Bertemu Presiden Jokowi, Ketua MPR: Yang Paling Penting Itu Indonesia Menang

Ketua MPR Zulkifli Hasan bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5) siang. (Sumber: setkab.go.id/Oji/Humas)

Bogor, Baranews.co – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat (22/5).

Usai pertemuan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kepada wartawan mengatakan, pertemuan itu tidak membahas sama sekali tentang Badan Pemenangan Nasional (BPN), Tim Kampanye Nasional (TKN), apalagi soal koalisi. Tadi, selaku Ketua MPR Zulkifli menyampaikan, yang paling penting Indonesia ini menang kalau kita mampu menjahit kembali merah putih.

“Ini enggak main-main, harus kita bisa rajut kembali, harus kita bisa jahit, harus kita persatukan kembali, barulah itu namanya Indonesia menang,” kata Zulkifli.

Dengan cara apa? Menurut Ketua MPR itu, dengan cara damai, dialog, dan tentu silaturahim seperti yang dilakukannya dengan Presiden Jokowi. Ia meyakini, kalau ketemu, pasti ada solusi, jalan keluar. Tapi kalau tidak, menurut Zulkifli, tentu akan sulit. “Jadi sekali lagi, yang menang nanti,  Indonesia menang,” ujarnya.

Minta Semua Pihak Menahan Diri

Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalkan beberapa korban dalam aksi unjuk rasa yang di Jakarta, Selasa (21/5) malam hingga Rabu (22/5) dini hari.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, prihatin atas apa yang terjadi dini hari, 6 orang yang meninggal, ada beberapa yang luka-luka. Kita berduka cita yang mendalam,” ucap Zulkifli Hasan dengan nada sedih.

Ia mengajak semua pihak agar di bulan suci Ramadan ini, bulan yang harusnya saling menyayangi, saling mencintai, saling membantu, dan saling memberi, semua pihak diminta selesaikan persoalan-persoalan dengan cara yang damai, dengan dialog, menahan diri.

Ketua MPR RI itu menuturkan, demokrasi memang butuh kesabaran, bahkan ekstra kesabaran. Oleh karena itu, Ia menyampaikan sekali lagi ia mengajak pemerintah untuk bisa menyelesaikan dengan damai, dan juga seluruh rakyat Indonesia juga  merespons dengan dialog dan silaturahim.

Ditegaskan Zulkifli, pemilu ini satu event yang tentu harus kita selesaikan. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan ada sepanjang zaman, sepanjang masa. Konstitusi sudah memberi jalan, sambung Zulkifli, ada yang boleh sepakat untuk tidak sepakat.

“Demokrasi membuka ruang itu, sepakat untuk tidak sepakat. Konstitusi juga memberi ruang, ada perbedaan, ada sengketa memberi ruang. Kemana, apakah untuk DPD, untuk DPR, untuk Pilpres, Mahkamah Konstitusi (MK),” tegas Zulkifli.

Oleh karena itu, lanjut Zulkifli, di MK nanti masing-masing tim bisa menjelaskan segala persoalan yang dihadapi, terbuka. Bila perlu, menurut Zulkifli, disiarkan oleh media. Ia menambahkan bahwa TKN juga bisa menyampaikan hasil-hasil mereka.

KPU juga bisa memaparkan, tambah Ketua MPR, sehingga nanti bisa ditemukan fakta yang betul baru nanti hakim, yang diyakini akan profesional, untuk mengambil keputusan. “Itulah cara-cara yang dibenarkan oleh konstitusi kita,” tutur Zulkifli Hasan. (GUN/OJI/ES)/setkab.go.id/swh