Parlemen Australia Kecam Senator Anning yang Salahkan Korban Teror

Senator Fraser Anning menolak meminta maaf atas pernyataannya mengenai pembantaian Christchurch. (Sumber: ABC News: Matt Roberts)

Senat Australia hari Rabu (3/4/2019) secara resmi mengecam politisi kontroversial asal Queensland Senator Fraser Anning karena pernyataan anti imigran yang disampaikannya setelah pembantaian di Christchurch.

Oleh: Brett Worthington dan Matthew Doran

 

Baranews.co – Dalam istilah politik, keputusan Senat itu disebut sebagai ‘censure motion’.

Politisi dari hampir semua partai politik kompak dalam keputusan mereka mengecam senator independen tersebut, dengan tindakan ‘censure’ ini diterima oleh Majelis Tinggi setelah debat selama satu jam.

Senat Australia Kecam Anning:

  • Pemerintah dan oposisi sama-sama mengecam Fraser Anning atas pandangannya yang ekstrim soal pendatang Muslim
  • Senator asal Queensland ini menolak minta maaf setelah mengaitkan pembantaian Christchurch dengan pendatang Muslim
  • Mathias Cormann dari Partai Liberal dan Penny Wong dari Partai Buruh mengecam pernyataan Anning
Ketua faksi pemerintah di Senat, Mathias Corman dari Partai Liberal serta ketua faksi oposisi Penny Wong dari Partai Buruh memulai debat dengan mengecam tindakan Senator Anning tersebut.

“Penting sekali bahwa parlemen bersatu dalam mengecam komentarnya memalukan yang dilontarkannya,” kata Senator Corman.

“Komentar-komenar tersebut buruk dan yang lebih menyedihkan karena posisi Senator Anning sebagai anggota parlemen, sebagai seorang senator,” tambahnya.

Dalam pernyatannya, Senator Penny Wong mengatakan ada perbedaan dalam soal kebebasan berbicara dan ujaran kebencian. Dia bahkan menuduh Senator Anning melakukan ujaran kebencian.

“Ketika keluarga, kerabat, dan komunitas dari para korban masih dilanda kesedihan, senator ini malah menyalahkan para korban,” kata Senator Wong.

“Ketika mereka yang terluka masih dirawat, senator ini berusaha memperbesar api perbedaan. Betapa memalukannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Senator Anning mengaitkan serangan terhadap jamaah masjid di Selandia Baru tersebut dengan para pendatang Muslim. Pernyataan ini mendapat kecamaan dari seluruh dunia. Namun dia berulang kali menolak meminta maaf.

Menurut hukum, parlemen Australia tidak bisa memberhentikan anggota parlemen karena perilaku mereka.

Namun mereka bisa dikeluarkan bila dinyatakan bersalah oleh pengadilan, dengan ancaman hukuman penjara satu tahun atau lebih.

Tindakan pengecaman atau ‘censure’ ini dterima oleh Senat lolos tanpa harus melakukan pemungutan suara.

Senator Anning sendiri tidak berada di ruang sidang ketika debat dilangsungkan.

Sebelumnya, Anning sudah membuat pernyataan membela diri dan menuduh Parlemen “menunjukkan sikap kekiri-kirian”.

“Apakah saya mempersalahkan para korban? Saya tidak mengatakan hal tersebut,” katanya dalam pidato di Senat.

“Saya mengeluarkan pernyataan kepada media mengutuk penembakan dan pelakunya, dengan kecaman paling keras,” tambahnya.

“Namun setelah mengecam pelakunya, saya kemudian melihat masalah yang menyebabkan hal ini terjadi,” kata Anning.

“Saya melihat program imigrasi yang mengijinkan warga Muslim fanatik pindah ke Selandia Baru menjadi faktor kunci kekerasan dalam msyarakat,” kata mengulangi pernyataan dia sebelumnya.

“Penilaian bahwa saya telah menyalahkan para korban itu merupakan pendapat yang absurd,” kata Anning. (ABC News/swh).