC News Indonesia“.

“Terasa kuat sekali guncangannya,” kata Mansur .

Ia baru saja tertidur ketika gempa terjadi. Ia kemudian terbangun dan mengajak seluruh keluarga untuk menyelamatkan diri.

Di jalan, ia melihat banyak warga dan membantu mengatur jalan agar tidak macet.

Mansur mengatakan di kawasan tempat tinggalnya belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun ia akan terus memantau situasi di lapangan.

Terutama di kawasan Ternate bagian barat yang berhadapan langsung dengan Laut Maluku, kata Mansur.

Kepanikan juga terjadi di Manado, Sulawesi Utara, yang terletak di barat Laut Maluku.

Video yang beradar media sosial memperlihatkan warga menyelamatkan diri.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami untuk kawasan pantai di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Namun beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 02:05 WIB, BMKG menyatakan peringatan tsunami telah berakhir.

Pada Senin dini hari, warga yang menyelamatkan diri di Ternate, berangsur kembali ke rumah masing-masing, kata Mansur Mahli, pejabat BPBD setempat.

Gempa terjadi di kedalaman 24 kilometer dan berada di perairan Laut Maluku antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara, menurut informasi yang dikeluarkan badan geologi Amerika Serikat, USGS.

USGS menyebut kekuatan gempa adalah 6,9.

Informasi yang diunggah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter resmi badan ini menyebutkan pusat gempa berada 136 kilometer di barat daya Ternate.

BMKGmengeluarkan peringatan dini tsunami sekitar pukul 22.22 WIB.

Warga di Ternate, Budi Nurgianto, kepada kantor berita AFP mengatakan bahwa ia dan warga di Ternate panik ketika gempa mengguncang.

“Saya tengah bersiap untuk tidur ketika jendela mulai bergetar,” kata Budi.

Ia menuturkan guncangannya sangat keras dan ia bersama tetangga menyelamatkan diri dengan keluar rumah.

Tahun lalu, gempa dengan magnitudo 7,5 terjadi di Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah, menyebabkan tsunami dengan korban meninggal tak kurang dari 2.200 orang.

Pada 28 Desember 2004, gempa dahsyat dengan magnitudo 9,1 menimbulkan tsunami di kawasan ujung barat Indonesia dengan korban meninggal di Aceh mencapai 168.000 orang.

Di kawasan, gempa ini menyebabkan tak kurang dari 220.000 orang meninggal dunia. (BBC News Indonesia)/swh