TENIS: Hari Buruk bagi Para Unggulan

Petenis Swiss Belinda Bencic merayakan kemenangannya atas petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka pada babak keempat turnamen tenis BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden, Indian Wells, California, Amerika Serikat, Selasa (12/3/2019). (Sumber: Kompas/JAYNE KAMIN-ONCEA-USA TODAY SPORTS/REUTERS)

Indian Wells, Baranews.co – Petenis putri Jepang Naomi Osaka gagal dalam percobaan pertamanya untuk mempertahankan gelar juara. Di bagian putra, Novak Djokovic disingkirkan petenis yang tujuh kali dikalahkannya secara beruntun dalam sembilan tahun terakhir.

Dua hasil itu menjadi bagian dari hasil buruk lima petenis dari 10 unggulan teratas, putra dan putri, turnamen Indian Wells, California, Amerika Serikat, yang berlangsung Selasa (12/3/2019). Osaka dan Djokovic memiliki status yang sama, yaitu petenis nomor satu dunia yang ditempatkan sebagai unggulan pertama dalam turnamen berkategori WTA Premier Mandatory untuk putri dan ATP Masters 1000 pada bagian putra tersebut.

Dalam laga melawan petenis seusianya, Belinda Bencic (21 tahun), Osaka kalah, 3-6, 1-6, hanya dalam waktu 1 jam 6 menit. Adapun Djokovic dihentikan Philipp Kohlschreiber, 4-6, 4-6.

Sebelum bertemu di Indian Wells, Djokovic mengalahkan Kohlschreiber delapan kali dari sembilan pertemuan. Tujuh diantaranya terjadi secara beruntun dalam sembilan tahun terakhir.

Tiga unggulan lain yang juga tersisih pada hari yang sama, yaitu unggulan keenam tunggal putra, Kei Nishikori (6), Marin Cilic (10), dan unggulan kedua tunggal putri, Simona Halep. Memasuki perempat final, yang dimulai Rabu tengah malam WIB, tunggal putri menyisakan tiga dari 10 unggulan teratas, yaitu Karolina Pliskova (5), Elina Svitolina (6), dan Angelique Kerber (8).

Pada tunggal putra, tersingkirnya Djokovic membuat persaingan pada undian paruh atas begitu terbuka. Memasuki babak keempat, Dominic Thiem (7) menjadi unggulan tertinggi pada bagian tersebut, diikuti Milos Raonic (13) dan Gael Monfils (18).

Persaingan cukup berat terjadi pada paruh bawah dengan masih bertahannya lima kali juara ATP Indian Wells, Roger Federer (4), dan rival utamanya, Rafael Nadal (2). John Isner (8), Karen Khachanov (12), dan petenis Kanada berusia 19 tahun, Denis Shapovalov, turut meramaikan persaingan itu. Pada babak ketiga, Shapovalov menaklukkan Cilic.

Osaka Goyah

SEAN M. HAFFEY/GETTY IMAGES/AFP

Naomi Osaka bereaksi setelah gagal mengembalikan pukulan lawannya, Belinda Bencic, pada babak keempat turnamen tenis BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden, Indian Wells, California, Amerika Serikat, Selasa (12/3/2019).

Kekalahan dari Bencic menjadi bagian dari goyahnya perjalanan Osaka setelah menjuarai Grand Slam Australia Terbuka, Januari, yang membawanya ke puncak peringkat dunia untuk pertama kalinya.

Setelah itu, petenis Jepang tersebut membuat keputusan mengejutkan, yaitu memutuskan kerja sama dengan pelatihnya, Sascha Bajin. Padahal, teman latih tanding Serena Williams pada 2008-2015 itu telah mengantarkan Osaka pada dua gelar juara grand slam. Selain Australia Terbuka, Osaka juga menjuarai AS Terbuka 2018.

Tanpa didampingi Bajin, Osaka tampil pada turnamen di Dubai, Uni Emirat Arab, Februari dan tersingkir pada babak kedua setelah mendapat bye pada laga sebelumnya. Osaka kalah dari Kristina Mladenovic.

Menjelang tampil di Indian Wells, dia menjadikan Jermaine Jenkins sebagai pelatih. Jenkins, yang berprestasi sebagai petenis di tingkat universitas, pernah menjadi rekan latihan dalam tim Venus Williams pada 2015.

“Saat ada pergantian orang dalam tim, memang akan ada kerumitan. Tetapi, untuk turnamen pertama bersama pelatih baru, saya pikir sudah cukup bagus. Kami berkomunikasi dengan baik. Ke depannya, tak akan sulit untuk menjalani ini,” tutur Osaka.

MATTHEW STOCKMAN/GETTY IMAGES/AFP

Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic mengembalikan bola saat menghadapi Philipp Kohlschreiber (Jerman) pada turnamen tenis BNP Paribas Open di Indian Wells Tennis Garden, Indian Wells, California, Amerika Serikat, Selasa (12/3/2019).

Sementara, Djokovic berharap bisa mendapat hasil baik di ATP Masters Miami, 20-31 Maret, setelah tersingkir pada babak ketiga di Indian Wells. “Saya tahu sedang tidak berada dalam level permainan terbaik, tetapi mudah-mudahan bisa mencapai puncak penampilan di Miami,” kata Djokovic.

Hasil itu membuat Djokovic untuk pertama kalinya gagal ke perempat final setelah tersingkir pada ATP Masters Toronto, Kanada, Oktober 2018. Padahal, dari sembilan turnamen sejak Juni 2018, Djokovic lima kali juara dari tujuh final.

Kekalahan itu membuat Djokovic gagal menambah lima gelar juara yang diraihnya di Indian Wells, yaitu pada 2008, 2011, 2014, 2015, dan 2016. Bersama Federer, Djokovic menjadi tunggal putra dengan gelar terbanyak pada turnamen yang dijuluki “Grand Slam kelima” tersebut.

Gagal di tunggal, Djokovic bertahan pada nomor ganda putra bersama Fabio Fognini (Italia). Satu jam setelah dikalahkan Kohlschreiber, Djokovic tampil bersama Fognini dan melaju ke semifinal setelah mengalahkan Jean-Julien Rojer/Horea Tecau (Perancis/Bulgaria), 7-6 (6), 2-6, 10-6.

“Secara mental, tidak mudah menyegarkan pikiran untuk berkonsentrasi kembali setelah kalah pada tunggal. Tetapi, ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Saat mengembalikan servis bagus pada pertandingan ganda, saya hanya berpikir mengapa tidak melakukan hal yang sama saat bermain di tunggal,” katanya. (AP/AFP)/YULIA SAPTHIANI/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply