Akademisi Australia Keluhkan Standar Penerimaan Mahasiswa Internasional

Akademisi mengatakan aplikasi penerjemah di ponsel digunakan oleh beberapa mahasiswa. (Sumber: ABC News: Jack Fisher)

Sejumlah email internal menunjukkan akademisi senior di Universitas Murdoch, Australia, telah memeringatkan universitas selama berbulan-bulan tentang mahasiswa internasional yang kurang siap dan berjuang untuk lulus sejumlah mata kuliah.

Oleh: Elise Worthington, Sharon O’Neill dan Naomi Selvaratnam

Baranews.co – Beberapa akademisi di universitas tersebut saling menulis surat pada November tahun lalu yang menjelaskan langkah-langkah yang telah mereka ambil untuk memeringatkan manajemen Murdoch tentang masalah yang semakin besar.

Poin utama:

  • Program TV Four Corners telah mengungkap bahwa Universitas Murdoch dan lainnya di seluruh Australia telah menghapus persyaratan masuk berbahasa Inggris untuk beberapa mahasiswa asing.
  • Email bocor ini menunjukkan beberapa akademisi Murdoch makin khawatir tentang mahasiswa internasional sejak awal 2018.
  • Email merinci bagaimana para mahasiswa berjuang dengan tugas kuliah dan kasus pelanggaran akademik yang tinggi.

Investigasi program TV Four Corners telah mengungkap Murdoch, bersama dengan universitas lain di seluruh Australia, telah menerima mahasiswa internasional dengan bahasa Inggris di bawah standar yang diterbitkan universitas dan mahasiswa yang tidak mengikuti tes bahasa independen.

Tiga akademisi Murdoch mengatakan mereka khawatir bahwa berbicara di depan umum akan membahayakan pekerjaan mereka tetapi mereka merasa tidak punya pilihan setelah mengajukan sejumlah keluhan tentang kesalahan akademik melalui proses universitas.

Kini, email internal menunjukkan akademisi Murdoch senior lainnya telah meningkatkan kekhawatiran ini sejak awal tahun lalu ketika mereka melihat masuknya mahasiswa India yang berjuang untuk memenuhi persyaratan universitas.

Isunya serius

Yvonne Haigh dari Fakultas Kebijakan Publik di Murdoch menulis kepada rekan-rekannya pada bulan November mengatakan bahwa ia telah menyampaikan keprihatinan dalam dua email yang diteruskan ke manajemen senior Murdoch:

“Saya tentu saja menyampaikan kekhawatiran saya … mengenai mahasiswa baru dan tingginya tingkat kecemasan, depresi, dan tantangan yang disampaikan mahasiswa kepada saya dalam hal harapan mereka untuk belajar di Murdoch,” tulisnya.

“Sekarang di akhir semester ini, kekhawatiran lebih lanjut telah disampaikan kepada saya oleh mahasiswa lain dalam mata kuliah saya:

– Banyak mahasiswa internasional menggunakan aplikasi telepon untuk menerjemahkan konten kuliah dan kegiatan di dalam kelas; mahasiswa berkomentar ini sangat mengganggu.

– Ruang pengajaran yang tidak sesuai untuk memenuhi jumlah mahasiswa.

– Ujian dan kuis di dalam kelas tidak efektif sebagai penilaian karena berbagai perilaku mengganggu dari mahasiswa internasional. ”

Dr Haigh mengatakan kepada ABC bahwa ia membela komentar yang dibuat di email tahun 2018-nya dan menambahkan ia percaya “masalah ini serius” dan memerlukan penyelidikan eksternal.

“Saya memiliki keprihatinan serius bagi banyak mahasiswa pascasarjana internasional yang belajar di Murdoch … mahasiswa-mahasiswa ini akan membutuhkan dukungan tambahan,” katanya.

Mahasiswa domestik cabut

Ia menulis bahwa dirinya mengerti bahwa universitas telah menurunkan nilai ujian bahasa Inggris sebagai syarat masuk ke beberapa programnya:

“Pada semester satu 2018 kami mengalami lonjakan mahasiswa internasional baru menjadi beberapa program pascasarjana. Lonjakan ini meningkat tajam pada semester dua 2018, dengan beberapa ratus mahasiswa baru, sebagian besar dari wilayah Punjab di India, mendaftar dalam sejumlah kecil program pascasarjana.”

“Meskipun ada yang bagus, banyak yang tidak memiliki keterampilan bahasa untuk belajar di tingkat pascasarjana dan karenanya tak bisa berpartisipasi dalam kelas atau menyelesaikan penilaian untuk unit secara sah.”

“Oleh karena itu kami sekarang memiliki jumlah masalah pelanggaran akademik, penilaian tambahan, dan kegagalan total yang jauh lebih besar daripada yang sebelumnya kami alami di unit-unit di mana kelompok ini telah terdaftar.”

Profesor Reilly juga menyatakan dalam email berantai itu bahwa ia khawatir tentang dampaknya terhadap mahasiswa domestik, yang mengalami “suasana pendidikan di kelas yang sangat berkurang” karena hambatan bahasa.

“Dalam beberapa kasus yang saya sadari, para mahasiswa domestik ini telah memilih untuk mengakhiri studi mereka di Murdoch sebagai hasilnya. Sekali lagi, saya sebelumnya telah berbagi keprihatinan ini dengan manajemen senior Murdoch secara tertulis,” tulisnya.

“Risiko yang diciptakan situasi ini untuk universitas sudah jelas, paling tidak dalam hal reputasinya.”

Meningkatnya sejumlah masalah

Duncan Farrow, seorang dosen matematika dan penyelidik kesalahan akademik, menulis bahwa kekhawatiran tentang penerimaan mahasiswa internasional “banyak bermunculan”.

Ia telah menulis kepada manajemen senior pada Juni 2018, menjelaskan tantangan yang ia hadapi dengan para mahasiswa itu.

“Mungkin statistik paling jitu dari mereka semua: 48 dari 80 mahasiswa yang diterima di MIT pada semester satu tahun ini memiliki setidaknya satu kesalahan akademik yang ditemukan melemahkan mereka,” tulisnya.

“Tak hanya ada peningkatan besar dalam jumlah kasus pelanggaran tetapi juga investigasi lebih sulit karena kemampuan bahasa yang buruk dari banyak mahasiswa yang terlibat.

“Saya baru saja meninjau hasil untuk mahasiswa dari wilayah Punjab di Blok Bangunan BSC100 untuk mahasiswa sains dan itu menyedihkan. Dari 52 siswa dalam kategori ini, 12 saja telah lulus -tingkat kelulusan kurang dari 25 persen.”

“Hal di atas menunjukkan hasil yang mengerikan bagi kelompok mahasiswa yang telah menempuh perjalanan sangat jauh untuk belajar di universitas kami. Terlalu banyak mahasiswa yang diterima di Murdoch tidak siap untuk perkuliahan yang mereka pilih.”

“Kita merugikan mereka dengan memberi tahu bahwa mereka siap. Dampaknya terhadap kesejahteraan dan kesejahteraan mereka harusnya mengerikan.”

Associate Professor Michael Calver dari Fakultas Ilmu Kehewanan dan Kehidupan mengatakan meski kampusnya memiliki jumlah mahasiswa internasional yang lebih sedikit, mereka masih melihat peningkatan masalah dan harus mempekerjakan penasihat mahasiswa untuk mendukung mereka.

“Meskipun demikian, ada tingkat keberhasilan yang lebih rendah di unit-unit ini,” tulisnya.

“Masalahnya adalah jenis yang sama dengan yang dilaporkan orang lain: kemampuan bahasa yang buruk, keterampilan belajar yang buruk, dan kebutuhan akan dukungan lebih dari yang bisa kami tawarkan.”

Universitas Murdoch menolak untuk diwawancarai oleh Four Corners. Pelaksana wakil rektor Romy Lawson menulis kepada stafnya dengan mengatakan:

“Kami membantah klaim menyeluruh yang ditayangkan dalam program itu bahwa Universitas Murdoch menurunkan standar akademik untuk memungkinkan lebih banyak mahasiswa internasional diterima ke universitas,” tulisnya.

“Saya ingin meyakinkan Anda bahwa universitas kami bangga karena menjunjung tinggi standar akademik tertinggi dan memperlengkapi mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.”

“Sebagai komunitas universitas, kami akan selalu menghargai kontribusi dan kesuksesan semua mahasiswa kami.”

(ABC News/swh)