PILPRES 2019: Kampanye di Batam, Jokowi Janjikan Dua Hal

Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, berkampanye di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (6/4/2019). Massa pendukung antusias menghadiri acara kampanye rapat umum itu. (Sumber: KOMPAS/NINA SUSILO)

Batam, Kepri, Baranews.co – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, menjanjikan dua hal kepada warga Batam dalam kampanye rapat umumnya, Sabtu (6/4/2019) sore. Kedua hal tersebut berkaitan dengan status kampung-kampung tua dan Jembatan Batam-Bintan.

Kampanye rapat umum Jokowi sore ini berlangsung di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam, Kepulauan Riau. Hadir pula dalam kampanye ini, antara lain, Ketua Umum Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir; Ketua Harian TKN Moeldoko; Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra; dan Ketua Tim Kampanye Daerah Kepri Soeryo Respationo.

Jokowi menyebut akan menyertifikasi kampung-kampung tua di Batam. ”Siapa setuju kampung tua disertifikasi? Mari kita lakukan segera. Maksimal tiga bulan selesai, siapa setuju?” tanyanya yang dijawab setuju oleh warga pendukung dengan kompak.

Sejauh ini, Pemerintah Kota Batam menginginkan 37 lokasi Kampung Tua yang tersebar di penjuru pulau utama agar dikeluarkan dari Hak Pengelolaan Lahan Pulau Batam milik Badan Pengusahaan Kawasan Batam. Sebab, Kampung Tua ini adalah lahan perkampungan yang sudah ada sebelum BP Batam berdiri dan mengelola Pulau Batam. Namun, luas lahan masih dibahas antara BP Batam dan Rumpun Khazanah Warisan Batam.

Adapun janji kedua Jokowi adalah pembangunan Jembatan Batam-Bintan. ”Minggu depan akan saya kirim tim untuk mengecek secepat-cepatnya sehingga DED (detail engineering design)-nya bisa segera dibuat,” katanya.

Dalam kampanye di Batam, Jokowi tak lupa mengingatkan warga untuk menyadari keragaman di Batam ataupun di Indonesia. Karena itu, tak semestinya perbedaan membelah persaudaraan.

Menjelang pemungutan suara, lanjutnya, warga diharap tidak memercayai kabar bohong. Beberapa kabar bohong yang menerpa pasangan Jokowi-Ma’ruf antara lain larangan azan, penghapusan pendidikan agama, ataupun pelegalan pernikahan sejenis apabila pasangan ini menang Pemilu Presiden 2019.

”Jangan sampai kita terkena hoaks, isu bohong yang membuat kita goyah,” katanya. (NINA SUSILO/Kompas Cetak)