LIGA INGGRIS: Spurs Tambah “Amunisi”

Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino (kanan) memberi instruksi pada bek kanan Kieran Trippier pada laga final Liga Champions 2019 antara Spurs melawan Liverpool di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Sabtu (1/6/2019). (Sumber: Kompas/BEN STANSALL/AFP)

Tottenham Hotspur berupaya mati-matian mempertahankan manajer Mauricio Pochettino yang diincar Juventus. Pemilik Spurs siap memenuhi keinginan Pochettino menambah amunisi tim untuk menyaingi Manchester City dan Liverpool di musim baru.

London, Baranews.co – Tottenham Hotspur telah melupakan kekalahan dari Liverpool di final Liga Champions, akhir pekan lalu. Mereka berancang-ancang mengakhiri puasa belanja pemain agar tampil lebih kuat dan memastikan pencapaian di Liga Champions musim ini bukanlah keajaiban semalam.

Spurs dikenal sebagai tim raksasa Inggris yang paling irit belanja pemain. Saat rival seperti Liverpool, Manchester City, dan Chelsea, mengeluarkan triliunan rupiah untuk memperkuat skuad, Spurs berpuasa setahun terakhir. Pengeluaran klub asal London itu untuk membeli pemain baru pada dua jendela transfer terakhir adalah nol rupiah.

Anggaran mereka lebih banyak tersedot membangun stadion baru senilai Rp 15 triliun. Tak heran, Spurs dianggap membuat keajaiban dengan menembus final Liga Champions musim ini setelah menaklukkan klub favorit seperti Manchester City dan Ajax Amsterdam.

”Hal ini bisa mengejutkan karena lima tahun terakhir prioritas kami adalah membangun stadion. Kami menghabiskan nol pounds untuk transfer pemain. Tetapi musim ini fantastis. Kami menembus final Liga Champions. Mudah-mudahan, ini awal era kesuksesan klub ini,” tutur Manajer Spurs Mauricio Pochettino.

Sempat dispekulasikan akan meninggalkan Spurs, manajer yang dilirik Juventus dan Manchester United itu nampaknya memilih bertahan. Petinggi Spurs, Daniel Levy, menjamin Pochettino akan mendapatkan dana besar untuk memperkuat tim pada musim baru.

Setelah stadion barunya selesai dibangun, Spurs kini mulai menyambut era lima tahun kedua, yaitu prestasi. Mereka ingin meniru jejak Liverpool, klub yang sangat cermat dalam belanja pemain dan memiliki orientasi jangka panjang.

Terkait hal itu, media Inggris, Express, memberitakan Spurs akan meningkatkan investasi di skuad dengan setidaknya membeli empat pemain baru yang berkualitas pada musim panas ini. Mereka antara lain adalah Ryan Sesegnon (penyerang sayap Fulham) dan Maxi Gomez (striker Celta Vigo).

AP PHOTO/ARMANDO FRANCA
Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino (kanan) berdiskusi dengan kapten yang juga penjaga gawang Spurs, Hugo Lloris, pada sesi latihan di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Jumat (31/6/2019). Setelah dikalahkan Liverpool 0-2 di final Liga Champions, manajemen Spurs berjanji menyediakan dana bagi Pochettino untuk memperkuat skuad timnya.

Menurut Guillem Balaque, jurnalis BBC, Spurs berpeluang membangun tim sehebat Manchester United di era emasnya saat masih diasuh Alex Ferguson.

”Pochettino ingin memulai proyek tahap (lima tahun) kedua di Tottenham, serupa dilakukan Ferguson. Untuk itu, Levy harus bisa memberikan dukungan (dana) sesuai diinginkannya. Pochettino adalah pelatih yang bagus,” tuturnya.

Komitmen Liverpool

Selain Spurs, Liga Inggris musim depan akal kembali diramaikan persaingan antara City dan Liverpool. Sempat juga dikait-kaitkan dengan jabatan pelatih baru di Juve, manajer Manchester City Pep Guardiola memastikan untuk bertahan di Inggris.

”Musim depan, kami (City) akan memulai lembaran kosong yang baru. Ada lima tim yang sangat bagus di Inggris. Itulah mengapa liga ini adalah kompetisi yang sulit,” ujar Guardiola seperti  dikutip Tuttosport.

Manajer Liverpool Juergen Klopp sebelumnya berkata, timnya akan berupaya untuk membalas City terkait kegagalan timnya di Liga Inggris. Liverpool, yang baru saja meraih trofi Liga Champions keenamnya, hanya kalah satu poin dari City dalam perburuan trofi Liga Inggris.

”Kami (Liverpool dan City) berjanji akan saling mengerahkan segalanya musim depan,” ujar Klopp yang tengah menanti tawaran kontrak baru. Kontrak enam tahun Klopp sejak 2016 masih tersisa tiga tahun, tetapi laman The Guardian memprediksi Liverpool akan mengikat Klopp untuk jangka panjang.  (AFP/JON)/YULVIANUS HARJONO/Kompas Cetak