Indonesia dan Australia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Bergabungnya dua negara, Indonesia dan Australia menjadi tuan rumah Piala Dunia diyakini bisa mengurangi pengeluaran biaya. (Sumber: ABCA News/AFP: Bay Ismoyo)

Australia sudah mengadakan pertemuan dengan Indonesia untuk secara bersama-sama mengajukan diri menjadi tuan rumah turnamen sepakblola Piala Dunia 2034.

Oleh: Erwin Renaldi

Baranews.co – Dalam pernyataannya, Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) mengatakan pengajuan diri dari kedua negara telah didiskusikan saat pertemuan dewan federasi sepakbola ASEAN di Laos, pekan lalu.

Dua negara jadi tuan rumah Piala Dunia:

  • Jika dua negara jadi tuan rumah piala dunia diyakini akan mengurangi beban biaya pemerintah
  • Australia pernah gagal saat mengajukan tuan rumah Piala Dunia 2022 karena ada skandal
  • FIFA menyambut baik negara-negara ASEAN lainnya ikut mengajukan diri jadi tuan rumah Piala Dunia

“Federasi Sepakbola Australia mengkonfirmasi pihaknya telah mengadakan pertemuan dengan PSSI untuk kemungkinan secara bersama-sama mengajukan diri [jadi tuan rumah] di Piala Dunia 2034,” seperti yang dinyatakan FIFA.

Di Australia sejumlah media melaporkan rencana pengajuan Australia sebagai tuan rumah Piala Dunia bersama di Indonesia sebagai “langkah yang mengejutkan”.

Karena sebelumnya Federasi Sepakbola Australia telah melakukan upaya yang signifikan untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepakbola Perempuan di tahun 2023.

Dilaporkan pemerintah federal Australia telah berkomitmen mengeluarkan hingga AU$5 juta, atau lebih dari Rp 50 miliar untuk bisa mengikuti proses tender Piala Dunia Sepakbola Perempuan tersebut.

Terakhir kali Australia mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia adalah sembilan tahun lalu untuk tahun 2022, yang mengalami kegagalan dan jatuh ke tangan Qatar.

Skandal yang melibatkan mantan ketua Federasi Sepakbola, Frank Lowy dan mantan direktur eksekutif Ben Buckley disebut-sebut menyebabkan mengapa pengajuan diri tersebut tidak membuahkan hasil.

Padahal saat itu pemerintah sudah mengeluarkan biaya untuk mengikuti tender hingga $45 juta, atau lebih dari Rp 450 miliar.

Dengan pengalaman buruk tersebut, sejumlah pihak kembali khawatir atas upaya Australia yang mengajukan kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia yang kali ini maju bersama Indonesia.

Mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama-sama telah dianggap membuat biaya menjadi tuan rumah lebih terjangkau, karena setidaknya ada dua negara yang berbagi biaya sehingga mengurangi pengeluaran satu pemerintahan saja.

Salah satu tantangan jika Australia dan Indonesia menjadi tuan rumah adalah jarak diantara kedua negara, meski sebenarnya berjarak sama antara Kanada dan Mexico yang akan jadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

Sebelumnya sempat beredar Australia akan bermitra bersama Selandia Baru sebagai tuan rumah Piala Dunia, tetapi kecil kemungkinannya karena kedua negara tidak berada dalam konfederasi sepakbola internasional yang sama.

FIFA juga menyambut baik kesempatan bagi negara-negara ASEAN lainnya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, sehingga ada dukungan bagi Vietnam, Thailand, Singapura, atau Filipina bisa ikut mengajukan diri bersama Australia dan Indonesia. (ABC News)/swh