TENIS: Federer Masih Bisa Menang Cepat

Roger Federer menjalani pemanasan sebelum bertanding melawan Kyle Edmund pada babak keempat turnamen tenis ATP 1000 Indian Wells, California, Amerika Serikat, Rabu (13/3/2019) waktu setempat. Federer menang 6-1, 6-4 dan melaju ke perempat final. (Sumber: GETTY IMAGES/AFP/CLIVE BRUNSKILL)

Indian Wells, Baranews.co –  Satu jam tujuh menit. Itulah rata-rata waktu yang dibutuhkan Roger Federer untuk mengalahkan lawannya dalam lima pertandingan terakhir. Penampilannya dalam lima laga itu menunjukkan bahwa petenis berusia 37 tahun itu masih menjadi petenis yang sulit untuk dikalahkan oleh petenis dari beragam usia dan pengalaman.

Federer hanya bermain selama 1 jam 3 menit ketika mengalahkan petenis Inggris berusia 24 tahun, Kyle Edmund, pada babak keempat ATP Masters 1000 Indian Wells, California, AS, Rabu (13/3/2019). Kegemilangan permainan saat memegang servis, maupun ketika mengembalikan servis, mengantarkannya pada perempat final dengan kemenangan, 6-1, 6-4.

Petenis peringkat keempat dunia itu unggul dalam semua indikator statistik penting, seperti poin dari servis pertama (79 persen), konversi break point (43 persen), menggagalkan break point lawan (100 persen), serta total poin (58 persen).

Meski sering berlatih bersama, itu menjadi pertemuan pertama Edmund dan Federer dalam pertandingan resmi. Edmund, untuk pertama kalinya, merasakan sulitnya mengatasi akurasi pukulan Federer dalam berbagai kondisi. Ketika Edmund mendapat tujuh kesempatan mencuri servis Federer misalnya, sang maestro tenis itu berhasil menggagalkannya.

Bertanding pada Rabu sore waktu setempat dalam cuaca terik, kedua petenis sama-sama menghadapi kendala silaunya sinar matahari. Pantulan bola yang tak beraturan, juga, membuat sulit menemukan ritme dan waktu yang tepat untuk memukulnya.

Federer mengatakan, kondisi tersebut kemungkinan membuat Edmund tak tampil baik. Dia pun merasa diuntungkan dari penampilan semifinalis Australia Terbuka 2018. “Kyle tak punya start yang bagus. Pada set kedua, dia masih sedikit kesulitan tetap sudah bermain lebih baik. Dengan kondisi itu, saya bisa membuatnya bermain tak nyaman sepanjang pertandingan,” tutur Federer, dikutip dari laman resmi ATP.

Seandainya kemenangan atas Edmund bisa dimaklumi karena timpangnya pengalaman, Federer memperlihatkan keunggulannya dalam laga lebih cepat saat mengalahkan mantan petenis peringkat ketiga dunia, Stan Wawrinka, pada babak sebelumnya. Kemenangan 6-3, 6-4 diperoleh dalam waktu lebih cepat, yaitu 59 menit.

Federer memang unggul, 21-3, atas Wawrinka sebelum mereka bertemu di Indian Wells, Selasa. Namun, prestasi Wawrinka tak bisa dianggap remeh. Dia adalah juara Grand Slam Autralia Terbuka 2014, Perancis Terbuka 2015, dan AS Terbuka 2016.

Stefanos Tsitsipas, petenis Yunani berusia 20 tahun yang mengalahkannya pada babak keempat Australia Terbuka, mendapat pembalasan kekalahan ketika bertemu Federer pada final ATP Dubai, Februari. Kemenangan, 6-4, 6-4, yang mengantarkannya pada gelar juara ke-100 didapat dalam waktu 1 jam 9 menit.

Selanjutnya, pengalaman dan kemahiran Federer akan dirasakan oleh petenis Polandia, Hubert Hurkacz, pada perempat final. Petenis 22 tahun yang mengikuti turnamen Final ATP Next Gen 2018 itu mengalahkan bintang muda lainnya, Denis Shapovalov, 7-6 (3), 2-6, 6-3, pada babak keempat.

“Selalu menyenangkan bertemu petenis lain untuk pertama kalinya. Tidak setiap pekan saya bisa melawan petenis muda dengan masa depan menjanjikan seperti mereka,” kata Federer.

Peluang bertemu Nadal

Jika kemenangan atas Hurkacz diraih dan Rafael Nadal menang atas Karen Khachanov pada perempat final lainnya di paruh bawah undian, laga klasik akan terjadi pada semifinal : Federer melawan Nadal. Ini bisa dinilai sebagai final Indian Wells 2019 dengan tersingkirnya unggulan pertama, Novak Djokovic, dan Alexander Zverev (3) pada paruh atas. Pada babak ketiga, Djokovic dikalahkan Philipp Kohlscreiber, sementara Zverev takluk dari Jan-Lenard Struff.

“Perbedaan antara satu petenis dengan yang lain tidak begitu besar, meski momen itu jarang terjadi setidaknya dalam 10 tahun terakhir,” komentar Nadal tentang kekalahan Djokovic dan Zverev, serta ketatnya persaingan di Indian Wells.

GETTY IMAGES/AFP/CLIVE BRUNSKILL

Rafael Nadal melepaskan pukulan servis saat melawan Filip Krajinovic pada babak keempat turnamen tenis ATP 1000 Indian Wells, California, Amerika Serikat, Rabu (13/3/2019) waktu setempat. Nadal menang 6-3, 6-4 dan melaju ke perempat final.

Nadal selalu menang dalam lima pertemuan dengan Khachanov. Akan tetapi, petenis Rusia berusia 22 tahun itu memiliki pengalaman mengalahkan bintang top dunia. Pencapaian terbaiknya adalah ketika menjuarai ATP Masters 1000 Paris, Oktober 2018. Dalam menuju podium juara, dia menyingkirkan unggulan dalam empat laga terakhir, yaitu John Isner Zverev, Dominic Thiem, dan Djokovic.

“Nadal adalah salah satu petenis terbaik, dia adalah juara sejati. Namun, saat ini, saya sangat percaya diri karena permainan saya semakin baik,” ujar Khachanov usai meneghentikan Isner pada babak keempat.

Pada tunggal putri, petenis 18 tahun yang tampil dengan wildcard, Bianca Andreescu, membuat kejutan dengan lolos ke semifinal. Petenis Kanada peringkat ke-60 dunia itu mengalahkan juara Grand Slam Perancis Terbuka 206 dan Wimbledon 2017, Garbine Muguruza, 6-0, 6-1, pada perempat final.

Mengawali 2019 di peringkat ke-152 dunia, petenis yang menjalani debut di Indian Wells itu akan berada pada peringkat 40 besar mulai pekan depan. Pada semifinal, Andreescu akan melawan unggulan keenam, Elina Svitolina. (AP/REUTERS)/YULIA SAPTHIANI/Kompas Cetak