4 Legenda yang Gagal Saat Melatih Mantan Klub, Alarm bagi Chelsea

Filippo Inzaghi saat masih melatih AC MIlan. (Sumber: bolasport.com/TWITTER.COM/THEMILANBIBLE)

Baranews.co – Chelsea wajib mempertimbangkan masak-masak rencana penunjukan Frank Lampard sebagai pelatih karena tak semua legenda klub sukses saat menukangi mantan timnya.

Frank Lampard sedang bernegosiasi dengan petinggi Chelsea terkait rencana klub mengisi kursi kepelatihan seusai ditinggal Maurizio Sarri.

Kemungkinan Lampard kembali ke Stamford Bridge diperkuat dengan penerbitan izin dari klub asuhannya, Derby County, untuk bernegosiasi dengan pihak The Blues.

Jika kesepakatan tercapai, Lampard memperkuat ikatan emosional dengan klub yang dia perkuat sebagai pemain pada 2001-2014.

Namun, kembalinya seorang legenda tidak lantas menjamin peningkatan prestasi klub bersangkutan yang pernah mereka bela.

Setelah merangkum 4 legenda yang sukses saat comebacksebagai pelatih, BolaSport.com kini mengulas contoh 4 legenda yang gagal ketika menukangi klub yang membesarkan mereka.

1. Alan Shearer (Newcastle United)

Alan Shearer sah dipanggil legenda di tiga klub yang pernah dibelanya, Southampton, Blackburn Rovers, dan Newcastle United.

Bersama klub yang disebut terakhir, dia pun punya pengalaman sebagai pelatih, tetapi tidak berakhir baik.

Tiga tahun selepas pensiun, Shearer dapat panggilan mengejutkan untuk menukangi Newcastle di sisa musim 2008-2009.

The Magpies berlomba keluar dari jerat degradasi dengan hanya 8 partai tersisa.

Dalam periode singkat, Shearer gagal dalam misi penyelamatan tersebut dan Newcastle akhirnya terdegradasi.

2. Filippo Inzaghi (AC Milan)

AC Milan punya riwayat cemerlang ketika mempekerjakan dua mantan pemain mereka yang sukses besar sebagai pelatih, yaitu Fabio Capello dan Carlo Ancelotti.

Namun, resep serupa tidak berlaku buat Filippo Inzaghi.

Striker legendaris Italia yang berseragam Rossoneri pada 2001-2012 ini diangkat sebagai pelatih pada Juni 2014 dengan modal pengalaman membesut tim junior AC Milan selama dua tahun.

Ia menggantikan posisi Clarence Seedorf, eks jagoan lain Milan yang dipecat setelah hanya 4 bulan bertugas.

Di balik kemudi, Inzaghi tak secemerlang kariernya sebagai pemain.

Dia hanya meraih 14 kemenangan dalam 40 partai dan finis di peringkat 10 klasemen Serie A, terburuk bagi Milan dalam 17 tahun.

3. Thierry Henry (AS Monaco)

Satu contoh teraktual bahwa predikat legenda saja tak cukup memompa prestasi tim dialami Thierry Henry di AS Monaco musim 2018-2019.

Monaco, klub profesional pertama Henry, mengajaknya mudik guna menjadi pelatih pada Oktober 2018 setelah menukangi tim junior Arsenal dan menjadi asisten di timnas Belgia.

Toh, romansa Henry dengan Monaco cuma berlangsung 3 bulan.

Ia dipecat pada Januari lalu saat Monaco terpuruk di peringkat ke-19 klasemen Liga Prancis.

Sisa pekerjaan buruk Henry diteruskan pelatih yang dia gantikan, Leonardo Jardim, dan Monaco pun selamat dari degradasi di pekan-pekan terakhir.

4. Juan Jose Lopez

Sebagai pemain, Juan Jose Lopez tak terpisahkan dari sejarah River Plate berbekal catatan hampir 500 pertandingan yang dia jalani di masa lalu.

Ceritanya berbeda ketika Lopez memegang kendali kepelatihan River.

Pada 2010, dia disambut meriah saat diangkat sebagai pelatih klub raksasa Argentina tersebut.

Tahun berikutnya, terjadilah bencana. Lopez malah membawa River Plate terdegradasi ke divisi dua untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.

Peristiwa ini sampai memicu kerusuhan yang diakibatkan kemarahan suporter River. (foxsports.com/uefa.com/Beri Bagja/bolasport.com/if).