LIGA INGGRIS: Amarah City Menjadi Energi Baru

Gelandang Manchester City Leroy Sane meloncat dalam perebutan bola dengan gelandang Tottenham Hotspur Victor Wanyama pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (20/4/2019). Manchester City menang tipis 1-0 untuk kembali ke puncak klasemen Liga Inggris. (Sumber: Kompas/AFP/OLI SCARFF)

Manchester, Baranews.co – Kegagalan di Liga Champions menyisakan amarah dan kekecewaan pada kubu Manchester City. Namun, mereka mampu mengubah luka itu menjadi energi baru untuk mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 di Stadion Etihad, Sabtu (20/4/2019), dan kembali ke puncak klasemen Liga Inggris.

Laga tersebut berlangsung tiga hari setelah Spurs menyingkirkan City pada babak perempat final Liga Champions. Spurs pun paling bertanggung jawab atas kegagalan City meraih status spektakuler, yaitu quadruple atau empat gelar juara dalam satu musim. City sudah menjuarai Piala Liga, dan masih bisa memenangi Piala FA serta Liga Inggris.

Oleh karena itu, pelatih City Pep Guardiola tidak mau Spurs juga menjegal mereka dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. Guardiola pun meminta timnya untuk selalu menekan Spurs sepanjang laga dan menyuntikkan motivasi khusus. “Saya katakan kepada pemain kalau mereka masih merasa terluka (karena tersingkir di Liga Champions), itu bagus,” katanya.

Luka para pemain City itu berubah menjadi energi untuk mencegah serangan Spurs yang mematikan. Dengan formasi 4-3-3, City kembali memperagakan permainan posesifnya untuk membuat Spurs hanya bisa mengandalkan serangan-serangan baliknya.

Guardiola dan City pun tidak putus asa melihat pelatih Spurs Mauricio Pochettino memasang lima bek pada laga itu. Dengan bantuan Bernardo Silva, City membongkar pertahanan Spurs dari sektor sayap. Berkat kecerdikan Sergio Aguero pula City mampu memenangi laga itu.

Silva memberikan umpan lambung ketika Aguero bisa bergerak maju. Namun, Aguero masih bisa melihat rekannya yang masih berusia 18 tahun, Phil Foden, mendapat ruang lebih bebas di depan gawang Spurs. Foden pun menerima umpan sundulan dari Aguero dan berhasil menceploskan gol pertamanya di Liga Inggris.

Laga tersebut juga merupakan kesempatan kedua Foden untuk menjadi pemain mula atau starter. “Sedikit mengejutkan, tetapi saya selalu siap apabila dibutuhkan,” ujarnya seperti dikutip laman BBC.

Sementara Spurs berhasil membangun serangan balik tetapi kurang tajam dalam menyelesaikannya. Beberapa peluang gol berhasil dimiliki Son Heung-Min dan Lucas Moura. Namun, kiper City, Ederson, tampil gemilang pada laga tersebut.

Pochettino pun tidak terlalu menyesali kekalahan ini. “Saya kecewa dengan hasil ini tetapi saya senang tim ini masih bisa bermain baik. Ederson adalah pemain terbaik pada laga ini,” katanya.

Kekalahan ini membuat Spurs masih berada di peringkat tiga dengan 67 poin. Posisi mereka terancam karena Arsenal dan Chelsea berada di bawah mereka dengan 66 poin. Sementara Manchester United berada di peringkat enam dengan 64 poin. Artinya, pertarungan untuk mendapatkan tempat di peringkat empat besar masih sangat terbuka.

Rintangan pertama

Bagi City, kemenangan ini membuat mereka kembali ke puncak klasemen Liga Inggris dengan 86 poin, unggul satu poin di atas Liverpool yang turun ke peringkat dua dengan 85 poin. City dan Liverpool masih menyisakan empat laga terakhir. Bagi City, Spurs merupakan rintangan besar pertama yang sudah berhasil dilewati.

Setelah menghadapi Spurs, City masih harus menghadapi Manchester United, Kamis (25/4/2019) dini hari di Stadion Old Trafford. Dalam derbi Manchester ini, Guardiola sekali lagi harus bisa menjaga kesempurnaan karena rival mereka, Liverpool, jalannya lebih mulus.

Liverpool tidak lagi menghadapi tim-tim enam besar Liga Inggris. Mereka akan menghadapi tim-tim seperti Cardiff City, Huddersfield Town, Newcastle United, dan Wolverhampton Wanderers. Meski demikian, Liverpool juga tidak bisa meremehkan calon lawan karena mereka masih harus berkonsentrasi untuk menghadapi semifinal Liga Champions melawan Barcelona.

“Kami sedang melawan Liverpool, tim terbaik yang pernah saya lihat sepanjang hidup saya,” ujar Guardiola. Satu-satunya langkah terbaik yang bisa ditempuh City pada laga-laga terakhirnya adalah tampil habis-habisan.

Namun, ada konsekuensi yang besar ketika fisik para pemain diperas melalui jadwal laga yang sangat padat. City bisa kehilangan para pemain terbaiknya, seperti Kevin De Bruyne yang mengalami cedera saat menghadapi Spurs kemarin.

Guardiola mengatakan De Bruyne memang terlalu banyak berlaga tanpa persiapan yang cukup. Ia pun belum bisa memastikan kondisi terakhir gelandang asal Belgia itu. “Sangat disayangkan karena kami sekarang sedang memasuki saat-saat terbaik pada musim ini,” katanya.

Pembuktian Solskjaer

Pada laga Minggu malam ini, rival sekota City, Manchester United berjuang kembali ke jalur empat besar Liga Inggris dengan memenangi laga kontra Everton. Skuad Setan Merah kini di posisi keenam dengan 64 poin, tertinggal dua poin dari Arsenal dan Chelsea di posisi keempat dan kelima. Ketiga tim ini berebut finis di posisi empat untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions musim depan. Peluang finis di posisi empat besar semakin terbuka menyusul kekalahan tim peringkat tiga, Tottenham Hotspur dari Manchester City, pada Sabtu kemarin.

Finis empat besar menjadi target utama Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer. Tiket ke Liga Champions musim depan akan menjadi pembuktian dirinya layak menerima kepercayaan sebagai pelatih tetap Setan Merah sejak bulan lalu. Saat ini merupakan masa sulit bagi Solskjaer. Lima kekalahan dalam tujuh laga terakhir membuat MU terlempat dari Piala FA dan Liga Champions, juga mengaburkan peluang finis di posisi keempat Liga Inggris.

Situasi ini kontras dengan performa MU di awal kedatangan Solskjaer sebagai pengganti Jose Mourinho. MU tampil spektakuler dengan memenangi delapan laga pertama dan hanya sekali kalah dalam 17 laga di semua kompetisi.

Sejak Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih tetap MU, di akhir Maret lalu, skuad Setan Merah hanya menang dua kali dari lima laga. Dua kemenangan itu pun tak terlalu meyakinkan, yaitu 2-1 atas Watford dan West Ham United di Stadion Old Trafford. Kini, dengan sisa lima laga di Liga Inggris, Solskjaer membutuhkan sentuhan magis untuk membawa Setan Merah finis di posisi keempat.

Misi meraih kemenangan di lima laga terakhir itu akan dimulai di Stadion Goodison Park, markas Everton, Minggu malam ini. Everton, tim papan tengah Liga Inggris, bukan lawan sembarangan, mereka mengalahkan Chelsea dan Arsenal dalam  dua laga kandang terakhir mereka. Setelah itu, MU akan menjamu tetangganya, Manchester City di Old Trafford. Setan Merah juga masih harus menjamu Chelsea sebelum melawan Huddersfield dan Cardiff City.

“Tiga laga yang akan datang (kontra Everton, City, dan Chelsea), mereka adalah fokus jangka pendek. Kami seharusnya tidak memikirkan apapun selain meraih pekan besar di depan kami,” tegas Solskjaer. (AFP/REUTERS)/HERPIN DEWANTO PUTRO Dan AGUNG SETYAHADI/Kompas Cetak