TERORISME: Jaringan Teroris Menyebar di Pulau Sumatera

Ratusan personil gabungan TNI/Polri dikerahkan ke Jalan Cenderawasih Kota Sibolga, Sumatera Utara atau tepatnya di depan Masjid Al Mukhlisin, diduga adanya suara mengelegar diduga ledakan bom di salah satu rumah warga (Sumber: KOMPAS.com/handout)

Jakarta, Baranews.co – Jaringan teroris yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah telah menyebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Kasus ledakan di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Selasa (12/3/2019) siang menjadi acuannya.

Pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan, pelaku terorisme itu merupakan bagian dari jaringan Jamaah Anshar Daulah Khilafah Nusantara (JADKN). Menurutnya, JADKN yang berafiliasi dengan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) itu telah tersebar di Pulau Sumatera.

“Persebarannya ada di Sumatera Utara, Aceh, Riau, dan Batam, dan sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera,” kata Al Chaidar, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (12/3/2019) malam.

Chaidar menyebutkan jaringan terorisme itu telah tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, menjadi provinsi dengan persebaran terbanyak.

Chaidar menjelaskan, JADKN merupakan jaringan terorisme yang tidak memiliki garis komando. Para pelaku yang terlibat dalam jaringan tersebut biasanya melakukan tindak terorisme seorang diri atau disebut juga lone wolf.

Penangkapan terduga teroris oleh densus 88

“JADKN berbeda dengan jaringan terorisme Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang memiliki garis komando secara hirarkis,” ujar Chaidar.

Karena beraksi seorang diri dan tanpa komando, pelaku terorisme yang tergabung dalam JADKN semakin sulit dilacak. Pelaku juga cenderung menggunakan media sosial sebagai medium untuk berkomunikasi.

“Mereka yang tergabung dalam JADKN biasanya lebih terbuka secara literasi media. Para pelaku juga biasanya menggunakan media sosial seperti Telegram dalam berkoordinasi. Ini membuat jaringan terorisme hanya bisa dilacak oleh polisi siber,” katanya.

Selain itu, kata Chaidar, intensitas tindak pidana terorisme diperkirakan meningkat menjelang Pemilu 2019. Hal ini dikarenakan para pelaku terorisme menganggap sistem demokrasi sebagai musuh bersama.

Ditangkap

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) M Iqbal, saat dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa malam, mengatakan, Densus 88 Antiteror telah menangkap terduga pelaku tindak pidana terorisme di Jalan Cendrawasih, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

“Benar bahwa pada hari ini pukul 14.23 telah dilakukan penangkapan terhadap diduga pelaku tindak pidana terorisme atas nama Husain alias Abu Hamzah,” kata Iqbal.

Dia menuturkan, ketika polisi hendak melakukan pengecekan awal di rumah pelaku pada pukul 14.50, terjadi ledakan bom yang melukai petugas. Dia juga menduga di dalam rumah pelaku masih terdapat istri dan anak pelaku.

Saat ini, kata Iqbal, tim Densus 88 Antiteror bersama Polres setempat serta tokoh masyarakat, sedang bernegosiasi dengan istri dan anak pelaku supaya segera menyerahkan diri. (DIONISIO DAMARA)/EMILIUS CAESAR ALEXEY/Kompas Cetak

Be the first to comment

Leave a Reply