Wanita Jepang Protes Penghapusan Syarat Gunakan Sepatu Hak Tinggi ke Kantor

Aturan kerja di Jepang adalah bagi karyawan perempuan untuk mengenakan sepatu berhak tinggi ke kantor. (Sumber: ABC News/AP: Tim Ireland)

Di Jepang seorang wanita Yumi Ishikawa meluncurkan kampanye menuntut pemerintah menghapus peraturan perusahaan yang mewajibkan wanita untuk memakai sepatu hak tinggi ke tempat kerja.

Tokyo, Baranews.co – Yumi Ishikawa, seorang aktor dan penulis yang bekerja paruh waktu pada sebuah rumah duka, telah menyerahkan petisi kepada Menteri Perburuhan dimana petisi tersebut telah ditandatangani sekitar 20 ribu orang hari Senin (3/6/2019).
  • #KuToo adalah gabungan dari kata dalam bahasa Jepang yaitu kutsu yang berarti sepatu dan kutsuu yang artinya rasa sakit
  • Ishikawa mengatakan pria dan wanita harus memiliki hak untuk memakai sepatu hak tanpa paksaan
  • Tahun lalu aktris Kristen Stewart menanggalkan sepatunya di karpet merah sebagai bentuk protes

Kampanye yang melawan cara berpakaian ke kantor berdasarkan gender tersebut di Jepang dikenal dengan nama #KuToo, meniru gerakan #MeToo.

Kutoo merupakan penggabungan dari beberapa kata dalam bahasa Jepang yaitu kutsu yang artinya adalah sepatu dan kutsuu yang berarti rasa sakit.

Ishikawa mengatakan aturan memakai hak tinggi pernah menjadi syarat di tempat kerjanya dan baginya telah menjadi “beban” karena dia harus berdiri dan berjalan kemana-mana sepanjang hari.

Dalam petisi daring tersebut, Ishikawa menulis sepatu hak tinggi menyebabkan beragam masalah kesehatan dan juga dapat mengubah bentuk kaki wanita.

Ia menambahkan bahwa pria dan wanita harus memiliki hak memakai hak tinggi bila mereka ingin, tapi seharusnya tidak dipaksa jika tidak mau melakukannya.

Idealnya, kami menghendaki aturan baru, karena menurut saya ini mendesak,” katanya dalam konferensi pers dikutip koran Japan Times.

Meskipun diskriminasi berdasarkan gender dalam beberapa tahap pekerjaan seperti perekrutan, pelatihan dan pembaharuan kontrak sangatlah diperhatikan dalam hukum Jepang, saat ini belum ada tanda-tanda perusahaan akan menerapkan tindakan serupa pada kode berpakaian, kata Ishikawa.

Di Festival Film Internasional Cannes di Prancis tahun lalu, aktris asal Inggris Kristen Stewart melepaskan hak tingginya ketika berjalan di karpet merah.

Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter tahun sebelumnya, ia mengatakan, “Kalau Anda tidak menyuruh pria memakai hak tinggi dan mengenakan gaun, Anda juga tidak bisa menyuruh saya melakukan hal tersebut.”

Aktris Kristen Stewart menanggalkan sepatu haknya di karpet merah di Cannes Film Festival. Aktris Kristen Stewart mengekspresikan penolakannya terhadap tuntutan bahwa wanita harus berpakaian sesuai cara tertentu.

Film festival internasional tersebut mendapat kritikan tajam di tahun 2015 setelah tidak memberi izin masuk sekelompok wanita yang tiba dengan sepatu datar, dan sang direktur sejak saat itu minta maaf.

Di tahun 2016, seorang pekerja baru di Inggris dipulangkan karena tidak memakai sepatu berhak di hari pertamanya bekerja sebagai penerima tamu di perusahaan keuangan ternama Pricewaterhouse Coopers.

Ia lalu memulai petisi daring yang mndesak agar aturan berpakaian “seksis” dan “ketinggalan zaman” dhilangkan dan petisi itu mendapat dukungan dari 150.000 orang.

Masalah tersebut kemudian diperbincangkan resmi di Parlemen Inggris di tahun 2017 dan parlemen menyimpulkan bahwa “kode berpakaian haruslah masuk akal dan memiliki syarat setara antara pria dan wanita”. (ABC News/swh).