IPTEK: 8 Cara Mencegah Demensia Menurut WHO

Sumber: dw.com

Apa yang menyebabkan Alzheimer dan penyakit demensia lainnya belum diketahui dengan pasti. Tetapi WHO dalam pedoman terbarunya mengatakan, berolahraga, makan sehat, dan tetap bugar secara mental dapat membantu.

Kalau terlalu gemuk, kurangi berat badan

Mereka yang kelebihan berat badan harus melakukan sesuatu untuk menurunkan berat badannya, misalnya lebih banyak berolahraga dan melaukan diet. Obesitas adalah faktor penting penyebab demensia. Lebih banyak olahraga meningkatkan sirkulasi darah dan membuat metabolisme menjadi lebih sehat.

A plate of salad (picture-alliance/dpa/F. May)

Pola makan sehat, hindari kolesterol tinggi

Makanan kaya sayuran, salad, dan lemak nabati – memiliki efek positif pada pembuluh darah. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa orang yang menurunkan risiko serangan jantung atau stroke, juga cenderung lebih lambat mengalami demensia daripada orang yang mengonsumsi makanan tinggi kolesterol.

Seniors in a swimming pool (picture-alliance/dpa)

Ayo gerakkan badan

Aktivitas fisik membuat pembuluh darah aktif dan karena itu baik untuk menghindari demensia. Gerak badan juga secara langsung membantu sistem saraf. Otak pada akhirnya mengendalikan tubuh dan menerima rangsangan kembali dari saraf di otot. Kemampuan menjaga keseimbangan dan berorientasi jadi meningkat – misalnya daya ingat yang lebih baik.

A hand throwing away a cigarette (picture-alliance/dpa/R. Bonß)

Hindari merokok

Tentu saja tidak mudah untuk berhenti merokok, namun sekarang lebih gampang melakukannya: Hampir di mana-mana sekarang mulai diberlakukan larangan merokok. Nikotin adalah racun saraf, yang juga bisa meningkatkan risiko penyakit peredaran darah, artinya lebih sedikit oksigen yang masuk ke otak. Dan pada gilirannya itu akan meningkatkan risiko demensia.

Bottles of high percentage alcoholic drinks (picture-alliance/dpa/J. Büttner)

Alkohol adalah racun

Alkohol juga merupakan agen saraf. Dalam dosis yang tinggi bisa secara langsung merusak otak. Alkohol bahkan dalam konsentrasi rendah bisa meningkatkan risiko demensia, dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular dan rusaknya organ-organ penting.

A doctor taking a patient's blood pressure (Fotolia/Andrei Tsalko)

Cek tekanan darah

Menjaga tekanan darah adalah bagian penting dari pencegahan demensia. Penyakit kardiovaskular sering dikaitkan dengan berbagai bentuk demensia. Anda dapat menurunkan tekanan darah melalui olahraga, nutrisi sehat, dan tidak merokok atau tidak minum minuman keras.

Seniors playing bridge (Reiner Wandler)

Tetap aktif secara mental

Segala bentuk aktivitas mental membuat otak terus berjalan. Tapi ini bukan hanya tentang memecahkan teka-teki rumit atau berpikir keras. Kontak sosial juga sangat penting, karena itu sangat membantu menjaga ingatan. Jadi tetaplah berhubungan dengan teman-teman Anda.

Seniors dancing (picture-alliance/dpa/J. Büttner)

Yang paling bagus: berdansa

Musik, olahraga, dan kontrol tubuh akan membuat Anda tetap merasa muda dan sehat! Mungkin tidak ada yang lebih baik untuk mencegah demensia selain berdansa secara rutin. Tetapi tentu saja tidak ada jaminan seratus persen: Seorang penari juga bisa jatuh sakit dan menderita demensia. (hp/vlz)/Fabian Schmidt/dw.com/swh