PEMILU 2019: Jokowi Minta Putaran Terakhir Kampanyenya Bisa Tambah Suara

Para pendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyambut kedatangan Joko Widodo yang menghadiri Rapat Umum Pemenangan #01 di Gedung Olahraga Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). (Sumber: KOMPAS/WAWAN H PRABOWO)

Depok, Baranews.co – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengingatkan, selain menjaga suasana pesta demokrasi dengan kegembiraan dan kedamaian, para pendukungnya diharapkan tetap menjaga jumlah suara yang ada saat ini terhadap dukungannya.

Bahkan, para pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin diharapkan dapat menambah jumlah suaranya lebih tinggi lagi dengan mengabarkan hasil pembangunan secara nyata dan meluruskan segala bentuk kabar bohong dan fitnah yang terus ditujukan kepada pasangan calon nomor urut 01.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat berkampanye dan menjawab pertanyaan pers setelah selesai berkampanye di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat (11/4/2019). Selain hadir ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir, dalam kampanye itu hadir pula sejumlah pemimpin partai politik pendukung koalisi capres dan cawapres Jokowi-Amin.

Kampanye pada Kamis ini merupakan kampanye putaran terakhir Jokowi-Amin sebelum menutup kampanye pada Sabtu (13/4/2019) di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang akan dilakukan besar-besaran.

”Selain menjaga suasana, saya harapkan juga mempertahankan suara yang ada dan menambah suara agar target perolehan suara kita bisa lebih besar lagi dengan menyampaikan kabar keberhasilan pembangunan yang sudah kita lakukan di berbagai bidang,” ujarnya.

 

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

Joko Widodo mengajak pendukungnya untuk mengenakan baju putih saat datang ke tempat pemungutan suara pada 17 April mendatang karena gambar yang dicoblos adalah baju putih. Jokowi mengatakan hal itu dalam Rapat Umum Pemenangan #01 di Gedung Olahraga Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019).

Jokowi juga meminta pendukungnya meluruskan dan membantah fitnah dan kabar bohong yang disebarkan bertubi-tubi soal tuduhan anggota PKI, anti-Islam, dan lainnya.

”Sejak 2014 saya difitnah dan disebarkan kabar bohong, tetapi saya menerima saja dan bersabar. Tetapi, sekarang, saya harus menjelaskan. Sampaikan juga kepada publik dan siapa pun yang belum tahu bahwa itu kabar bohong, bahwa isu dan fitnah itu tidak benar,” ujar Jokowi.

Ditanya penilaiannya terkait kampanye terakhir, dan apa yang akan dilakukannya, Jokowi mengatakan, Tim Kampanye Nasional selalu datang ke sebuah kota dengan mempertimbangkan kalkulasinya.

”Jadi, ada angka-angkanya, yang kita kalkulasi dan juga data-datanya untuk berkampanye di sebuah kota sehingga tidak awur-awuran. Di Depok, mereka yang memutuskan memilih masih tinggi sehingga kita berkampanye ke sini,” kata Jokowi.

Menurut data terkait Pemilu 2014, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla mendapat 43,17 persen suara, sementara Prabowo Subianto yang menggandeng Hatta Rajasa memperoleh 56,83 persen. Untuk itu, Jokowi berharap perolehan suaranya di Depok pada Pemilu 2019 mencapai 55 persen.

Ditanya soal target suara 55 persen, Jokowi menjawab, ”Ya, namanya target, kan, boleh-boleh saja. Masa memberi target enggak boleh.” (SUHARTONO)/Kompas Cetak

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, didampingi Nyonya Iriana Joko Widodo, berkampanye di hadapan buruh yang memenuhi Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (9/4/2019). Dalam orasinya, Jokowi meminta semua buruh dan masyarakat Jawa Barat datang ke TPS untuk memberikan suara sehingga target minimal 60 persen suara di Jawa Barat tercapai.