Politikus AS Pukuli Istri karena ‘Terlalu Lambat Buka Baju’ untuk Berhubungan Seksual

Ilustrasi (Sumber: BBC Indonesia/SCIENCE PHOTO LIBRARY)

Seorang anggota parlemen Negara Bagian Mississippi, Amerika Serikat, dituduh mabuk serta memukuli istrinya karena dia terlalu lambat menanggalkan pakaian untuk berhubungan seks.

Mississippi, Baranews.co – Doug McLeod, 58, ditahan pada Sabtu (18/5) atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.

Para rekan McLeod, sesama politisi Partai Republik di parlemen Negara Bagian Mississippi, menyatakan pria itu harus mengundurkan diri dari jabatannya sesegera mungkin jika tudingan itu terbukti benar.

McLeod tidak menjawab permintaan wawancara dengan “BBC“.

Ketika polisi datang ke rumahnya di Lucedale, 240km sebelah tenggara Jackson yang merupakan ibu kota Negara Bagian Mississippi, mereka menemukan bapak tiga anak itu dalam kondisi teler sembari memegang wadah minuman alkohol, menurut laporan resmi yang dilihat harian Sun Herald.

Aparat menyebut McLeod bicara melantur dan berjalan “lamban dengan pola zigzag”.

Tatkala pria tersebut diberitahu bahwa polisi dipanggil karena dia ditudung melakukan KDRT, dia menjawab: “Kamu bercanda?”

Doug McLeod GEORGE COUNTY POLICE/MISSISSIPPI HOUSE
Doug McLeod

Berdasarkan laporan surat kabar Clarion Ledger, laporan aparat menyebut istri McLeod dan seorang perempuan mendekam di dalam rumah dalam keadaan takut.

Seorang perempuan di dalam rumah McLeod mengatakan kepada aparat bahwa istri McLeod masuk ke dalam kamarnya dengan wajah berdarah.

Mereka mengunci pintu kamar dan McLeod menggedornya sembari mengancam akan “membunuhnya seperti anjing” jika dia tidak diizinkan masuk.

Istri McLeod menuduh suaminya tiba-tiba “berang” bahkan sebelum mabuk.

Anggota legislatif itu disebut memukul istrinya di bagian wajah hingga hidungnya berdarah karena sang istri terlalu lamban membuka pakaian untuk berhubungan seks.

Laporan kepolisian menyebut ditemukan darah di ranjang dan lantai kamar pasangan suami-istri itu.

Istri McLeod kemudian mengatakan kepada kepolisian dirinya tidak memerlukan ambulans karena akan diantar anaknya ke dokter.

McLeod ditahan, namun belakangan dibebaskan dengan uang jaminan sebesar US$1.000 atau Rp14,5 juta.

Ketua DPRD Mississippi, Philip Gunn, mengatakan dia berupaya meminta McLeod mengundurkan diri dari jabatannya jika tuduhan itu benar lantaran tindakan tersebut “tidak bisa diterima siapapun”.

Kantor Gubernur Mississippi, Phil Bryant, merilis pernyataa yang menyebut “tindakan penyerangan dalam bentuk apapun patut dikecam”.

Jika tuduhan terhadap McLeod terbukti benar, gubernur akan menyerukan agar pria tersebut mundur, kata juru bicara gubernur kepada Associated Press.

McLeod, yang memiliki pabrik ban, telah menjabat sebagai anggota DPRD sejak 2012 dan bakal berusaha dipilih kembali.

Menurut Koalisi Nasional Melawan Kekerasan Rumah Tangga, satu dari tiga perempuan AS mengalami bentuk kekerasan fisik dari pasangan.

Laporan koalisi tersebut pada 2014, rata-rata terdapat tujuh panggilan ke layanan pelaporan kasus KDRT per jam di Mississippi. (BBC News Indonesia/swh).