Bayi Berumur 2 Bulan Meninggal di Penerbangan AirAsia dari Kuala Lumpur ke Perth

Sebuah ambulans bersiaga di dekat pesawat AirAsia ketiba ia tiba di Bandara Perth setelah ada kasus kematian bayi. (Sumber: ABC News: Frances Bell)

Seorang bayi berumur 2 bulan telah meninggal dunia di dalam penerbangan AirAsia dari Kuala Lumpur ke Perth.

Oleh: Frances Bell dan James Carmody

Perth, Baranews.co – Bayi itu menimbulkan kondisi, apa yang disebut oleh maskapai sebagai, “darurat medis” di pesawat D7236 yang tiba dari ibukota Malaysia (22/4-2019).

Poin utama:

• Pesawat ini disambut oleh kru darurat dan tim medis pada saat kedatangannya

• AirAsia mengatakan penerbangan berikutnya ditunda karena keadaan darurat

• Kepolisian Australia Barat sedang menyiapkan laporan kematian untuk pertugas forensik.

Seorang juru bicara AirAsia mengonfirmasi bahwa pesawat itu ditemui oleh tim spesialis medis dan Kepolisian Australia Barat pada saat kedatangannya di Bandara Internasional Perth.

Petugas sedang menyelidiki insiden itu dan akan menyiapkan laporan untuk petugas forensik.

Seorang juru bicara media dari Kepolisian Australia Barat mengatakan tak ada bukti mencurigakan seputar kematian bayi itu.

AirAsia tidak akan merilis detail lain tentang insiden tersebut.

“Kami tak bisa mengomentari lebih lanjut tentang situasi medis bayi tersebut, namun kami bersimpati kepada bayi dan keluarga yang terlibat,” kata juru bicara AirAsia dalam sebuah pernyataan.

Para petugas terlihat meninggalkan pesawat itu Senin (22/4/2019) pagi dengan membawa bukti di dalam tas kertas cokelat besar.

Seorang staf bandara juga terlihat membawa kereta bayi dari dalam pesawat.

Pesawat yang sama dijadwalkan berangkat pukul Senin (22/4/2019) 6:50 pagi bersamaan dengan penerbangan AirAsia D7237 dari Perth kembali ke Kuala Lumpur, tetapi ditunda karena keadaan darurat.

Pesawat itu masih berada di landasan pacu pada pukul 9:30 pagi waktu setempat, dan sejumlah petugas polisi terlihat di luar pesawat dan naik ke pesawat.

Juru bicara AirAsia meminta maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keterlambatan ini dan mengatakan maskapai akan membantu para penumpang untuk memesan kembali. (ABC News/swh).