SERIE A: Pertaruhan Liga Champions

Pelatih Inter Milan Luciano Spalletti sebelum laga Inter melawan Napoli, 19 Mei 2019. Spalleti akan memimpin Inter untuk terakhir kalinya di Serie A, Minggu (26/5), melawan Empoli. Dikabarkan, mulai musim depan Inter akan dipimpin oleh Antonio Conte. (Sumber: Kompas/ANDREAS SOLARO/AFP)

Milan, Baranews.co – Liga Italia masih menawarkan persaingan sengit hingga pekan pamungkas, Minggu (26/5/2019) ini. Empat klub papan atas, Atalanta, Inter Milan, AC Milan, dan AS Roma, mati-matian bertarung demi dua tiket tersisa ke Liga Champions musim depan.

Di saat mayoritas klub liga top Eropa berancang-ancang liburan, fokus perhatian keempat tim itu tertuju ke medan laga. Inter Milan misalnya, akan menjalani laga hidup-mati kontra Empoli di Stadion Giuseppe Meazza. Kelompok suporter fanatik Inter, Curva Nord, menyiapkan dukungan khusus di laga ini.

Mereka akan meramaikan Meazza seperti saat mendukung Inter di final Liga Champions 2010. ”Kami akan mengerahkan segalanya untuk mendukung Inter selama 90 menit plus injury time seperti di Bernabeu 2010 (final Liga Champions). Di akhir laga, akan ada pesta atau perang,” tulis Curva Nord Inter lewat akun Facebook-nya.

Inter wajib mengalahkan Empoli, tim yang tidak bisa disepelekan, jika ingin meraih tiket ke Liga Champions. Saat ini, ”La Beneamata”, julukan Inter, ada di peringkat keempat. Kekalahan, bahkan hasil imbang, mengancam posisi mereka mengingat dua tim lainnya, AC Milan dan Roma menempel ketat di belakang dengan selisih masing-masing satu dan tiga poin.

Duel kontra Empoli, tim yang selalu menang di tiga laga terakhirnya, akan menjadi persembahan terakhir pelatih Luciano Spaletti untuk Inter. Ia dituntut memuluskan jalan Inter ke Eropa sebagai hadiah untuk pelatih baru Inter, Antonio Conte.

Eks pelatih Juventus itu hampir dipastikan melatih Inter. Menurut Sky Sports Italia, Conte akan diikat kontrak tiga tahun dan mendapat gaji 10 juta euro atau setara Rp 161 miliar per tahun.

Inter bahkan telah menyiapkan rencana besar di musim baru, yaitu membeli sejumlah pemain bintang seperti striker Manchester United Romelu Lukaku, bek sayap Chelsea Victor Moses, dan bek tengah Bayern Muenchen Jerome Boateng. Di sisi lain, Inter dipastikan melepas kapten tim, Mauro Icardi, yang tengah berkonflik dengan tim dan fans. Posisinya di ujung tombak Inter itu kemungkinan ditempati Lautaro Martinez.

Jaga peluang

Sementara itu, AC Milan masih berharap lolos ke Liga Champions, kompetisi yang tidak lagi pernah mereka ikuti setengah dekade terakhir ini. ”Rossoneri” masih punya kans finis di peringkat keempat jika mampu membekap SPAL, di saat sama Inter atau Atalanta gagal menang.

Krzysztof Piatek, striker Milan, punya motivasi khusus di laga ini. Striker 23 tahun itu punya kans mengukir sejarah, sebagai pemain pertama yang mencetak sedikitnya sepuluh gol untuk dua klub berbeda di musim yang sama.

Piatek telah mengemas sembilan gol untuk Milan dan mencetak 13 gol untuk klub lamanya, Genoa, sebelum hijrah ke Milan Januari 2019. Piatek tengah percaya diri menyusul golnya ke gawang Frosinone, pekan lalu, yang mengakhiri enam pekan puasa golnya di Liga Italia.

Ketegangan juga terpancar di kubu Atalanta. Tim bertabur bintang muda itu di ambang sejarah lolos pertama kali ke Liga Champions. Atalanta, yang tak pernah kalah pada sembilan laga terakhir di Serie A, akan menjamu Sassuolo. Menariknya, meski disebut laga kandang, mereka akan tampil di Stadion Mapei, markas Sassuolo.

Atalanta terpaksa bermain di Mapei karena stadion mereka, Atleti Azzurri d”Italia, tengah direnovasi. Namun, Mapei bukan tempat asing bagi finalis Piala Italia 2019 itu. Mereka berkali-kali menggunakan stadion itu sebagai kandang di Liga Europa musim lalu. Lolos ke Liga Champions akan menjadi capaian sekaligus hiburan terbesar Atalanta seusai dikalahkan Lazio di final Piala Italia.

Atalanta kini berada di peringkat ketiga di bawah Juventus dan Napoli. “Liga Champions adalah target terbesar kami. Namun, kami tidak boleh berpikir itu telah kami raih. Masih ada laga penting besok,” ujar Gian Piero Gasperini, pelatih Atalanta.

Persaingan sengit juga tersaji di papan bawah. Empat tim yaitu Fiorentina, Udinese, Empoli dan Genoa, berlomba untuk menghindari zona degradasi. “Takdir (buruk) telah membawa kami ke posisi ini (peringkat ke-15). Namun, besok kami harus yakin dengan diri sendiri. Kami tidak hanya membela tim ini, melainkan juga kota Florence,” ujar Pelatih Fiorentina Vincenzo Montella menjelang duel sengit kontra Genona. (AFP)/YULVIANUS HARJONO/Kompas Cetak