Otoritas China Sensor Adegan Seksualitas Freddie Mercury dalam Film “Bohemian Rhapsody”

Salahs atu penonton mengatakan sensor yang dilakukan membuat banyak adegan dalam film menjadi tidak masuk akal sama sekali. (Sumber: ABC News/Supplied: 20th Century Fox)

Film blockbuster yang menceritakan biografi bintang rock dunia Freddie Mercury, Bohemian Rhapsody akhirnya ditayangkan di sejumlah bioskop di China mulai akhir pekan lalu. Namun film yang ditayangkan telah melewati sensor yang sangat banyak sampai menghilangkan semua penyebutan terkait seksualitas dan diagnosis penyakit AIDS yang diderita penyanyi grup band Queen tersebut.

Oleh: Bang Xiao dan Michael Walsh

Potongan gambar berdurasi sekitar empat menit – termasuk adegan intim tentang hubungan pribadi Fredie Mercury dan adegan dengan referensi narkoba – telah dihilangkah dari film berdurasi lebih dari dua jam tersebut.

Poin inti:

  • Semua referensi tentang homoseksualitas Freddie Mercury dipotong dalam versi film di China daratan
  • Penonton bingung karena beberapa alur cerita utama dari film itu juga diedit
  • Sang penyanyi utama grup band ‘Queen’ itu meninggal karena penyakit terkait AIDS pada tahun 1991

Para penggemar di China yang menonton film tersebut selama akhir pekan ini, namun sebelumnya pernah melihat versi asli dari film tersebut, mengatakan kepada ABC bahwa beberapa adegan penting dalam film itu benar-benar tidak ada.

Misalnya adegan penting di mana Freddie Mercury membuat pengakuan sebagai biseksual kepada teman wanitanya Mary Austin – yang mengakibatkan berakhirnya hubungan mereka – benar-benar telah dipotong sehingga membuat penonton bertanya-tanya mengapa pasangan itu putus.

‘Film ini sama sekali tidak masuk akal’

Feili Xie, seorang lelaki gay berusia 28 tahun dari Beijing, China yang merupakan penggemar berat film ini, mengatakan kepada ABC bahwa meski dia mengapresiasi film Bohemian Rhapsody akhirnya boleh diputar di China, namun dia kecewa dengan sensor “perlakuan licik” yang dilakukan terhadap film tersebut.

“Sensor ini benar-benar dan sangat jelas [dilakukan] di luar konteks, di mana banyak adegan dalam film itu menjadi tidak masuk akal sama sekali,” katanya.

“Seluruh film ini bercerita tentang siapa Freddie, dan seksualitas adalah bagian yang sangat penting dari identitasnya, yang sepenuhnya telah dihapus.”

Semua referensi tentang homoseksualitas Freddie Mercury, baik tersurat maupun tersirat, telah dihapus dari film ini. Bahkan sebuah adegan di mana Freddie Mercury, yang diperankan oleh pemenang Oscar Rami Malek, memegang dudukan mikrofon di dekat pangkal pahanya juga dipotong.

Demikian juga sebagian besar interaksi Freddie Mercury dengan pasangan jangka panjangnya, Jim Hutton juga tidak ada, termasuk dibagian apresiasi yang menampilkan foto bersejarah pasangan tersebut.

Sebuah adegan yang menampilkan pembuatan kembali video musik untuk single Queen pada 1984 berjudul I Want to Break Free – yang memperlihatkan para anggota band mengenakan pakaian wanita – juga dihapus seluruhnya.

Sembunyikan keberadaan kelompok LGBTQI

Sudah lama diketahui bahwa film ini akan disensor sebelum dirilis di China.

Namun, sensor yang akan dilakukan masih belum jelas terkait bagian apa dari muatan film itu yang akan dihilangkan sampai pemutaran perdana dilakukan.

Sementara homoseksualitas belum menjadi tindak pidana di China selama lebih dari dua dekade, namun penggambaran hubungan homoseksual di media tidak diizinkan.

Xie mengatakan dirinya prihatin bahwa keputusan untuk menyensor konten tentang seksualitas dapat membatasi pemahaman dan kesadaran komunitas LGBTQI (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer, intersex), dan merusak reputasi kelompok yang sudah lebih dulu menghadapi lingkungan sosial yang sulit di China.

“Kita semua harus diakui, dan kita memiliki puluhan juta orang yang memiliki latar belakang LGBT di negara ini,” katanya.

“Tetapi sensor menganggap kami sebagai ‘kelompok khusus’ dari warga, yang kisahnya tidak diizinkan untuk diceritakan dalam film, di TV atau bahkan di beberapa buku.

“Sangat menyedihkan bahwa mereka menggunakan kekuatan untuk menyembunyikan keberadaan kita.”

Layanan streaming online China, Mango TV, menuai kontroversi bulan lalu setelah menyensor pidato penerimaan Academy Awards Rami Malek, setelah ia mendapatkan penghargaan sebagai Aktor Terbaik untuk perannya sebagai Freddie Mercury.

Rami Malek menyebut Freddie Mercury sebagai “lelaki gay” dalam pidatonya, yang diterjemahkan sebagai “kelompok khusus” dalam siaran China.

Tahun lalu hak Mango TV untuk menyiarkan Eurovision Song Contest juga dicabut oleh penyelenggara kontes, setelah Mango TV itu memburamkan bendera pelangi dan menghapus beberapa pertunjukan sepenuhnya karena temanya yang mendukung LGBTQI.

ABC” telah menghubungi Administrasi Negara China untuk Pers, Publikasi, Radio, Film dan Televisi tetapi belum menerima tanggapan. (ABC News/swh).