Istana: Jokowi Tak Mau Menteri yang Cuma Pandai Berencana

Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo ungkap kriteria menteri Jokowi. (Sumber: CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Jakarta, Baranews.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai bertemu partai politik pendukungnya setelah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai pemenang Pilpres 2019. Jokowi ingin menyerap aspirasi dari partai pengusungnya dalam membentuk pemerintahan periode kedua.

Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo, mengatakan langkah Jokowi tersebut merupakan hal wajar setelah resmi bersama Ma’ruf Amin ditetapkan sebagai pemenang.

“Karena ini satu medium untuk kemudian menyerap aspirasi yang terkait dengan proses politik ke depan, terutama pembentukan pemerintahan jilid dua ini bersama Pak Ma’ruf Amin,” kata Eko (3/7).

Sejauh ini baru Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sudah bertemu dengan Jokowi.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto mengajak ketua DPD Golkar se-Indonesia bertemu pada Senin (1/7), sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar membawa ketua DPW PKB se-Indonesia (2/7).

“Mungkin akan diikuti yang lainnya terutama partai pengusung,” tuturnya.

Dalam membentuk pemerintahan jilid II ini, kata Eko Jokowi ingin memiliki menteri yang bisa mengeksekusi setiap program kerja yang direncanakan. Keinginan ini juga telah disampaikan langsung oleh mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi adalah cerminan dari gaya kepemimpinan dirinya selama ini, yakni berorientasi pada aksi.

“Jadi intinya adalah bahwa kriteria yang disampaikan presiden itu menteri ini jangan pandai merencanakan, tapi juga mengeksekusi pekerjaan itu,” ujarnya.

Eko mengatakan tak menutup kemungkinan Jokowi akan mempertahankan sejumlah menteri yang dinilai berhasil selama lima tahun belakangan. Menurutnya, Jokowi pun sudah menyampaikan akan tetap memilih Basuki Hadimuljono untuk periode keduanya.

Eko menyebut keinginan Jokowi untuk tetap mempertahankan Basuki bisa menjadi gambaran siapa saja menteri pada Kabinet Kerja ini yang tetap ‘dipakai’ untuk periode 2019-2024.

“Presiden sendiri kan sudah menyampaikan. Contohnya Pak Basuki, ya itu saja yang dipegang. Kalau yang lain kan belum disampaikan Pak Presiden,” tuturnya.

Eko melanjutkan dalam lima tahun ke depan, Jokowi akan memfokuskan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Selain itu, kata Eko, pembangunan infrastruktur masih tetap digenjot pada periode kedua, meski porsinya dikurangi.

“Selain fokus SDM, pembangunan infrastruktur tetap dijalankan, reformasi birokrasi juga masih menjadi fokus utama, kemudian kemaritiman juga masih menjadi fokus pemerintahan,” tuturnya. (fra/DAL)/cnnindonesia/if