SEPAK BOLA – Jürgen Klopp: Fans Liverpool Pentingkan Gelar Liga Inggris Dibanding Champions League

Sumber: dw.com

Liverpool masih bisa berharap menggondol dua gelar sekaligus. Pelatih LFC Jürgen Klopp bisa membawa klubnya memenangkan gelar juara Premier League dan Liga Champions. Simak wawancara ekslusif “DW “dengan Jürgen Klopp.

DW: Final Liga Eropa 2016, Final Liga Champions 2018. Kalahkan Barcelona dan Anda akan berada di final kejuaraan Eropa ketiga Anda (bersama Liverpool).

Jürgen Klopp: Ya, mengesankan bukan! Tapi kita lihat saja nanti. Barcelona adalah tim yang cukup bagus. Saya telah menyaksikan begitu banyak pertandingan dengan tim lain yang kalah melawan Barcelona, ​tapi saya sendiri belum pernah menghadapi mereka dalam pertandingan kompetisi. Saya selalu berpikir akan menarik untuk menguji diri saya terhadap mereka.

Tapi jangan lupa, kami juga bukan undian impian untuk tim lain. Saya rasa tidak ada tim yang mendapat Liverpool sebagai hasil undian dan berpikir: Itu hasil undian yang hebat, kita bisa keluar dan menghancurkan mereka. Kami adalah tim sepak bola yang sangat bagus dan kami akan mencoba segalanya untuk menang.

Apa kunci untuk mengalahkan Barcelona?

Barisan pertahanan harus rapi dan memiliki keberanian untuk memainkan gaya sepak bola kami ketika mendapat kesempatan. Ketika mereka memiliki bola, kami harus memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dan tidak frustrasi. Mereka akan mengoper bola untuk waktu yang lama dan kami hanya harus menerimanya. Tetapi kemudian akan ada momen di mana kami yang menguasai bola dan kemudian kami harus menjadi ancaman terbesar bagi mereka.

Apa yang lebih penting: memenangkan Champions League atau Premier League?

Pada Jumat malam, memenangkan Liga Inggris lebih penting. Kemudian pada hari Rabu, memenangkan Liga Champions lebih penting. Kemudian di akhir pekan, Liga Inggris kembali. Kemudian pada hari Selasa, kembali ke Liga Champions. Jadi saya tidak bisa membuat keputusan itu. Kami harus memainkan sepakbola terbaik di setiap pertandingan. Tetapi jika Anda bertanya kepada para fans, jawabannya yang jelas: mereka ingin memenangkan Liga Inggris lebih dari segalanya.

Tapi Anda nyaris memenangkan Liga Champions musim lalu di final melawan Real Madrid …

Perjalanan tahun lalu telah banyak membantu kami karena itu sulit. Itu adalah pengalaman yang sangat menarik. Kalah adalah pengalaman yang sangat menarik. Bukan sesuatu yang diinginkan, tetapi itu seperti obat yang sangat kuat. Dan jika bisa menerimanya, itu bisa membantu.

Saya kalah di enam final terakhir yang saya ikuti. Itu bukan hari-hari terbaik dalam hidup saya, tetapi kalah tidak membuat saya menjadi orang yang rusak. Bagi saya, hidup adalah tentang mencoba lagi dan lagi. Ini semua tentang pengalaman dan bagaimana kita menggunakannya dan apa yang kita dapatkan darinya.

Apa kualitas terbaik Anda sebagai pelatih yang membuat Anda berbeda?

Saya selalu sangat tertarik pada orang dan itu tidak pernah berubah. Masalah para pemain telah banyak berubah karena media sosial dan hal-hal seperti itu. Mereka berada di bawah banyak tekanan. Mereka semua masih sangat muda namun mereka diadili setiap hari. Ini seperti hidup terus-menerus di rumah kaca, karena semua orang melihat semua yang dilakukan, dan setiap kesalahan dan kegagalan dinilai.

Jika kami baik, kami luar biasa. Jika kami tidak begitu baik, kami adalah yang terburuk di dunia.

Tidak ada di antara keduanya, tidak ada area abu-abu – hanya ada hitam dan putih. Daerah abu-abu entah bagaimana telah menghilang.

Jika menang Liga Champions, kami adalah yang terbaik di dunia. Jika kalah, tidak ada yang peduli mengapa. Kami bahkan bukan yang terbaik kedua: kami adalah yang terburuk. Dan orang-orang yang mengatakan itu bahkan belum pernah masuk final, tetapi mereka memiliki media sosial. Saya tidak di media sosial jadi saya pribadi tidak mendengar apa yang orang katakan. Tetapi para pemain menggunakannya dan mereka mendapatkan semua kritik. Mereka baik-baik saja dengan itu. Mereka tahu kita semua dihakimi oleh dunia luar.

Bagaimana Anda membantu pemain Anda menghadapinya?

Saya mendengarkan mereka. Saya masih memiliki banyak kontak dengan pemain saya dari mantan klub dan mereka menelepon saya dan meminta saran dan bertanya apa pendapat saya. Dan saya senang untuk mendengarkan mereka. Saya tidak membuat keputusan untuk mereka tetapi ketika mendengarkan orang berbicara, mereka sering kali membuat keputusan sendiri. Saya hanya perlu mengajukan pertanyaan yang tepat dan orang itu mencari tahu sendiri. Itu cara terbaik untuk melakukannya.

Jürgen Klopp, 51, telah menjadi pelatih klub Liga Premier Inggris Liverpool sejak mengambil alih dari Brendan Rodgers yang dipecat pada Oktober 2015. Dia masih menanti gelar pertamanya bersama klub setelah Liverpool menjadi runner-up di Europa League 2015-16 dan runner-up di Champions League tahun lalu. Dalam posisi sebagai pelatih di Borussia Dortmund, Klopp memenangkan Bundesliga dua kali, termasuk gelar ganda Bundesliga dan Piala Jerman pada 2011-12.

Wawancara dilakukan oleh Jana Schäfer. (vlz/ts)/dw.com/swh