Mencintai Budaya Indonesia, Mencintai Keberagaman Indonesia

Sumber: dw.com

Kecintaan Romo Vinsensius Adi Gunawan terhadap nilai toleransi dan budaya Indonesia menguat saat menyelesaikan studinya di bidang kebudayaan. Ia bertekad mempromosikan budaya nusantara di tatanan internasional.

Cinta budaya dan kebhinekaan Indonesia

Cita-cita Romo Vinsensius Adi Gunawan menjadi seorang Pastor Katolik membawanya pada kesempatan menyelesaikan studi Teologi, Musikologi dan Etnomusikologi di Polandia dari tahun 1999 hingga tahun 2012. “Semakin saya mendalami ilmu kebudayaaan, maka semakin dalam rasa cinta saya terhadap tanah air, terhadap kebhinekaan Indonesia,” kata Doktor di bidang Etnomusikologi tersebut.

Indonesische Diasporas in Polen (Studio Jadwiga Mozdzer )

Rasa seni Indonesia

Selagi menempuh studinya ia juga aktif mempromosikan budaya Indonesia bersama KBRI Warsawa dan mendirikan Sanggar Sendratari Damai di Gdansk, Polandia pada tahun 2006. Di Polandia Romo Vinsen beserta rekan-rekannya giat bermain alat musik angklung, kulintang hingga gamelan. “Rasa seni saya masih sangat Indonesia dalam arti bahwa saya lebih menyukai seni tradisional Indonesia,” tuturnya.

Indonesische Diasporas in Deutschland (DW/R. A. Putra )

Dosen sekolah tinggi filsafat

Pada tahun 2013 ia diminta pindah ke Jerman untuk menjadi bagian dari tim editorial “Journal of Anthropos”, yang mendalami bidang antropologi, linguistik dan ilmu keagamaan. Mulai tahun 2015 hingga kini ia juga menjadi staf pengajar (dosen) di Sekolah Tinggi Filsafat – Teologi (Philosophisch-Theologische Hochschule), Sankt Augustin, Jerman.

Indonesische Diasporas in Deutschland (DW/R. A. Putra )

Melayani umat Katolik Indonesia di NRW

Romo Vinsen melayani umat Katolik Indonesia yang tinggal di negara bagian Nordrhein-Westfalen, Jerman. Jemaatnya tersebar di Kota Bochum, Bonn, Düsseldorf dan Köln.

Indonesische Diasporas in Deutschland (DW/R. A. Putra )

Terus promosikan budaya Indonesia

Kecintaannya pada budaya nusantara mendorongnya bersama warga Indonesia lainnya mendirikan grup musik Angklung Nusantara Sankt Augustin (ANSA) pada tahun 2017 di Jerman. ANSA kerap tampil di panggung-panggung internasional. “Saya sangat berminat mengembangkan dan mempromosikan keindahan budaya Indonesia di luar negeri, khususnya di bidang seni musik,” ujarnya. (yp/ra/rzn/ap)/Yusuf Gandang Pamuncak/dw.com