LIGA CHAMPIONS: Mourinho, Tak Terbayangkan Jika Klopp Kalah 3 Kali di Final

Ilustrasi: Final Liga Champions 2018-2019. (Sumber: bolasport.com/Ndaru Guntur/Bolasport.com)

Baranews.co – Mantan pelatih Manchester United, Jose Mourinho, berbicara soal kelayakan Juergen Klopp dan Mauricio Pochettino dalam menjuarai Liga Champions 2018-2019.

Liverpool bakal menghadapi Tottenham Hotspur dalam laga final Liga Champions musim 2018-2019 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Sabtu (1/6/2019) waktu setempat atau Minggu pukul 02.00 WIB.

The Reds berhasil tampil di partai puncak setelah dalam laga semifinal mengandaskan perlawanan Barcelona dengan mencetak empat gol pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Anfeld.

Sementara itu, sang lawan, Tottenham Hotspur, berhasil lolos ke final setelah mengalahkan Ajax Amsterdam lewat tiga gol yang diborong Lucas Moura di Stadion Johan Cruijff ArenA.

Bagi Juergen Klopp melawan Tottenham Hotspur akan menjadi final Liga Champions kedua beruntun setelah pada musim 2017-2018 Liverpool dibungkam Real Madrid 1-3 di partai puncak.

Di sisi lain, Mauricio Pochettino juga berpeluang untuk mempersembahkan trofi perdana untuk Tottenham Hotspur.

Pertarungan antara Klopp dan Pochettino mendapat sorotan dari Jose Mourinho.

Pelatih yang sukses dua kali memenangi Liga Champions bersama FC Porto (2003-2004) dan Inter Milan (2009-2010) ini mengungapkan soal rekor Juergen Klopp, yang tak sekali pun memenangi Liga Champions, meski telah tiga kali menjejakkan kaki di final.

“Saya menyukai cara kerja Mauricio dan Juergen,” kata Jose Mourinho seperti dikutip BolaSport.com dari Manchester Evening News.

“Keduanya layak memenangi sesuatu yang besar dan tak ada yang lebih besar dari mengangkat trofi Liga Champions, tetapi salah satu dari mereka akan kalah.”

“Pertandingan ini akan menjadi final Liga Champions ketiga untuk Klopp.”

“Saya tak bisa membayangkan bagaimana rasanya memainkan tiga final dan tidak menang,” ucap Mourinho menambahkan.

Sebelum membesut Liverpool, Juergen Klopp juga “sekadar” menjadi finalis Liga Champions ketika menukangi Borussia Dortmund yang tumbang 1-2 dari Bayern Muenchen pada 2013. (Manchester Evening News/Henrikus Ezra Rahardi/bolasport.com/if).