LIGA INGGRIS: “Mesin Perang” Guardiola

Sayap serang Manchester City, Raheem Sterling (kiri), berebut bola dengan striker Crystal Palace, Wilfried Zaha, pada laga Liga Primer Inggris antara tuan rumah Crystal Palace dan Manchester City di Stadion Selhurst Park, London, Minggu (14/4/2019). Sterling mencetak dua gol yang mengantarkan kemenangan City atas Palace, 3-1. (Sumber: Kompas/REUTERS/HANNAH MCKAY)

Manchester City memperlihatkan mentalitas tak ubahnya mesin yang tidak berhenti memproduksi kemenangan. Karakter itu bisa menjadi kunci penentu gelar juara musim ini.

London, Baranews.co – Musim panas lalu, Manajer Manchester City Pep Guardiola berkata, para pemainnya tidak boleh membuang energi dengan berpikir terlalu banyak soal gelar juara. Mereka harus tampil seperti “mesin” yang mengesampingkan emosi, pikiran, dan ketakutan, demi performa maksimal di setiap laga.

Resep dalam upaya mengejar gelar juara Liga Inggris itu kembali terbukti jitu ketika ”The Citizens” bertamu ke markas Crystal Palace di Selhurst Park. Mereka menang 3-1, dan terus menjaga kans mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini. Seperti mesin, City mengabaikan perasaan lelah, bahkan kecemasan, akan Palace, tim yang kerap menghadirkan derita bagi mereka.

Musim lalu, Palace mengakhiri rekor gemilang, yaitu 18 kemenangan beruntun City di berbagai kompetisi. Tim ”Elang” lagi-lagi menampar City musim ini. Tidak tanggung-tanggung, City dipermalukan Palace 1-2 di kandangnya sendiri, Stadion Etihad, Desember 2018 lalu. Satu-satunya kekalahan City di Etihad pada Liga Inggris musim ini tersebut membuat City sempat tertinggal jauh dari Liverpool di puncak klasemen.

Namun, semalam, City bak makhluk berbeda ketimbang pertemuan terakhir kedua tim akhir tahun lalu. Mereka melupakan kekalahan memalukan itu dan meniadakan balas dendam di Selhurst Park. Satu-satunya pikiran yang ada di kepala mereka adalah meraih tiga poin dan merebut puncak klasemen. Misi itu berhasil, mereka kian dekat dengan trofi dan mencatatkan delapan kemenangan beruntun di Liga Inggris.

Bertubi-tubi

Seperti mesin perang, City bertubi-tubi menyerang Palace di markasnya yang terkenal angker itu. Operan-operan mereka bak komputer yang sangat akurat dan minim kesalahan. Tak heran, Palace nyaris tidak menyentuh bola di sepanjang laga itu. Penguasaan bola City di Selhurst Park mencapai hampir 75 persen, salah satu yang tertinggi pada musim ini.

Kaki-kaki para pemain City pun terus berlari membawa, mengejar bola, dan memburu gol. Seperti mesin pembunuh yang keji, penyerang City, Raheem Sterling, bahkan nyaris tak menunjukkan ekspresi atau perayaan gol saat mencetak gol kedua timnya di laga itu. Sterling memborong dua gol di laga itu. Ia menjadi mesin serangan paling tajam di Liga Inggris saat ini yaitu dengan koleksi 17 gol dan sembilan asis.

ACTION IMAGES VIA REUTERS/TONY O’BRIEN

Manajer Manchester City Pep Guardiola berdiskusi dengan gelandang serang Kevin de Bruyne usai laga Liga Primer Inggris antara Manchester City dan Crystal Palace di Stadion Selhurst Park, London, Inggris, Minggu (14/4/2019).

Menurut Guardiola, tampil seperti mesin merupakan trik efektif untuk menghilangkan tekanan psikologis menyusul persaingan ketat dengan Liverpool menuju trofi Liga Inggris. Ia berkata, resep itu meniru kesuksesannya di Barcelona. Di klub itu, Guardiola mengoleksi 14 trofi, termasuk tiga trofi Liga Spanyol dan dua Liga Champions.

”Menjadi seperti mesin. Dalam pengalaman saya di klub sebelumnya, itu cara terbaik ketika berjuang mengejar banyak gelar. Intinya, jangan terlalu banyak berpikir,” tutur Guardiola seoerti dikutip The Telegraph.

Sementara itu, tim sekota City, Manchester United, menunjukkan geliat kebangkitan. Mereka membekap West Ham United 2-1 pada laga yang berakhir Minggu dini hari WIB. Kemenangan pertama dalam tiga laga terakhirnya itu membuat MU naik ke peringkat kelima dengan menyalip Arsenal. Kemenangan itu menjadi modal mereka mengangkat kepercayaan diri menjelang duel balasan kontra Barcelona FC di Liga Champions, Rabu (17/4) dini hari WIB.

Namun, menurut Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer, timnya beruntung bisa meraih tiga poin di laga itu. Dua gol MU dicetak dari titik penalti oleh Paul Pogba. Adapun West Ham harus menyaksikan satu golnya dianulir wasit dan dua peluang emasnya digagalkan tiang gawang MU.  (AFP/JON)/YULVIANUS HARJONO/Kompas Cetak