TENIS: Nadal Cedera, Federer ke Final

Rafael Nadal berbicara kepada wartawan, Sabtu (16/3/2019), di Indian Wells, California. Nadal mengudurkan diri sebelum berlaga melawan Roger Federer pada semifinal turnamen tenis ATP Masters 1000 tersebut karena cedera lutut. (Sumber: Kompas/AP PHOTO/MARK J. TERRILL)

Indian Wells, Baranews.co — Mundurnya Nadal karena cedera lutut membuat Roger Federer melenggang ke final turnamen tenis ATP 1000 Indian Wells, California, Amerika Serikat, Senin (18/3/2019) dini hari waktu Indonesia. Pada finalnya yang ke-10 di turnamen yang kerap disebut ”Grand Slam Kelima” ini, Federer akan berhadapan dengan Dominic Thiem.

”Saya senang bermain di final, tetapi tidak dengan cara seperti ini. Kami sudah menjalani begitu banyak persaingan epik, dan saya tahu suatu saat ini bisa menjadi yang terakhir untuk kami berdua. Apakah ini kesempatan terakhir kami? Saya harap tidak,” tutur Federer.

MATTHEW STOCKMAN/GETTY IMAGES/AFP

Roger Federer melakukan backhand di depan net saat menghadapi Hubert Hurkacz (Polandia) pada perempat final turnamen tenis Indian Wells, California, 15 Maret 2019. Tidak berlaga di semifinal karena lawannya, Rafael Nadal, mengudurkan diri, Federer akan menghadapi Dominic Thiem pada final, Senin (18/3/2019) pagi WIB.

Persaingan Nadal dan Federer sesungguhnya menjadi laga paling dinantikan penggemar tenis dunia. Kedua pemain ini mempunyai tipe permainan yang sangat berbeda. Federer merupakan petenis yang sangat lihai di lapangan rumput. Adapun Nadal adalah raja tanah liat. Meski punya tipe permainan berbeda, keduanya bisa menemukan cara untuk saling mengalahkan.

Mereka termasuk petenis terbaik yang pernah menempati peringkat teratas dunia. Nadal mengantongi 17 gelar Grand Slam, sedangkan Federer mengoleksi 20 gelar Grand Slam. Laga di semifinal Indian Wells seharusnya menjadi pertemuan ke-39 dalam persaingan panjang mereka dan menjadi yang pertama sejak 2017.

Namun, beberapa jam menjelang pertandingan, Nadal memutuskan mundur karena cedera lutut. Cedera itu sudah dirasakan Nadal ketika dia berhadapan dengan Karen Khachanov pada babak perempat final. Ketika itu, tampil dengan lutut dibalut perban, Nadal unggul 7-6 (7-2), 7-6 (7-2).

”Saat pemanasan hari ini,  saya merasa lutut saya tidak dalam kondisi baik untuk bersaing di level yang dibutuhkan. Saya mohon maaf kepada penggemar tenis dunia dan khususnya yang ada di Indian Wells, yang selalu memberikan dukungan,” kata Nadal melalui Instagram.

Nadal mengatakan ”ini kekecewaan besar”, perasaan yang dirasakan oleh semua orang di Indian Wells. Nadal akan pulang ke Mallorca dan melewatkan Miami Terbuka. Dia berharap siap untuk bertanding pada turnamen ATP Masters 1000 berikutnya di Monte Carlo, Monaco, yang digelar di lapangan tanah liat pada 14 April.

Di babak final, Federer menjalani laga yang tidak mudah dengan Dominic Thiem. Pertemuan ini merupakan yang kelima bagi Federer dan Thiem. Sebelumnya, kedua pemain berbagi hasil masing-masing dua kemenangan.

Di Indian Wells, Federer berusaha merebut gelar juara ke-101 dalam karier tenisnya setelah awal bulan ini menjadi juara di Dubai. Dia juga ingin menghapus kenangan buruk Indian Wells tahun lalu saat kalah tiga set dari Juan Martin del Potro pada babak final.

”Saya harap bisa memainkan pertandingan yang hebat. Ini turnamen besar, final besar bagi saya, terutama setelah kekalahan tahun lalu dari Juan Martin,” kata Federer.

KEVORK DJANSEZIAN/GETTY IMAGES/AFP

Penonton memadati stadion utama Indian Wells Tennis Garden, Sabtu (16/3/2019), untuk menyaksikan laga semifinal tunggal putra antara  Milos Raonic (Canada) dan Dominic Thiem (Austria) pada turnamen tenis ATP Masters 1000 Indian Wells, California. Thiem mengalahkan Raonic dan akan menghadapi Roger Federer di final.

Thiem (25) membawa kepercayaan diri ke dalam pertandingan setelah menjalani laga dua tiga jam 31 menit di semifinal melawan Milos Raonic. Thiem melaju ke final setelah unggul 7-6 (7-3), 6-7 (3-7), 6-4 dari Raonic.

Thiem mengatakan, dirinya sudah berlatih di Indian Wells selama 12 hari sebelum turnamen berlangsung. ”Latihan tentu saja sangat membantu. Penyesuaian terbesar saya adalah gerakan. Saya tidak bisa meluncur di lapangan keras,” kata pemain yang lebih suka bermain di lapangan tanah liat ini. (REUTERS)/DENTY PIAWAI NASTITIE/Kompas Cetak