Moeldoko: Tak Ada KPPS Meninggal karena Racun, itu Pernyataan Sesat!

Jumpa pers di Kantor Staf Kepresidenan (Sumber: Jefrie/detikcom)

Jakarta, Baranews.co – Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan tidak ada satu pun petugas Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal tidak wajar akibat diracun seperti disebutkan dalam berita hoax yang yang tersebar. Moeldoko meminta masyarakat tidak terpancing isu sesat.

“Bahwa tidak ada kematian yang seperti diberitakan. Ada kematian yang tidak wajar yang dicurigai ada racun, tetekbengek, Ini sebuah pernyataan yang sesat,” kata Moeldoko.

Pernyataan tersebut disampaikan Moeldoko dalam jumpa pers di Kantor Staf Kepresidenan, Gedung Bina Graha, Jalan Veteran, Gambir, Jakarta Pusat (14/05/2019). Hadir dalam jumpa pers di antaranya Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkes Nila Moeloek.

“Jadi tidak ada seperti itu. Karena semua yang terjadi bisa dibuktikan secara penyakitnya, berikutnya secara usianya, hal-hal yang alamiah. Jadi tolong supaya masyarakat memahami situasi ini dengan baik, yang benar, agar tidak menjadi kisruh,” sambung Moeldoko menegaskan.

Data KPU per Jumat (10/5) ada sebanyak 469 orang petugas KPPS yang dilaporkan meninggal dunia. Jumlah petugas KPPS yang sakit juga bertambah menjadi 4.602 orang, sehingga total petugas yang sakit dan meninggal sebanyak 5.071 orang. Terkait hal ini Moeldoko menegaskan, ke depan memang perlu dilakukan pembenahan.

Menurut Moeldoko tenaga KPPS dalam pelaksanaan Pemilu selanjutnya harus melalui cek kesehatan yang lebih baik. Pemerintah telah menerima berbagai masukan terkait hal ini untuk perbaikan.

“Sekarang ini sepertinya cek kesehatannya masih belum baik. Sehingga seolah-olah, bukan seolah-olah, hanya pernyataan dari puskesmas. Pernyataan yang bersifat dinyatakan sehat. Kalau penyakitnya penyakit dalam kan puskesmas tidak bisa melihat. Nanti ke depan perlu dipikirkan ada recovery yang semakin baik ya,” ujarnya.

Pihak KPU dan Bawaslu sebelumnya juga telah bicara soal adanya hoax petugas KPPS diracun ini. Kedua lembaga ini menyesalkan dan meminta semua pihak tidak mempolitisasi penyebab petugas KPPS meninggal dunia.

“Jangan mempolitisir petugas KPPS yang gugur. Hormati perjuangan mereka yang bekerja dengan semangat sukarela dan telah ikut aktif mensukseskan Pemilu 2019,” kata komisioner KPU Viryan Aziz saat dihubungi (10/5). (hri/adf)/Jefrie Nandy Satria – detikNews/if