Setiap Minggu Rata-rata Setiap Orang Menelan Bahan Plastik Seukuran Kartu Kredit

WWF mengatakan sejak tahun 2000 bahan plastik yang diproduksi dunia melampaui jumlah produk dari tahun-tahun sebelumnya. (Sumber: ABC News/Supplied: University of Newcastle, Maddision et al., 2018)

Sebuah penelitian terbaru di Australia menyimpulkan bahwa rata-rata kita menghirup atau menelan lima gram atau satu sendok teh bahan plastik setiap minggu.

Oleh: Ben Millington

Baranews.co – Lima gram plastik itu hampir sama dengan satu sendok teh atau sebuah kartu kredit.

Penelitian ini dilakukan oleh tim riset mikroplastik University of Newcastle di Australia atas pesanan dari Dana Satwa Liar Dunia (WWF).

  • Rata-rata setiap orang menelan dua ribu potongan plastik setiap minggu
  • Sumber bahan plastik terbesar adalah dari air botolan dan air minum keran
  • Dampak kesehatan dari masuknya plastik ke dalan tubuh manusia masih belum diketahui
Penelitian itu mengumpulkan penelitian yang sudah dilakukan 50 peneliti internasional guna memberikan perhitungan akurat mengenai tingkat sampah yang kita telan atau hirup.

Dalam kesimpulannya, mereka mengatakan setiap orang ‘paling kurang’ menelan sekitar dua ribu bahan plastik setiap minggu.

Penelitian ini difokuskan pada bahan plastik yang berukuran sekitar 1 mm, yang merupakan bahan yang paling banyak ditelan manusia.

Air adalah sumber utama

Peneliti dari University of Newcastle Thava Palanisami mengatakan air minum entah dari air botolan maupun dari kran adalah sumber utama masuknya bahan plastik ke dalam tubuh manusia.

“Air mengandung juga serat yang kebanyakan disebabkan karena aktivitas industri.” katanya.

“Serat itu disebarkan bersama bahan kimia lain, dan bisa mengendap dalam air dan kemudian masuk ke air minum.”

Dr Palanisami mengatakan bahwa bahan mikroplastik sekarang ini semakin banyak disebut menjadi bahan yang dikonsumsi oleh manusia.

Sejauh ini tidak ada data khusus mengenai tingkat konsumsi mikroplastik di Australia, namun Dr Palanisami memperkirakan tingkatnya lebih rendah, karena lingkungan yang lebih bersih dibandingkan negara lain.

Dia mengatakan langkah selanjutnya dari penelitian mereka adalah mengkaji dampak kesehatan manusia karena menelan bahan-bahan plastik tersebut.
“Bagaimana dampak nyatanya? Ini yang masih harus dikaji.” kata Dr Palanisami.

Penelitian University of Newcastle tersebut sedianya akan diterbitkan dalam jurnal, namun dipublikasikan lebih awal oleh WWF yang menyerukan aksi lebih besar bagi polusi bahan plastik.

WWF mengatakan bocornya bahan-bahan plastik ke dalam lingkungan dan rantai makanan sejauh ini belum mendapat tanggapan memadai dari pemerintah di berbagai negara.

“Penelitian terbaru ini merupakan peringatan bagi pemerintah dimanapun.” kata Marco Lambertini, Direktur Umum Masalah Internasional WWF.

“Tidak saja bahan plastik mencemari laut, sungai dan membunuh kehidupan laut, namun bahan plastik ini juga masuk ke dalam tubuh kita.”

“Kita memerlukan tindakan segera dari pemerintah, bsinis dan konsumen, dan juga perjanjian global dengan target global untuk mengatasi polusi plastik.”