Tingginya Angka Campak AS Memaksa New York Mandatkan Vaksin

Steve Sierzega memperoleh vaksin MMR di Rockland County Health Department di Pomona, NY, Rabu, 27 Maret 2019 (Sumber: VOA Indonesia/AP Photo/Seth Wenig)

umlah kasus campak di Amerika terus bertambah pada tingkat yang mengkhawatirkan, memaksa beberapa pejabat untuk mengambil tindakan yang tidak biasa.

Para pejabat kesehatan mengatakan jumlah kasus di AS melonjak menjadi 465 pada pekan lalu, naik dari 387 pada minggu sebelumnya.

Menanggapi wabah di komunitas Yahudi ultra-Ortodoks, pejabat Kota New York pada hari Selasa menyatakan keadaan darurat kesehatan.

Walikota Bill de Blasio mengatakan orang yang tidak divaksinasi yang tinggal, bekerja atau bersekolah di empat kode pos di bagian Williamsburg di Brooklyn akan diminta untuk mendapat vaksin campak, gondok dan rubela, yang dikenal sebagai MMR, untuk mengurangi wabah dan melindungi warga lainnya.

Para pejabat mengatakan 285 kasus campak telah dikonfirmasi di kota New York sejak awal perebakan tersebut, yang terbesar di kota itu sejak 1991. Dua pertiga kasus yang dilaporkan secara nasional pekan lalu terjadi di kota ini.

Meskipun sebagian besar pemimpin agama di komunitas besar Ortodoks di Brooklyn mendukung upaya vaksinasi, pejabat kota mengatakan sebagian menolak upaya tersebut karena salah informasi.

Mereka yang menolak divaksinasi atau tidak bisa membuktikan telah menerima vaksin bisa dikenai denda $1.000.

“Setiap jam, setiap hari penting di sini. Jika orang mau dan mendapat vaksinasi, tidak ada alasan untuk denda,” kata de Blasio. [my]/VOA Indonesia/swh